Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Kemarahan seorang ayah..


__ADS_3

Happy Reading....


🌿🌿🌿🌿


"Selamat siang komandan. Izin menyampaikan hasil investigasi saya, ternyata mbak Aira tidak terjatuh sendiri, tapi hasil CCTV yang sudah saya periksa mbak Aira di dorong oleh Jasmine adik dari Dan Jordan sehingga membuat mbak Aira pendarahan. " Isi pesan dari bang Beno. Dia memang ajudan yang bisa di andalkan. Baru berapa menit, dia sudah bisa menemukan pelaku yang sudah menyakiti putrinya.


Deg....


Wajah ayah Irsyad berubah garang dengan rahang mengeras menahan amarah di dadanya.


"Dasar perempuan iblis. " Ucap ayah Irsyad dengan wajah penuh amarah.


"Ayah ada apa? " Bunda Salma pun mengerutkan dahinya karena kaget mendengar sang suami mengumpat pelan. Meskipun beliau tidak mendengar umpatannya.


"Nggak papa bun, bunda disini dulu. Ayah ada kepentingan sebentar, nanti setelah selesai ayah akan kesini lagi. Bunda tolong jaga kakak dan cucu kita. " Pintar Ayah Irsyad dengan masih menyembunyikan apa yang terjadi.


"Baik yah, itu sudah menjadi kewajiban bunda yah. Tanpa di minta ayahpun, bunda akan tetap disini. " Balas bunda Salma dengan lembut. Beliau sebenarnya tahu jika ada sesuatu yang di sembunyikan sang suami dari gelagat dang suami yang tampak sedang menahan amarahnya. Tapi, beliau akan memberikan ruang untuk ayah Irsyad agar nanti beliau bercerita sendiri.


. "Ayah hati-hati di jalan. Nanti jika kakak sudah di pindah di ruang pemulihan, bunda kabarin ayah. " Ucap bunda Salma sebelum melepaskan kepergian sang suami.


"Siap bun, kalau begitu ayah pergi dulu. Pamit ayah Irsyad kembali dengan mencium dahi sang istri. Bunda Salma pun tidak lupa mencium tangan kanan ayah Irsyad sebagai tanda bakti beliau.


Ayah Irsyad pun berjalan keluar dari klinik. Ayah Irsyad berjalan sedikit cepat agar beliau bisa segera sampai di parkiran dengan menahan amarah yang sudah memuncak.


"Kita ke markas ******, segera. " Ayah Irsyad memerintahkan sang supir dengan suara dinginnya.


"Siap Dan. " Jawab supir tersebut. Bang Joko pun kaget dengan sikap sang atasan. Selama 1 2 tahun bekerja dengan ayah Irsyad, baru kali ini bang Joko melihat wajah garang dari atasannya.


"Apa bapak sedang ada masalah. Tumben beliau bersikap dingin tak seperti biasanya. " Ucap bang Joko di dalam hatinya. Dia hanya mampu melirik sang atasan dari spion depan dengan wajah menengok ke samping dimana ada rekannya Ranto yang menjadi ajudan Ayah Irsyad. Mereka hanya memainkan alis dan mata untuk berkomunikasi.


"Tumben bapak sikapnya dingin.Apakah kamu tahu penyebabnya? " ucap bang Joko ke pada Ranto melalui signal matanya.


"Aku juga nggak tahu bang, baru kali ini juga aku lihat bapak semarah ini. " Jawab Ranto dengan mengedikkan bahunya sebagai tanda dia juga tidak tahu.


Setelah menempuh perjalanan 15 menit karena jalanan sedikit macet, mereka pun telah sampai di tempak bertugas Mario. Semua orang kaget karena melihat kedatangan salah satu orang terpenting di kesatuannya dengan tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan ataupun pengawalan yang ketat.


Mereka yang sedang bertugas, merasa sedikit takut. Apalagi karena mereka sedang asyik mengobrol di saat jam kerja mereka.


"Selamat siang Dan. Selamat datang di Yon ****." Ucap salah satu orang dengan memberikan penghormatan kepada ayah Irsyad.


"Siang." Jawab ayah Irsyad singkat. Beliau pun segera masuk ke dalam ruangan yang di gunakan sebagai kantor.

__ADS_1


Sama halnya dengan petugas yang ada di depan, yang bekerja di dalam pun sama kaget dan takut. Mereka mengira akan ada sweeping dadakan dari atasannya untuk menilai kinerja kerja mereka.


"Apakah Mayor Jordan ada di dalam? " Ayah Irsyad bertanya kepada salah satu petugas.


"Siap, ada Dan. " Jawab dia dengan sikap hormatnya.


Ayah Irsyad pun segera masuk kedalam ruangan Jordan. Sang ajudan siap siaga ada di belakang ayah Irsyad untuk mendampingi beliau. Tanpa di suruh, diapun segera mengetuk pintu depan ruangan Jordan.


"Ya masuk. " Balas seseorang yang ada di dalam ruangan.


Sang ajudan pun segera membuka pintu agar atasannya bisa masuk kedalam.


Deg....


Mayor Jordan pun kaget dengan kedatangan ayah Irsyad di kantornya setelah dia mendongakkan kepalanya dan sorotan matanya terarah pas sorotan mata ayah Irsyad yang tampak menahan amarahnya.


"Selamat siang Dan, mohon maaf kami tidak menyiapkan penyambutan kedatangan komandan ke markas kami. "Ucap Jordan setelah berdiri dan menghampiri ayah Irsyad.


" Saya tidak ingin berbasa-basi dengan anda Mayor Jordan. Saya tidak perlu adanya penyambutan. "Jawab ayah Irsyad tegas dan dingin.


