Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Berbagilah denganku...


__ADS_3

Happy Reading......


******************


"Dokter lihatlah di depan itu dia Dan Mario. "Ucap Alex dengan wajah berbinar. Baginya saat ini melihat kebahagian sahabatnya adalah yang utama.


" Dan Mario........ " Suara tegas Doni memanggil Mario yang sedang duduk di tumpukan bata.


Mario mendongakkan kepalanya untuk melihat Doni dan pastinya ada Alex di sana. Karena mereka berdua seperti anak kembar yang tak bisa di pisahkan.


Deg.......


Jantung Mario berdetak kencang ketika melihat sosok wanita yang 1 hari ini menghindari dan cuek terhadapnya. Wanita yang kecewa akan sikapnya sehingga membuat dia kelimpungan tak tau arah tak seperti Mario sebelumnya.


"Ehem, cie ada yang kaget dan shock kedatangan bidadari dari langit 10." Goda Alex.


"Langit 7 pe'a. Heran deh pasti zaman sekolah dulu setiap pelajaran PAI dirimu molor di kelas ". Protes Doni dengan menggelengkan kepalanya.


" Yaelah, gue tau juga kali langit ada 7 lapisan. Tapi karena kecantikan dokter Aira yang paripurna melebihi kecantikan para bidadari di kayangan sana, ya udah aku taruh di langit ke 10 saja. " Jawab Alex dengan entengnya. Biasa mereka jika bersama ada-ada saja sikap ngebanyol ataupun membuat ramai tempat dimana mereka berada.


"Lebay banget. Nggak usah sok-sokan ngerayu dokter Aira, di amuk paduka raja baru nyahuk loh. " Sanggah Doni nengan menonjok lengan Alex.


Aira pun hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah absurd kedua laki-laki dewasa ini yang tak sadar usia. Sedangkan Mario hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya selama ini bertingkah.


"Ehem..., wes Doni kayak'e sekarang kita kudu lungo seko kene. Biarkan 2 sejoli ini berbicara dari hati ke hati." Ucap Alex.


Mario hanya menggaruk bagian kepala belakangnya yang tak gatal. Kedua laki-laki absurd tersebut pamit pergi untuk memberikan waktu dan ruang bagi Aira dan Mario menyelesaikan masalah mereka.


Setelah Alex dan Mario pergi, ada kecanggungan antara mereka berdua. Awalnya suasana sunyi hanya terdengar suara kodok saja. Sejenak, Mario menarik nafas untuk menetralkan debaran jantungnya yang tak menentu sebelum memulai berbicara dengan Aira.


"Ni orang nggak suka apa aku nemuin dia, dari tadi cuma diam saja. " Aira pun mulai ngedumel dalam hatinya.


"Huh...... " Suara Mario menarik nafas.


"Ada apa Letnan. " Tanya Aira yang mendengar suara Mario.


"Tidak apa-apa Aira. " Jawab Mario.


"Aira, boleh saya tahu ada apa gerangan Aira kesini? " Mario pun memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Emmmmmmm, " Aira pun sama menetralkan debaran hatinya sebelum mulai menjelaskan maksud kedatangannya malam ini menemui Mario.


Mario pun mengerutkan alisnya seperti tanda meminta penjelasan Aira.


"Rio..... " Panggil Aira yang akan memulai pembicaraannya.

__ADS_1


"Ya Aira. " Jawab Mario lembut. Ada rasa bahagia di relung hatinya mendengar panggilan Aira saat ini terhadap nya.


"Mengapa.... mengapa..... " Penjelasan Aira pun terpotong dengan suara Aira yang terisak. Tak direncanakan Aira, Aira pun menangis mengingat penjelasan Alex tentang keadaan Mario sebelumnya.


"Loh kok nangis, jangan nangis dong. " Ucap Mario yang panik melihat Aira menangis kembali setelah kemarin ada berdebatan antara mereka berdua.


"Mengapa kamu tak bercerita pada ku ayah dan bunda tentang kehidupan kalian. Tentang penderitaan yang kalian alami setelah om Irfan dan tante Rosa pergi. Kenapa Rio... Hu.. Hu... "


Mario hanya meremas kedua tangannya ketika mengingat masa-masa sulit yang dulu dia dan adiknya alami.


