Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Sang Penyelamat


__ADS_3

Happy Reading...


🌿🌿🌿🌿


"Mas mau jelasin apa, mas mau bilang sudah mengkhianati adik, gitu? " Jawab Aira dengan suara meninggi tak seperti biasanya.


"Dek, itu semua tidak benar dek. Mas nggak pernah mengkhianati adik sama sekali. Tolong percaya sama mas. " Mario pun berusaha menjelaskan semuanya. Dia sangat takut jika sang istri meninggalkan nya.


"Adik boleh mukul mas, mo nampar mas silahkan dek. Tapi tolong jangan pergi dari sini. Mas bersumpah dek, mas nggak pernah mengkhianati adik. Mas hanya cinta sama adik." Ucap Mario kembali dengan menitikkan air mata.


"Terus, pesan tadi malam dan tadi apa mas, malam-malam ada yang WA mas dan menagih janji mas. Apa itu kurang cukup buktinya? dan tadi mas juga bertemu dengan dia bahkan kalian mengobrol dengan santainya. Apa itu juga bukan sebuah bukti? " Airapun masih belum menerima penjelasan Mario.


"Mas nggak pernah memberikan nomor mas ke dia dek, mas juga tidak pernah berjanji dengan dia. Memang kemarin kami sempat bertemu ketika mas ke tempatnya wadanyon dan dia berada disana. Kemarin dia merengek ke abangnya agar aku mau menemaninya pergi ke acara temannya. Tapi mas bersumpah tak pernah mengiyakan dek."


"Entahlah mas, Aira belum percaya sama mas. Biarkan Aira ke rumah ayah. Aira pingin nenangin diri. " Ucap Aira. Entah beberapa hari ini dia merasakan perasaannya lebih sensitif dari biasanya.


"Dek, tolong ke rumah ayah dek. Mas tidak mau ayah dan bunda salah sangka terhadap mas. " Pinta Mario kembali dengan memelad. Dia pun memegang tangan sang istri serta tangan yang satu menahan koper Aira.


"Kita selesai masalah ini di rumah ya dek, adik sudah janji dulu jika kita akan selesaikan masalah rumah tangga kita berdua. " Bujuk Mario kembali.


"Mas tolong izinin Aira untuk ke rumah ayah, adik lagi pingin sendiri. Tolong hargai keputusan Aira. " Jawab Aira dengan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman suaminya.


"Tolong dek jangan seperti ini dek. " Mario masih berusaha membujuk Aira kembali. Mereka berdua pun saling tarik menarik koper hingga membuat Aira marah dan langsung melempar kopernya ke lantai.


Aira pun berjalan menuju ke kamar untuk menghindari sang suami. Dia segera menutup pintu dan menguncinya. Aira pun luluh di lantai dengan menangis. Dia masih tak ingin mempercayai perkataan Mario. Hatinya sakit. Sama dengan Mario yang tampak sangat kacau. Dia berusaha mengetuk pintu kamar agar sang istri membukanya.


Dok... dok... duk..


"Dek, tolong buka pintunya dek. Mas nggak pernah bohohin adik apalagi berkhianat ke adik. " Ucap Mario kembali.


Aira pun hanya diam dengan menahan tangisannya agar tak di dengar ke luar.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum." Ucap seseorang dari luar.


Mario pun berhenti mengetuk pintu untk melihat siapa yang bertandang ke rumahnya. Dia sudah tak melihat penampilannya yang acak-acakan dengan rambut berantakan. Tak seperti Mario biasanya.


"Waalaikum salam. " Jawab Mario dengan lesu.


"Wah kenapa ini kaka ipar kok lesu banget. Dan tumben ni penampilan nya berantakan banget. " Ucap Alex setelah masuk ke dalam rumah Mario. Untung yang datang dia, coba kalau atasan atau tetangga yang lain, pasti Mario akan menjadi bahan olokan sampai penjuru asrama.


"Istriku marah Lex, dia mau pulang ke rumah. " Jawab Mario dengan menundukkan kepalanya.


"Loh kok bisa? " Alex pun kaget sampai Aira mengambil keputusan seperti itu.


Mariopun menceritakan semuanya ketika tadi ia di samperin oleh Jasmine dan mereka sempat berbicara dan tanpa di duga Aira melihatnya. Aira menganggap bahwa dirinya telah mengkhianati Aira.


