
Happy Reading....
🌿🌿🌿🌿
"Ma... afkan saya pak. Saya berjanji akan menasehati adik saya. " Jordapun memohon kepada ayah Irsyad.
"Anda sudah terlambat. Seharusnya anda dari dulu menasehati adik anda. Atau karena masa lalu anda hingga membuat Anda memanjakan adik anda untuk menutupi kebobrokan anda yang gila jabatan? "
Deg....
Jordan semakin gugup karena mendengar ucapan ayah Irsyad.
"Karena anda yang gila jabatan hingga anak yang tak bersalah menjadi korban keegoisan anda. Wajar jika sikap anda begitu arogan dan tak berperasaan. Dengan mantan kekasih anda saja dan anak anda. Ah bukan anak anda tapi anak yang tak berdosa yang harus mempunyai darah dari seorang bapak tak bertanggung jawab seperti anda aja bisa sejahat itu. " Perkataan ayah Irsyad berikutnya membungkam Jordan.
Jordan semakin panas dingin ketika ayah mengetahui rahasia masa lalunya.
"Mak.... maksud komandan? " Tanya dia terbata-bata.
"Mungkin anda bisa menyembunyikan ini dari istri dan mertua anda sehingga anda memanjakan adik anda seperti ini, karena dia tahu masa lalu anda dan selalu mengancam untuk membeberkan semua rahasia anda. Jika anda dan adik anda tak mengusik keluarga saya, saya tidak akan mengusik hidup anda. Tapi sekarang, bersiap-siaplah menerima konsekuensi perbuatan yang sudah anda perbuat. "Ayah Irsyad pun mengancam Jordan. Beliau sudah muak dengan perbuatan Jasmine yang mendapat dukungan dari Jordan. Beliau semakin murka ketika tahu tidak hanya kali ini saja Jasmine mengganggu rumah tangga putrinya, orang kepercayaan beliau juga mengatakan jika ternyata putri dan menantunya hampir bercerai akibat ulah Jasmine.
Ya Jasmine sangat di manja dan apapun di turuti oleh Jordan karena dia mempunyai kartu merah Jordan. Dulu sebelum menikah dengan istrinya yang salah satu anak petinggi di kesatuannya juga, dia sempat mempunyai kekasih yang menemaninya dari dia belum menjadi apa-apa hingga dia di terima menjadi seorang yang bersinar. Mereka berpacaran sejak kelas 1 SMA, dulu keluarga Jordan menyetujui hubungan mereka tapi sejak Jordan sudah bertugas, keluarga besarnya berubah menjadi arogan karena berharap putranya mendapat istri dari kalangan highclass. Hingga akhirnya dia bertemu Santi putri atasannya. Mantan pacarnya Putri hanya dari kalangan biasa tapi dia cerdas hingga bisa mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi di kotanya, tapi karena cintanya kepada Jordan dia bersedia menyerahkan hal yang berharga pada dirinya. Dia sangat yakin jika Jordan sangat mencintai dirinya, tapi malang buat Bianca setelah kehormatannya ia serahkan kepada lelaki yang sangat ia cintai ternyata ia di tinggal menikah dengan keadaan hamil. Hatinya hancur berkeping-keping, dia juga sangat malu dengan orang tuanya. Awalnya dia ingin menemui istri Jordan saat itu, tapi dengan teganya Jordan mengancam Bianca jika dia berani menemui Santi, Jordan akan membuat keluarganya menderita. Hingga akhirnya Bianca mengalah dan lebih baik pergi menjauh dari keluarganya dengan membawa luka yang mendalam.
Ayah Irsyad pun setelah mendengar berita tentang putri nya langsung bergerak cepat mencari tahu siapa Jordan sebenarnya. Karena dulu ayah Irsyad pernah menjadi komandan dari pasukan khusus sehingga dengan mudah beliau mendapat info tersebut.
"To... tolong Dan jangan bocorkan masalah ini kepada istri dan mertua saya, saya siap di pindah di manapun tapi tolong jangan katakan ini Dan. " Jordan dengan tidak malu memohon kepada ayah Irsyad.
"Hehemmm." Ayah Irsyad tersenyum sinis mendengar permintaan Jordan.
"Lihat sebentar lagi adik yang selalu anda bela akan mendapat ganjaran perbuatannya. " Ucap ayah Irsyad kembali sebelum meninggalkan ruangan Jordan.
Ayah Irsyad segera keluar dan diikuti ajudan beliau di belakang. Jordan pun masih dengan posisi bersujud dengan wajah muramnya hanya bisa melihat kepergian ayah Irsyad. Baru kali ini dia merasa hilang sudah sikap wibawa dan kesombongannya. Entah apa yang akan terjadi setelah ini dia tidak tahu.
***
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, Jasmine dengan wajah sumringah dan sombongnya sedang berpesta merayakan kemenangannya setelah bisa menyakiti Aira.