"Kamu masih punya kami Rio, apa kamu tahu sejak meninggalnya om dan tante, kami berusaha mencari kalian tapi tak pernah menemukannya. Kami juga keluarga kalian kenapa malah pergi jauh tanpa ada kabar" Tambah Aira.


"Kamu tahu Rio, setelah tak ada kabar darimu aku mencoba mencari kalian hingga aku memutuskan kuliah dimana tempat tinggalmu terakhir kalinya dengan tujuan agar aku menemukanmu. Tapi itu nihil. Bertahun-tahun aku udah nyari kami Rio dan adik kamu yang terakhir kali aku melihat masih kecil di gendongan bunda yang menangis terisak. Kamu tahu ada rasa sakit yang menyayat hatiku. "


"Ma... afin aku Aira, dulu aku tak berani muncul di hadapan kamu dan Keluargamu karena aku merasa tak pantas. " Jawab Mario.


"Tak pantas? """ maksud kamu tak pantas seperti apa? merasa kamu sudah tak punya apa-apa hingga membuat kamu menjauhi kami? " Balas Aira.


"Ayah dan bunda bukan orang yang jahat seperti om dan tantemu yang tega nyakitin keponakannya. Ayah dan bunda udah menganggap kalian keluarga. Mengapa kamu bisa berfikiran seperti itu? "


"Dari mana kamu tentang masalahku? " Mario kaget Aira bisa mengetahui masalahnya.


"Apa Alex yang bercerita, dan kamu kesini karena kasihan dengan ku? "


"Tidak penting siapa yang memberikan info tentang kamu. Dan aku kesini bukan karena kasihan akan semua yang terjadi padamu. Tapi aku kesini karena kecewa kepadamu." Balas Aira dengan menahan rasa sesak di dadanya.


"Aku tak lupa Aira, tapi aku hanya merasa tak pantas untuk dirimu." Balas Mario dengan menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa keputus asaannya.


"Aku tak pernah memandang mu seperti itu Rio. Berbagilah denganku semua masalah yang kamu hadapi seperti dahulu kala ketika kita kecil. " Tambah Aira.


"Jika kamu menganggap ku masih berarti dalam hidupmu. " Ucap Aira lagi. Tanpa Aira sadari, dia memegang kedua tangan Rio untuk memberikan semangat untuk Mario.


Mario memandang ke arah kedua tangannya yang di pegang Aira. Ada rasa bahagia yang menghinggapi hatinya. Dia tak pernah menyangka bisa kembali bertemu dengan cinta monyetnya. Gadis yang selalu dia jaga dengan sangat posesif ketika ada laki-laki lain yang mendekatinya.


"Terimakasih Aira, terimakasih. Maafin aku jika awal kita ketemu, aku bersifat dingin dan membangun tembok besar untuk membatasi kita. Karena aku ini apa Aira saat ini, hanya anak yatim piatu yang terbuang dari keluarga besarku. " Jawab Mario dengan menggenggam erat tangan Aira yang sudah memberikan semangat untuknya.


"Sekarang kamu, Raisha dan budhe Reni tak sendiri Rio. Kalian punya aku, bunda, ayah dan juga kedua sahabatmu yang selalu ada di sampingmu. " Tambah Aira.


"Kamu tahu Rio, bagaimana hancurnya aku ketika tahu keadaanmu saat itu di saat aku mencarimu. Aku berharap bisa segera bertemu dengan mu untuk memberikan semangat untuk mu dalam menghadapi kehidupan. Tapi Allah masih menguji ku dengan waktu yang lama hingga aku saat ini menemukanmu." Jelas Aira.


"Dan masih ingat pertemuan kita pertama kali, ada rasa bahagia yang menghinggapiku ketika melihat mu pertama kali. Aku sudah yakin dengan bahwa dirimu adalah Rio ku dari tatapan mata tajam mu, tapi dengan teganya kamu malah memutar dan menghancurkan kebahagiaan hatiku dengan kebohongan mu. Tambah Aira.


"Maaf... maaf dan maaf Aira. Dulu aku hanyalah laki-laki pecundang karena menyerah sebelum bertindak. Dan sifat posesif ku kembali lagi ketika melihat dirimu dekat dengan dokter Kevin yang tampan itu. " Mario pun mulai merajuk.


"Kamu cemburu dengan dokter Kevin? " Tanya Aira yang masih tidak percaya dengan apa yang di sampaikan Mario.

