
Happy Reading.......
"Hari ini dokter ada ketemu nggak sama dia, sepertinya dokter udah kangen tu. " Goda Jenni kembali.
Aira pun tersenyum. Dan tak mereka duga ada seseorang yang masuk ke tempat pemeriksaan.
"Siapa yang kangen? " Ucap Kevin yang tiba-tiba muncul di sana.
"Astagfirullah, ngagetin aja dokter Kevin ini yang tiba-tiba muncul di sini. " Ucap Jenni yang kaget dengan kemunculan Kevin.
"Maaf kalau saya buat kalian kaget. " Kevin meminta maaf dan merasa tak enak dengan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
Aira hanya melihat sekilas dan pura-pura mengerjakan kerjaannya.
"Oh ya tadi kok saya dengar ada yang kangen seseorang, siapa itu? " Tanya Kevin yang penasaran karena sekilas dia mendengar pembicaraan kedua wanita di dalam.
"Oh itu, saya dokter yang kangen sama pacar saya. " Celetuk Jennie yang menyelamatkan Aira. Karena dia tahu dokter Kevin selalu berusaha mendekati Aira.
"Baru juga di tinggal dokter Anton di desa sebelah sudah kangen saja Sus? " Cetuk Kevin yang menggoda Jenni.
"Ya biarin dong dok namanya juga lagi kasmaran. Untung kita berdua jadi relawan bersama jadi tiap hari bisa dekat-dekatan. " Jenni pun menjawab Kevin.
"Wah enaknya ya Sus, coba itu juga bisa terjadi sama aku Sus pasti tiap hari bahagia selalu bisa selalu melihat pujaan hati. " Ucap Kevin dengan pandangan matanya mengarah ke Aira.
Sedangkan Aira tak menanggapi ataupun mendengar omong kosong yang di ucapkan Kevin.
"La itu tiap hari di intilin sama ceweknya, sampai ke mana-mana berdua dok. " Jenni pun membalas ucapan Kevin.
"Siapa? Tanya Kevin. " Yang sering ngintilin aku kan dokter Nayla, maksud suster Jenni pujaan hati aku dokter Nayla? " Tanya Kevin.
"Yailah dok, kalian itu udah cocok deh. Ke mana-mana berdua terus. "
"Tapi sayangnya kami nggak ada hubungan apa-apa kecuali rekan kerja. " Jawab Kevin dengan tegas. Karena selama ini dia mengganggap Nayla sebagai rekan kerja saja tak lebih.
"Wah dokter Kevin jahat banget deh. " Ucap Jenni dengan mendudukkan tubuhnya di samping Aira. "Padahal aku lihat ya dok, dokter Nayla itu suka sama dokter. Apa coba kekurangan dokter Nayla dia udah cantik dan pintar loh dok. " Jenni mencoba membela Nayla karena dia merasa kasihan dengan Nayla.
"Namanya juga hati Sus, tak bisa di paksakan." Kevin menjawab dengan entengnya.
"Yang aku suka itu yang ada di sini tu Sus, coba kalau dia sedikit kasih kesempatan padaku pasti bahagia banget hati ini. " Kevin menjawab sedikit meyindir Aira. Kevin dari tadi tak pernah lepas memperhatikan Aira. Aira hanya menjadi pendengar saja tanpa menimpali.
"Maksudnya dokter Aira? " Tanya Jenni memastikan.
__ADS_1
"Sayangnya dokter Aira tak mau membuka hatinya ni Sus, gimana dong? " Tanya Kevin.
"Sayangnya dokter Aira udah ada yang punya dok, bentar lagi dia udah sold out. " Celetuk Jenni.
"Suster Jenni... " Panggil Aira memperingatkan.
"Upz... maaf dok. " Jawab Jenni dengan menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Maksud suster? " Tanya Kevin memastikan kabar yang dia dengar.
Tring.....
Handphone Aira berbunyi tanda pesan masuk.
Aira yang mendengarnya, segera mengambil HP di di dalam jas putih kebanggaannya dan mulai membukanya.
Ketika Aira melihat dan membaca nama yang muncul di depan layar hanphonenya tersenyum simpul.
"Assalamu'alaikum bidadari ku, sudah istirahat kah? " Isi pesan yang masuk di hp Aira.
"Walaikum salam calon imamku, alhamdulillah udah. Kamu bagaimana? " Balas Aira dengan senyum yang tak lepas dari bibir munginya.
Tak perlu menunggu lama, Hpnya kembali berbunyi.
"Boleh, aku siap-siap dulu ya. " Balas Aira.