. Dengan pongahnya, dia mengajak kedua temannya dengan berpakaian kurang badan berpesta di cafe.
"Gila kamu ya beb, berani buat anak orang seperti itu. " Ucap salah satu teman Jasmine setelah mendengar cerita Jasmine mendorong Aira. Dia sebenarnya nggak kaget dengan sikap Jasmine kalau bukan karena sering mendapat traktiran ketika nongkrong dia pun malas berteman dengan Jasmine yang jahat ini.
"Ya dong, salah sendiri ngrebut gebetan gue. Mario itu cuma buat gue. Enak aja dia mo hidup bahagia sama dia. "Balas Jasmine dengan menyesap minuman beralkohol rendah.
" Terus kalau tu cewek mati gimana? " Gantian temannya yang lain bertanya.
"Mari tinggal di kuburlah. " Jawab Jasmine dengan entengnya.
"Kalau tu cewek mati, peluang besar dong gue bisa dapetin Mario." Tambah Jasmine dengan pongahnya.
Tanda mereka sadari, ada seseorang yang mengepakkan tangannya mendengar perkataan Jasmine. Ayah Irsyad sudah berada disana untuk memastikan perempuan ular seperti Jasmine di tangkap oleh pihak kepolisian akibat perbuatannya.
"Izin Dan, bagaimana selanjutnya? pihak kepolisian sudah menunggu di luar. "Ucap bang Beno yang menemani ayah Irsyad.
" Biar saya menemui wanita itu terlebih dahulu, setelah itu ajak pihak kepolisian untuk membawa perempuan iblis tersebut. "Jawab ayah Irsyad dengan mata yang masih memperhatikan Jasmine serta kedua temannya.
Ayah Irsyad pun berdiri dari kursi dan segera menghampiri meja Jasmine.
"Wah bagus sekali anda, perempuan cantik tapi berhati iblis. " Ucap ayah Irsyad dengan melipat kedua tangannya ke dada.
"He pak tua, maksud anda apa mengatai gue seperti itu? " Ucap Jasmine lantang dan tidak ada sopan-sopannya.
"Wah ternyata adik kakak sama saja, arogan tanpa punya sopan santun terhadap orang tua. "
"Kamu? " Ucap Jasmine kembali dengan mengangkat tangannya yang ingin menampar ayah Irsyad.
Puk... Tangan Jasmine di tahan oleh bang Beno.
"Jangan kurang ajar Nona, jaga sopan santun anda dengan atasan saya. " Ucap bang Beno dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Hei kamu siapa ikut campur urusanku. " Jasmine berteriak karena jengkel kesenangan nya di ganggu.
"Jas, udah deh ngalah aja. Saran salah satu temannya memenangkan Jasmine.
Bukan Jasmine jika tidak keras kepala.
" Nona Jasmine Amanda, perempuan licik dan melakukan cara apapun untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Bahkan mampu menyelakai orang lain. "Ucap ayah Irsyad.
" Jangan asal nuduh kamu. "Jawab Jasmine dengan menunjuk-nunjuk wajah ayah Irsyad dengan jati telunjuknya.
" Beno tolong kamu tunjukkan video itu agar perempuan sombong ini tahu maksud ucapan Saya. "Pintar ayah Irsyad.
" Siap Dan. "Jawab bang Beno. Dia pun segera menyerahkan video yang ada di hpnya. Video tentang Jasmine yang mendorong Aira hingga terjatuh.
Deg.....
Wajah Jasmine berubah menjadi ketakutan. Sikap sombongnya tadi lenyap entah kemana.
" Da... dari mana anda mendapatkan video itu? " Tanya Jasmine dengan suara terbata.
"Saya dapat dari mana itu bukan urusan anda, tapi sekarang perempuan sombong seperti anda yang sudah berani menyelakai putri dan cucu saya harus mempertanggung jawabkan perbuatan anda ke kantor polisi." Jawab ayah Irsyad.
"Ben, panggil pihak kepolisian di depan untuk membawa dia ke kantor polisi. "
"Siap Dan. "
Tak berselang lama, beberapa pihak kepolisian masuk kedalam kafe dan segera membawa Jasmine ke kantor polisi.
"He, jangan berani nangkap aku. Kamu nggak tahu siapa aku. " Ucap Jasmine yang meronta ketika kedua tangannya di padang borgol.
"Anda bisa jelaskan di kantor polisi Nona. " Jawab seorang polisi yang memasang borgol ke tangan Jasmine.
"Pak, tolong maafin aku. Kau nggak sengaja mendorong putri anda. " Jasmine pun memelas kepada ayah Irsyad. Sedangkan kedua temannya sudah berlari meninggalkan kafe karena mereka takut jika akan di tahan juga bersama Jasmine.
__ADS_1
"Hemm... Enak sekali anda untuk meminta maaf, padahal tadi anda sudah senang dan mendoakan putri saya meninggal. "
🌿🌿🌿🌿