__ADS_1


"Awalnya aku bersikap biasa saja, malah ikut bahagia jika memang kamu bahagia dengan dia. Tapi semakin kesini, seringnya intensitas kita ketemu membuatku menyadari jika namamu sudah terpatri dalam relung hatiku yang tak bisa di hilangkan. Apalagi setelah dirimu menjauhiku, itu yang membuat aku sadar akan perasaanku. " Mario pun mencurahkan isi hatinya untuk pertama kali. Karena biasanya dia akan selalu menyembunyikan semuanya dengan bersikap datar dan garang.


"Hahahah, aku senang akhirnya kamu mengakui juga bisa cemburu denganku. Jadi, rencana ku berhasil dong. " Aira pun berbangga diri dengan rencananya yang berhasil dengan pura-pura menjauhi Mario dan cuek ketika dia berada di dekatnya.


"Jadi, kamu sudah merencanakan untuk ber pura-pura menghindari aku? " Mario pun membulatkan matanya tanda kaget dengan pengakuan Aira.


Aira pun menganggukkan kepalanya dan menunjukan kedua jari ditangannya membentuk tanda peace sambil tersenyum memamerkan gigi putih dan rapinya.


"Awas saja, besok aku gantian ngerjain kamu. " jawab Mario dengan pura-pura ngambek.


Sedangkan Aira hanya tertawa melihat tingkah Mario yang tak seperti biasanya. Dia baru tahu jika letnan di depannya ini yang biasanya menunjukkan wajah gahar dan datar seperti papan triplek bisa juga merajuk dengan memanyunkan bibir sexy nya.


"Jadi? " Tanya Mario.


"Jadi apa? " Jawab Aira yang belum mengerti maksud dari Mario.


"Jadi sekarang hubungan kita apa dong dokter Aira? " Tanya Mario dengan menaik turunkan kecuali alisnya.


"Ya terserah kamu saja lah. Mo kayak kemarin oke-okey aja. " Jawab Aira dengan enteng mencoba menggoda Mario agar mau mengambil keputusan.


"Ya jangan dong masak kayak kemarin. Aku maunya mau ngajak kamu segera ke pelaminan biar mata cowok-cowok di luar nggak memandangi dirimu terus. " Jawab Mario.


"Enak aja temuin dulu ayah dan bunda. " Sanggah Aira.


"Hahaha, ya harus tapi Dan Irsyad mau nggak ya menjadikan bocah tengil ini mendekati putrinya."


"Idih, belum berusaha aja udah menyerah. Tu ngadepin puluhan bawahan aja bisa masak mo minta restu sama ayah nggak bisa. "


"Hehe, beda itu. "


"Ya udah kalau nggak mau biar aku ngasih kesempatan ma yang lainnya aja. " Jawab Aira dengan ketus.


"Yah, jangan gitu dong. Okey aku janji habis tugas dari sini, aku akan segera nemuin Dan Irsyad dan tante Salma. "


"Tapi.... " Mario pun menjeda ucapannya.


"Tapi apa? " Tanya Aira yang penasaran.


"Apa kamu mau menerima budhe dan adikku setelah kita menjalin hubungan serius. Sekarang aku hanyalah laki-laki biasa dan aku juga tulang punggung keluarga apalagi saat ini aku juga membiayai adikku sekolah. " Jelas Mario.


Aira pun tersenyum dan kembali memegang tangan Mario.


"Aku kenal kamu sudah lama Yo, aku juga sasar siapa dirimu sekarang. Dan aku tak akan pernah mempermasalahkan jika kamu akan membantu Tante Reni dan Raisha karena mereka sekarang adalah keluargamu yang tersiksa. Aku malah bahagia jika saat ini kamu mau berbagi denganku akan sedih dan bahagiamu. Mari kita mulai dengan kejujuran dan kepercayaan. "


********************

__ADS_1


Alhamdulillah bisa up lagi, sesuai dengan janji author yang akan mulai aktif nulis kembali tiap harinya. Dan alhamdulillah juga bisa membuat episode yang sedikit panjang dari biasanya. Sekarang tinggal dukung cerita Aira dan Mario dengan ngasih vote dan likenya ya. Semakin banyak vote dan like, semakin semangat lagi untuk menjutkan ke episode berikutnya. 😇😇🥰🥰🥰


__ADS_2