
Happy Reading...
🌹🌹🌹🌹
Mereka pun berganti gaya sampai beberapa kali untuk membuat foto yang bagus dan bisa mereka gunakan sebagai status berpisah dengan dokter kesayangan mereka.
"*Terima kasih Ya Allah Engkau pertemukan hamba dengan sahabat-sahabat yang baik selama ini. " Ucap Aira dalam hatinya dengan melihat teman-teman nya yang sedang asyik bergaya di kamera bersama dirinya.
Setelah selesai sesi pengambilan gambar untuk perpisahan Aira, semua sahabat Aira di sini sudah kembali ke ruangan mereka masing-masing untuk bertugas.
"Pasti aku akan kangen banget deh dok besok. " Ucap Jenni yang masih berada di ruangan Aira karena dia membantu Aira.
"Aku juga pasti kangen sama suster dan suasana disini, tapi ini udah konsekuensi yang harus aku ambil Sus. " Balas Aira dengan wajah sedikit murung.
"Jangan sedih dong dok, maaf kalau perkataan aku malah buat dokter jadi sedih. " Ucap Jenni yang merasa membuat Aira berubah sedih.
"Suster nggak salah kok, tapi memang cukup berat sih duk harus meninggalkan rumah sakit ini. Kan suster tahu sendiri, aku udah lama disini dan banyak sahabat-sahabat yang baik sama aku. Besok, aku akan mulai beradaptasi lagi dengan lingkungan baru di asrama suamiku. Entah apakah aku bisa cepat beradaptasi atau tidak. "Jelas Aira.
" Pasti cepat kok dok, kan dokter orangnya humble pasti banyak ibu-ibu di sana yang suka sama dokter seperti disini. "Jawab Jenni memberikan semangat untuk Aira.
" Amin, Terima kasih Sus. "Aira pun tersenyum menjawab do'a dari Jenni.
__ADS_1
Meskipun Aira tumbuh di lingkungan asrama, di mana dulu ayahnya bertugas dan berpindah-pindah, Aira sudah paham cara beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi saat ini situasinya beda, sekarang dia sudah menjadi nyonya Mario, seorang perwira yang pasti punya jabatan di tempat bertugas. sehingga tindak tanduknya pasti menjadi sorotan banyak orang. Apalagi, peraturan di dunia militer sangatlah ketat. Bahkan sang istri harus menjaga kehormatan suaminya di manapun. Sampai ada beberapa kasus yang menimpa istri seorang prajurit dimana ia menulis status hingga menggemparkan dunia sosial, bukan sang istri yang mendapat hukuman tapi sang suami lah yang akan mendapat hukuman dan konsekuensi yang sudah di lakukan istrinya. Mereka di anggap tidak becus dalam mendidik istri mereka.
Itu juga yang menjadi bahan pembelajaran Aira. Dia belajar juga dari sang bunda bagaimana beliau menyikapi setiap orang yang berada di lingkungan yang berbeda. Seperti di asrama, pasti tidak hanya dari Jawa saja. Tapi dari sabang sampai Merauke akan berkumpul di sana.
"Kak, hidup di asrama itu berbeda dengan hidup di desa ataupun perumahan seperti ini. Disana, terkadang kita menganggap mereka baik, tapi ternyata di belakang kita mereka tak baik. Apalagi jika ini menyangkut jabatan suamimu, pasti ada beberapa orang yang tak suka. Jadi, kakak sebagai istri harus menjaga nama baik nak Mario dan dukung dia nak meskipun suatu saat pasti akan ada badai yang menghadang kalian. Dan semakin tinggi pangkat dan jabatan suamimu, pasti banyak juga perempuan yang mencoba menggodanya. Tinggal kamu harus nyari cara bagaimana cara suamimu tak melirik yang lain. Ketika ada problem, cobalah kalian bicarakan baik-baik terlebih dahulu jangan langsung berlari keluar. Seperti bunda dan ayah, kami selalu menyelesaikan masalah kami tidak lebih 3 hari agar tak berlarut-larut. Dan kita pun menyelesaikannya di dalam kamar agar anak-anak dan orang luar tak mendengar permasalahan kita. Lakukan dengan kepala dingin. InsyaAllah hubungan kalian akan selalu harmonis. "Aira pun mengingat pesan dari sang bunda sebelum dia berangkat bekerja.
**
Malam pun tiba, Aira dengan di antar Mario pergi ke restauran dekat dengan rumah sakit dimana tempat itu di sewa untuk acara perpisahan Aira.
" Bismillah dek. "Ucap Mario menggenggam tangan Aira untuk memberikan semangat.