"Siap ibu komandan. Aku tunggu di kantin ya calon makmum ku. 😘😘😘"
"Siap Komandan 😍". Aira membalas terakhir dan kemudian dia memasukkan kembali gawainya ke dalam jasnya.
Kevin dari tadi memperhatikan Aira yang tersenyum ketika membuka Handphone nya. Ada rasa cemburu di hati nya ketika melihat Aira tersenyum tak seperti biasanya ketika membuka gawainya.
" WA nan sama siapa dia kok senyum-senyum sendiri. " Batin Kevin yang tak lepas memperhatikan Aira.
"Sus, saya istirahat dulu ya. " Pamit Aira setelah membereskan kerjaannya.
"Baik dokter. " Jawab Jenni dengan tersenyum samar. Dia tahu pasti Aira baru saja mendapat pesan dari sang pujaan hati. Dalam hatinya, dia ikut merasakan kebahagian yang sedang di rasakan Aira.
"Wah kebetulan dokter Aira, mari kita makan siang bareng. Saya juga kesini untuk mengajak dokter Aira makan siang bersama. " Ajak Kevin yang belum mau berhenti untuk mendekati Aira.
"Maaf dokter Kevin, saya sudah ada janji dengan seseorang. " Tolak Aira dengan halus. Meskipun ia merasa tak enak hati dengan Kevin, tapi dia lebih baik bicara terus terang agar tak ada kesalah pahaman yang lebih dalam dengan Nayla.
__ADS_1
"Wah, Sedang ada janji bersama siapa dokter? " Tanya Kevin yang ingin tahun siapa gerangan yang bisa mengajak Aira makan siang bersama.
Aira pun hanya tersenyum tanpa membalas pertanyaan Kevin. Aira pun bangkit dari duduknya untuk keluar dari tempat pemeriksaan.
"Mari Sus, dokter Kevin saya duluan. " Pamit Aira dan mulai melangkahkan kakinya ke luar.
"Sus? " Panggil Kevin yang masih duduk di tempatnya.
"Ya dok? " Jawab Jenni tanpa melihat ke arah Kevin karena sedang melanjutkan merapikan berkas nama pasien yang datang periksa.
"Suster tahu nggak?...."
"Nggak." Sela Jenni memotong pertanyaan Kevin.
"Ish..... " Kevin sedikit jengkel karena ucapannya yang belum selesai di sela Jenni.
"Makanya dengerin dulu. Aku belum selesai bertanya. " Tambah Kevin.
"He.... " Jenni pun cengengesan tanpa rasa bersalah. " Maaf dokter. "
"Kalau boleh tahu sebenarnya dokter Aira ada janji makan siang sama siapa kah? " Kevin kembali melanjutkan pertanyaan nya.
"Dokter Kevin kepo ya.... " Jawab Jenni dengan menunjuk Kevin dengan jari tangannya untuk menggoda Kevin.
"Ish.... menyebalkan. " Guman Kevin pelan yang hanya bisa di dengar oleh Kevin saja.
"Tinggal jawab aja Sus, jika suster tahu. " Ucap Kevin yang mulai kesal. Tapi ia masih berusaha menahan kekesalannya..
"Sayangnya saya tidak tahu dokter, kan itu urusan pribadi dokter Aira. Jadi, saya tak berhak ikut campur. " Balas Jenni.
"Jika dokter Kepo dan penasaran, mending cari tahu sendiri saja. " Tambah Jenni.
"Kalau begitu saya juga pamit ya dokter Kevin, saya juga mau istirahat dulu. " Pamit Jenni. Dia tak mau berlama-lama di sana pasti akan di cecar dengan pertanyaan kepada Kevin.
"Mending gue menghindar aja, malas banget di sini. " Guman Jenni.
"Ya, Aku juga mo pergi dari sini. " Jawab Kevin ketus. Dia pun pergi dari sana dengan perasaan penasaran dan kesal karena tak isa mengajak Aira makan bersama.
************
Assalamu'alaikum kakak-kakakku, mohon maaf ya baru bisa up. Karena author juga butuh hiburan dan ide untuk menulis makanya dari tadi siang lagi maraton nonton film descendants of the sun🤭🤭. **Ini baru sempat untuk menulis. Dan mohon maaf jika part ini pendek yang penting udah di usahain up. 😊😊😊
__ADS_1
Dan satu lagi, selamat tahun baru 2021 ya, semoga di tahun depan kita selalu di limpahkan rizki maupun kebahagiaan. Tetap stay at home and keep your healthy ya. 😘😘😘
Happy New Years 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳😘**