
Happy Reading....
****
"Huh..... Mario melepaskan napasnya dalam-dalam.
" Beliau adalah sahabat papa dan mama budhe. Ketika papa dan mama masih ada, kami atau pun keluarga beliau sering mengadakan kumpul keluarga bersama jadi kamu sudah akrab sejak kecil. "Mario pun menerangkan.
" Apa...... jangan bilang itu kakak Aira? " Raisha pun menebaknya.
"Iya dek. Dia adalah Aira sahabat kecil kakak. " Balas Mario dengan menganggukkan kepalanya.
"Akhirnya kakak. Raisha sangat bahagia mendengarkanya. " Ucap Raisha dengan memeluk kakaknya. Dia sangat bahagia akhirnya kakak satu-satunya menemukan belahan jiwanya yang sudah lama terpisah. Dulu Raisha diam-diam melihat kakaknya melihat gadis remaja di foto lusuh satu-satunya milik Mario. Mario setiap malam selalu memandang foto Aira ketika SMP, masih polos dan tetap cantik dari dulu. Terkadang Mario sampai menitikkan air matanya.
"Raisha bahagia kak, akhirnya kakak bisa menemukan kak Aira kembali. Meskipun Raisha tak tahu bagaimana kak Aira sebenarnya karena dulu Raisha masih kecil, tapi Raisha yakin dia wanita yang cocok buat kakak dan yang selalu dalam do'a kakak. " Tambah Raisha kembali.
Budhe pun ikut nimbrung dengan mendekat ke arah Mario.
Tangan budhe Retno menangkuo kedua pipi Mario dengan menangis budhe mengelus lembut pipi ponakannya.
"Alhamdulillah, Le budhe senang akhirnya kamu menemukan calon istri yang selalu dalam do'a mu. Budhe tidak menyangka jika sekarang keponakan budhe ini sudah besar dan akan segera menikah. " Ucap budhe kemudian memeluk Mario. Pecah lah air mata ketiga orang tersebut.
"Terimakasih budhe... Terima kasih. Terimakasih karena budhe sudah merawat kami. Terimakasih sudah menjadi pengganti orang tua kami sampai budhe tak pernah lelah maupun putus asa merawat kami sampai dewasa ini. Mario tak bisa membalas kebaikan budhe pakai apapun. " Mario pun mengeluarkan tangisannya.
"Entah apa yang akan terjadi kepada kami, jika tidak ada budhe di hidup kami. " Tambah Mario mengingat masa lalunya.
"Budhe bersyukur mempunyai kalian Le, nduk. Budhe bersyukur di hari tua budhe ada 2 orang anak yang menyayangi budhe meskipun bukan terlahir dari rahim budhe. Selama ini kalian sudah menjadi kebanggaan budhe. Melihat kalian sekarang sudah tersenyum seperti ini adalah balasan yang terindah untuk budhe. " Balas Budhe dengan menarik Raisha dalam pelukannya.
"Terima kasih Irfan dan Rosa, kalian sudah melahirkan putra dan putri yang sangat sholeh dan sholehah." Batin budhe mengucap rasa syukurnya.
**
"Jadi, kapan Le persiapan kamu mau melamar nduk Aira? " Tanya budhe setelah mereka selesai makan malam bersama. Dan sekarang mereka sedang mengobrol kembali di ruang keluarga dengan menonton TV.
"Rencananya minggu besok budhe. Makanya ini Mario mau jemput budhe dan adek untuk saya bawa ke sana. " Balas Mario.
"Wah Raisha jadi bisa ikut kak kalau seperti itu. Kan Raisha selesai UAS besok Jum'at. " Raisha pun senang bisa menghantarkan kakaknya.
"Alhamdulillah dek. Nanti kita beli hantaran lainnya di sana aja budhe biar tidak ribet bawanya dari sini. " Saran Mario.
"Boleh Le, tapi saran budhe kita berangkat ke asramamu hari Jum'at saja setelah si genduk selesai UAS. Jadi biar persiapan nya maksimal." Budhe pun ikut memberikan sarannya.
"Apalagi kan calon mertua mu orang besar Le, budhe juga pingin buatin mereka kue. Kan kue budhe terkenal enak. " Tambah budhe dengan memuji dirinya.
. "Hahahah.... betul budhe. Pokoknya kue bikinan budhe yang ter the best dah nggak ada tandingannya. " Puji Raisha yang menampilkan 2 jari tangannya.
"Baik budhe ku sayang, pasti keluarga Dan Irsyad akan menyukai kue bikinan budhe." Mario pun ikut menimpali.
__ADS_1
Dan percakapan mereka berakhir dengan canda dan tawa yang memenuhi ruang keluarga mereka yang biasanya sepi hanya ada budhe dan Raisha saja.
**
Hari Jum'at pun tiba. Mario membawa Budhe dan Raisha adiknya untuk menuju ke asrama dimana Mario bertugas.
Mereka berangkat menuju kota P dengan memakai jasa travel karena lebih memudahkan mereka membawa barang bawaan. Mereka berangkat tepat habis dhuhur setelah Raisha pulang dari kuliah.
Perjalanan pun butuh waktu 3 jam. Mario tampak sangat bersemangat untuk kembali ke tempat tugasnya. Tak ada wajag dingin yang terpancar di wajah tampannya.
"Cie... cie, yang bentar lagi mo melamar cinta monyetnya dari tadi senyum-senyum terus. " Goda Raisha kepada Mario yang duduk di tengah-tengah antara dirinya dan budhe.
"Apaan sih dek. " Jawab Mario dengan wajah yang memerah karena malu akan godaan adiknya.