Aira pun menengok ke arah suaminya dan tersenyum. " Bismillah. "Ucap Aira
" Selamat malam ada yang bisa saya bantu mbak dan mas. " Sapa waitress yang sedang berdiri untuk menyambut kedatangan tamu.
"Selamat malam mbak, kami ingin menghadiri acara yang di selenggarakan Rumah sakit X. " Balas Aira.
"Oh ya mari saya antar. " Ucap waitress dengan mengantarkan Mario dan Aira.
Mereka pun berjalan menuju ruang privat yang sudah di sewa khusus acara. Aira dan Mario mengucapkan terimakasih sebelum waitress pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Wah ini ni pengantin baru yang sudah kita tunggu-tunggu " Ucap dokter Anton setelah melihat kedatangan Aira dan Mario.
Aira dan Mario pun tersenyum dan ikut berbaur dengan yang lainnya. Disana sudah berkumpul beberapa dokter, staf maupun perawat yang sudah selesai shift mereka.
Airapun kaget, ternyata banyak yang datang di acara perpisahannya. Dia tidak menyangka jika banyak orang yang peduli dengan dirinya.
Acara pun dimulai setelah Aira dan suami datang. Semua tamu sudah duduk di kursi yang sudah tersedia. Acara ini adalah acara santai dimana tamu undangan duduk di meja melingkar dimana setiap meja ada 4 kursi . Saat ini, Aira dan Mario ikut duduk di samping direktur dan wakil direktur rumah sakit. Pembawa acara pun memulai acara. Dia membacakan beberapa susunan acara baik dari sambutan oleh direktur rumah sakit yang datang dan juga Aira.
"Dan acara berikutnya adalah sambutan-sambutan, sambutan yang pertama akan di sampaikan oleh bapak direktur kita bapak Wiryawan Adiguna. Kepada bapak Wiryawan adiguna, Waktu dan tempat kami sediakan. " Ucap pembawa acara.
Bapak direktur pun maju ke depan untuk memberikan sambutan.
"Assalamu'alaikum wr. wb. Salam sejahtera semuanya dan selamat malam. Yang pertama mari kita panjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita di berikan kesehatan dan keselamatan untuk dapat berkumpul di acara ini. Kedua kalinya saya ingin mengucapkan selamat untuk dokter Aira dan suami yang baru saja menempuh hidup baru. Semoga dokter dan suami selalu di berikan keharmonisan dalam berumah tangga. Dan selanjutnya, saya mewakili rekan-rekan rumah sakit X mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada dokter Aira yang sudah mengabdi dan mengembangkan rumah sakit ini. Tidak ada yang bisa menggantikan semua jerih payah dokter dan prestasi dokter sehingga membuat nama rumah sakit kita ini menjadi besar seperti ini. Kami berharap semoga dokter Aira akan selalu mengingat rumah sakit ini dimanapun dokter berada. Dan semoga dokter sukses di tempat yang baru. "Ucap pak Wiryawan yang memberikan sambutan.
Pak Wiryawan pun menutup sambutannya dan din lanjutkan Aira yang memberikan sabutannya.
" Assalamu'alaikum wr. wb. Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua. Terimakasih pak direktur yang sudah memberikan sabutannya dan do'a untuk saya dan suami. Terimkasih sudah memberikan kesempatan untuk saya selama hampir 5 tahun ini untuk mengabdi di rumah sakit ini. Tanpa dukungan maupun kesempatan yang di berikan saya disini, saya tidak akan menjadi siapa-siapa dan saya masih harus banyak belajar dari dokter senior. Dan terimakasih juga untuk rekan-rekan yang sudah hadir di acara ini, acara perpisahan saya. Saya sangat terharu karena ternyata banyak teman-teman yang hadir dalam acara ini. Acara sangatlah berkesan di hati saya. Cukup berat bagi saya untuk meninggalkan rumah sakit ini karena banyak kenangan yang saya alami di sini. Canda dan tawa selalu ada disini. Disini saya tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi disini juga saya juga mendapatkan keluarga yang selalu mensupport saya. Meskipun saya sudah tak disini, saya akan selalu mengenang dan mengingat semua nya. Izinkan saya untuk undur diri dari sini, tapi saya mohon meskipun saya sudah tidak bergabung di rumah sakit ini, tolong anggap saya masih menjadi rekan bapak dan ibu semua. Tegur saya dan hubungi saya jika ada acara yang di selenggarakan bapak dan ibu semuanya. Dan terimakasih.. "Ucap Aira dengan menitikkan air mata.
Para tamu undangan pun memberikan applaus kepada Aira. Mereka juga ikut menitikkan air mata karena akan berpisah dengan rekan yang sangat luar biasa seperti Aira.
Mariopun mengangkat satu jempol tangannya untuk memberikan semangat kepada sang istri.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