Jordan pun kaget mendengar jawaban sang atasan. Dia belum tahu apa penyebab kedatangan ayah Irsyad menemui dirinya secara tiba-tiba.


" Sebuah jabatan itu adalah sebuah amanah yang akan kita pertanggungjawabkan di akhirat nanti. "Ayah Irsyad memulai pembicaraan.


Jordanpun masih belum paham dengan apa yang sedang di bicarakan ayah Irsyad.


"Saya ingin tanya kepada Anda Mayor Jordan, jika ada seseorang yang melukai atau menyakiti adik,kakak atau keluarga yang sangat anda sayangi, apa yang akan anda lakukan? "ucap ayah Irsyad kembali dengan to the point.


"Siap, saya akan membalas perbuatannya itu Dan. "Jawab Jordan dengan tegas.


" Kalau begitu, apa anda tahu perbuatan adik tercinta anda? "


Deg.....


Jordan semakin tak paham maksud ayah Irsyad.


"Mak.... maksud komandan a... a.... adik saya ada apa? " Jordan semakin tergagap ketika mendengar ayah Irsyad menyebutkan adik. Apa telah terjadi apa-apa dengan adiknya? atau apa adiknya sudah berbuat hal yang buruk? mengapa komandannya bisa tahu tentang adiknya. Itulah pertanyaan yang ada di benaknya saat ini.


"Ban, buka video yang baru saja saya kirim dan serahkan pada Mayor Jordan. " Perintah ayah Irsyad tegas.


"Siap Dan." Banipun segera mengambil hpnya dan membuka isi pesan yang di kirim ayah Irsyad. Menang ada 1 video yang baru ia terima. Dia pun segera mendownloadnya. Tak berselang lama video sudah ter-Download sempurna. Bani segera menghampiri Jordan untuk memutarkan video itu. Sedangkan ayah Irsyad duduk di kursi dengan melipatkan kedua tangannya dengan santai.

__ADS_1


Video pun di putar. Tampak ada seorang wanita hamil dan berkerudung berjalan di area asrama. Tak berselang lama, ada seorang wanita berambut panjang menghampirinya dengan menghadang jalan wanita berhijab. Dan Jordan kenal siapa wanita itu.


Deg.....


"Jasmine.... " Ucap Jordan dalam hatinya. Dia semakin yakin jika adiknya sudah melakukan sesuatu.


"Apa yang sudah ia perbuat.Harusnya aku dengerin kata Sarah untuk tidak memanjakan dia meskipun dia tahu masa lalu diriku. Dan mungkin saat ini sudah tamatkah riwayatku karena ulahnya? " Jordan semakin takut hingga banyaknya butiran keringat keluar di wajahnya.


Dan........


Tubuh Jordan menjadi lemas seketika ketika melihat adiknya dengan tega mendorong wanita berhijab itu yang belum terlihat wajahnya sehingga Jordan tidak tahu siapa ia gerangan karena Aira membelakangi CCTV.


"Sudah tahu maksud saya apa sekarang?"


"Siap, tahu Dan. " Jawab Jordan dengan tegas meskipun dalam hatinya sudah ketar ketirketir dengan nasib jabatannya.


"Dan anda tahu siapa perempuan yang sudah di dorong adik anda? " Tanya ayah Irsyad kembali.


"Siap, tidak Dan. " Jawab Jordan dengan jujur.


"Yang adik anda dorong adalah Aira istri dari letnan Mario putri saya. Apa anda tidak tahu jika perbuatan adik anda berakibat fatal sehingga membuat putri saya pendarahan dan melahirkan bayi nya tidak di waktunya." Ucap ayah Irsyad dengan amarah.


Deg....


Wajah Jordan semakin pias ketika mendengar perkataan ayah Irsyad.


"To.... tolong maafin adik saya Dan. " Akhirnya Jordanpun berlari menghampiri ayah Irsyad dengan menangkup kan kedua tangannya untuk meminta maaf.


"Seharusnya anda mendidik adik anda dengan baik. Bukan malah memanjakan dia hingga mencelakai orang lain." Ucap ayah Irsyad kembali dengan amarahnya.


"Dan satu lagi, saya sangat kecewa dengan anda karena sudah membiarkan adik anda untuk berusaha menghancurkan rumah tangga anak saya, jika dari awal saya tahu masalah ini pasti anak dan cucu saya tidak akan mengalami hal yang tak mengenakkan ini. "


"Ma... afkan saya pak. Saya berjanji akan menasehati adik saya. " Jordapun memohon kepada ayah Irsyad.


"Anda sudah terlambat. Seharusnya anda dari dulu menasehati adik anda. Atau karena masa lalu anda hingga membuat Anda memanjakan adik anda untuk menutupi kebobrokan anda yang gila jabatan? "


Deg....


🌿🌿🌿🌿🌿


Assalamu'alaikum. Marhaban ya Ramadhan Selamat Berpuasa bagi kesayangan-kesayangan Aira dan Mario yang menjalankannya. Mohon maaf ya jika selama ini ada kata-kata author yang tidak enak. Dan semoga tahun ini kita bisa melewati puasa ini penuh keberkahan. Dan maaf ya sekarang jarang up karena beberapa hari ini keadaan lagi kurang fit dan banyaknya kerjaan yang menumpuk di dunia nyata. Semoga setelah ini bisa up lagi dengan rutin. Terimakasih atas dukungan dan kakak2 yang masih setia menunggu cerita author. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

__ADS_1


InsyaAllah bulan ini akan ada kejutan. Di tunggu ya. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


__ADS_2