"Wah, itu cewek memang parah banget. Mentang-mentang dia adik atasan kita bisa-bisanya dia berbuat seperti itu. Gue yakin seratus persen bahwa memang dia ingin merusak rumah tangga kalian. Itu sudah tidak bisa di biarkan. Tu juga Dan Jordan nggak bisa tegas sama adiknya, padahal di juga tahu kamu sudah menikah. Niatnya sudah tidak baik itu. "Jawab Alex yang juga merasa kesal dengan kelakuan Jasmine.


" Sekarang Aira tidak mau mendengarkan aku Lex, dia tidak percaya lagi padaku. "Ucap Mario dengan frustasi. Rasanya kepalanya sudah ingin pecah. Lebih baik dia melawan penjahat daripada di musuhi dan didiamkan oleh sang istri.


" Baik Lex, terimakasih atas bantuannya. Kamu datang di waktu yang tepat. "Mariopun berterimakasih dengan usul Alex.


" Udah menjadi kewajibanku sebagai sahabat bro, aku akan bahagia jika melihat kalian juga bahagia. Sekarang dokter Aira dimana? "


"Dia lagi di kamar. " Jawab Mario.


"Yaudah ayo kita kesana. " Ajak Alex.


Mereka berdua pun berjalan menuju ke kamar. Setelah sampai Alexpun mencoba mengetuk kamar Mario.


"Tok... tok... tok.... "


"Dokter Aira mohon maaf mengganggu dokter, ini ada rekan saya yang terluka apa dokter bisa membantu kami? " Bohong Alex agar Aira mau membuka pintunya.

__ADS_1


Mariopun mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Alex.


"Hush, ini taktik biar dia keluar. " Ucap Alex pelan yang paham dengan kebingungan Mario.


Aira yang mendengar suara Alexpun menjawab. Apalagi ini berhubungan dengan masalah kemanusiaan, hati Airapun langsung bergerak.


"Iya bang Alex bentar. " Jawab Aira dengan menghapus air matanya. Dia pun berkaca sebentar untuk merapikan penampilannya agar Alex tak curiga dengan permasalahan yang sedang ia hadapi dengan sang suami.


Ceklek....


Pintu pun terbuka dan Aira ingin menutup pintu kembali ketika ia melihat wajah Mario ada di depannya.


"Dokter Aira, biarkan saya ikut menjelaskan. " Ucap Alex dengan menahan pintu agar tak di tutup Aira kembali.


"Beri saya waktu sebentar saja. " pinta Alex.


Aira pun mengangguk dan berjalan menuju ke ruang tamu dengan di ikuti Mario dan Alex di belakangnya.


"Bang Alex mo bicara apa. " Ucap Aira sedikit dingin.


. "Tolong dengerin penjelasan saya terlebih dahulu, nanti setelah ini terserah dokter mau bersikap seperti apa. "


"Silahkan." Balas Aira kembali. Sedangkan Mario hanya bisa duduk agak jauh dan melihat sang istri saja tanpa berbicara karena dia paham jika sang istri sedang tak ingin berbicara dengan dirinya.


"Nama perempuan itu Jasmine. " Ucap Alex memperkenalkan.


"Dia adik dari Dan Jordan. Sejak dulu dia memang suka dengan Dan Mario. Mungkin bukan suka tapi terobsesi untuk memiliki suami dokter. Tapi sejak dulu, Dan Mario tidak pernah menanggapinya karena sejak dulu hatinya masih terpatri nama anda. Hingga kabar terakhir setelah kalian menikah, dia menjadi frustasi dan tak mau menerima kenyataan tentang pernikahan kalian. Bukannya dia sadar dan move on, malah sekarang dia menjadi-jadi apalagi kakaknya sepertinya tak tegas dengannya. Seperti Dan Jordan selalu menuruti semua kemauan Jasmine. Dan untuk pesan yang ia kirim untuk Dan Mario, saya berani bersumpah jika Dan Mario sama sekali tak pernah berjanji dengannya, apalagi berjanji mengobrol saja tidak pernah. Itu juga sebelum kalian menikah. Jadi percayalah, jika Dan Mario tidak akan pernah menyakiti maupun mengkhianati dokter karena dia sangat mencintai dokter. "Jelas Alex dan berharap agar Aira mau mendengarkannya.


" Dan masalah Jasmine, percayalah ini adalah rencana dia yang ingin memisahkan kalian. Jika dokter pergi dari rumah, pasti dia aka merasa bangga dan bahagia. '


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2