"Eh lihat deh budhe wajah kakak memerah, cie kakak bisa malu-malu kucing juga. " Raisha pun tambah menggoda kakaknya.
"Biarin nduk, besok pasti waktu lamaran kakakmu adem panas. Dan pastinya dia nggak bisa senyum dulu. " Budhe pun ikut menimpali untuk menggoda Mario.
"Wah budhe malah ikut-ikutan. " Mario pun pura-pura cemberut.
Raisha dan budhe pun sangat gemas dengan sikap Mario saat ini. Beda dari biasanya yang tampak gahar dan galak, tapi saat ini tampak lucu dengan bibir yang dia manyunkan mirip anak kecil yang sedang ngambek.
Perjalanan saat ini tampak cepat karena di isi dengan candaan dan percakapan antara 3 orang tersebut. Akhirnya mereka pun sampai di depan asrama Mario. Mario mengajak budhe dan adiknya untuk masuk kedalam. Tidak lupa Mario menenteng 2 kardus di kedua tangannya dan tas ransel yang berada di punggungnya sudah nampak pulang dari mudik. Sedangkan Raisha membawa koper yang berisi pakaiannya dan budhe.
"Sore Dan. " Sapa salah satu petugas yang berjaga di pos depan.
"Selamat sore bang. " Balas Mario dengan ramah.
"Ya bang, mumpung dapat cuti. " Balas Mario.
"Oh ya ini buat cemilan waktu jaga bang. " Mario pun menyerahkan 1 kresek makanan yang di bawa Raisha.
"Wah Terima kasih Dan, ini malah merepotkan. "
"Nggak bang, kalau begitu kami masuk dulu. " Pamit Mario.
"Silahkan dan, atau perlu kami antar? " Ucap petugas yang lainnya.
"Tidak usah bang, kami ingin jalan kaki biar adik dan budhe saya lihat-lihat suasana di sini. " Tolak Mario.
Mario, Raisha dan budhe pun berjalan menuju mes yang di peruntukkan untuk Mario. Tampak bangunan yang sama catnya yang berjajar. Ada perbedaan luas dan letak antara asrama untuk perwira, bintara maupun tantama maupun asrama untuk para bujang yang belum menikah.
Di tengah jalan, ternyata alex lewat karena habis menemui Danki untuk preparing kegiatan esok hari. Apalagi hari Jum'at terkenal dengan kegiatan Jum'at bersih. Biasanya di hari ini, ada acara senam bersama antara bapak-bapak maupun ibu-ibu persit.
"Wah sudah pulang Dan? " Tanya Alex setelah memarkirkan sepeda motornya.
"Iya ni Lex. " Jawab Mario.
__ADS_1
"Kamu dari mana ini? " Tanya Mario
"Habis dari rumah Danki. " Balas Alex dengan melihat ke arah Raisha. Raisha yang di perhatikan oleh Alex pun menjadi salah tingkah.
Mario yang melihat adiknya yang di perhatikan oleh Alex pun menegurnya.
"Matanya itu di kondisikan. " Ucap Mario kepada Alex.
"Heheh.. maaf Dan. " Jawab Alex cengengesan dengan menahan malu karena ketahuan memperhatikan Raisha.
"Soalnya dek Raisha sekarang udah besar ya, beda sama waktu pertama saya ketemu dulu. " Elak Alex.
"Heheh... iya bang Alex. " Raisha pun menjawab dengan grogi.
Budhe pun tersenyum memperhatikan interaksi antara Alex dengan Raisha yang tampak malu-malu.
"Eh sampai lupa, Assalamu'alaikum budhe bagaimana kabarnya? " Sapa Alex kepada budhe Retno. Dulu dia pernah di ajak Mario mudik ke rumahnya, sehinga dia juga kenal dengan budhe Retno.
"Alhamdulillah sehat nak Alex, nak Alex bagaimana kabarnya. wah sekarang tambah ganteng ya. " Jawab budhe dengan memuji Alex.
"Wah budhe bisa saja. " Alex tersenyum kikuk.
"Ngobrolnya di lanjut nanti, ini saya sudah capek membawa barang di tangan kanan dan kiri saya. " Protes Mario.
"Ya sudah sini saya bantu bawa, dan budhe sekalian saya antar ke rumah Dan Mario. " Ajak Alex.
"Ya budhe, budhe ikut Alex saja biar saya dan Raisha yang jalan. " Mario pun membenarkan ajakan Alex.
"Ya sudah kalau begitu budhe ikut nak Alek. Itu barang bawaannya biar budhe bawa satu. " Balas budhe.
"Dan itu biar kopernya saya bawakan dek, kasihan cantik-cantik bawa barang berat. " Alex pun sedikit modus ke Raisha. Dengan senang hati dia mengambil koper dari Raisha.
"Nggak ngrepotin bang? " Tanya Raisha yang sungkan.
"Santai dek, itu ringan kok. " Jawab Alex dengan tersenyum.
"Wah mulai modus ni. Awas dek jangan termakan gombalannya. " Mario pun ikut menyindir Alex.
"Welah, usaha dikit nggak pa-pa Dan. " Jawab Alex dengan Pdnya.
Mario dan budhe pun tersenyum melihat gelagat dua orang yang berbeda jenis kelamin tersebut. Kemudian, Alex mengajak budhe untuk naik sepeda motornya untuk menuju ke mess Mario. Sedangkan Mario dan Raisha tetap berjalan dengan santainya.
****
Siapa yang penasaran di acara Aira???
Lamaran Aira insya Allah di episode besok ya.
__ADS_1
Semoga menghibur 😇😇😇
Jangan lupa baca juga cerita Tisha dan Adyan ya. 🙏🙏🙏😇