
Happy Reading...
****
"Lihatlah dek Aisyah, putri kita baru mengarungi mahligai rumah tangga. Semoga kamu bahagia melihat kebahagiaan putri kita. " Batin ayah Irsyad dengan menghapus lelehan air matanya
Kedua mempelai itu pun saling memasang kan cincin pada jari manis mereka. Banyak tamu yang bahagia melihat pasangan pengantin baru tersebut. Meskipun ada lelehan air mata yang turun, air mata tersebut bukanlah air mata kesedihan tapi air mata kebahagian untuk pasangan tersebut.
Mario pun tersenyum melihat Aira yang tampak cantik dengan balutan kebaya putih senada dengan warna beskapnnya.
"Cantik." Puji Mario dengan memandang wajah sang istri.
. Aira yang mendengar pun tersipu malu dengan menundukkan kepalanya. Sedangkan Mario melihat istrinya yang malu merasa gemas dan ingin mencium pipi Aira yang merah merona. Tapi disini masih banyak keluarga jadi Mario menahannya.
"Kak, ajak suamimu kedalam dulu buat istirahat. Nanti malam kalian juga akan masih sibuk dengan resepsi. " Pinta bunda Salma kepada Aira.
"Tapi bun, ini masih banyak tamu. Kakak malah merasa nggak enak jika ninggalin acara. " Jawab Aira.
"Nanti biar bunda dan ayah yang menghandle. Apalagi juga ada keluarga yang akan membantu. Jadi mending kalian istirahat dulu biar nanti malam kelihatan fresh." Usul sang bunda kembali.
"Baik bun, terimakasih. Kalau begitu kami ke atas dulu. " Pamit Aira.
"Mas, ayo ke atas dulu buat istirahat. " Ajak Aira dengan memegang tangan Mario.
"Baik dek, maaf ya bun kamu ke atas dulu. " Ucap Mario yang merasa tak enak hati.
"Sudah nggak papa nak, santai saja jangan gerogi seperti itu kamu sekarang sudah menjadi bagian keluarga kami." Pintar bunda Salma kepada Mario. Beliau tersenyum melihat Mario yang gerogi.
"Iya bunda Terima kasih. " Jawab Mario dengan tersenyum.
Kedua pasangan baru itu pun saling bergandengan untuk menuju ke lantai atas dimana kamar Aira berada.
"Cie... cie bergandengan ni ye, mentang-mentang pengantin baru. " Goda Alex yang melihat Mario dan Aira bergandengan.
"Syirik bilang bos. " Balas Mario dengan ketus.
"Makanya segera nikah biar bisa pegangan tangan. " Tambah Mario lagi.
"Maunya gitu kali Dan, tapi apa daya calonnya masih sekolah jadi nunggu dulu dia sampai lulus. " Jawab Alex dengan melirik ke arah Raisha yang ada juga disana.
"Dedek Raisha jangan mudah termakan gombalan ni buaya buntung ya. " Ejek Doni memperingati Raisha.
__ADS_1
" Iya bang. " Jawab Raisha yang malu-malu.
"Sialan kamu Don, nggak usah percaya sama dia dek. Beneran deh abang Alex itu setia sama adek. " Alex pun mencoba menggombal.
Raisha pun hanya tersenyum simpul.
"Mo dekatin adikku, harus dapatin dulu restuku. Dan tak semudah itu Ferguso. " Ucap Mario dan langsung berlalu menggandeng Aira menuju kamar Aira.
. Alex pun melongo karena mendengar ucapan Mario yang tak seperti biasanya. Sekarang Mario pun sudah bisa bercanda meskipun masih dengan wajah datarnya.
"Syukurin pasti dirimu akan mendapat tantangan terberat untuk mendekati dek Raisha. " Doni pun mengejek Alex kembali.
"Adek Raisha do'ain abang ya biar mudah dan segera menghalalkan adek. " Ucap Alex merayu Raisha.
Raisha pun semakin malu mendengar rayuan Alex. Sedangkan budhe yang baru saja datang dan ikut mendengar rayuan Alex kepada Raisha, ikut tersenyum.
**
Ceklek....
Pintu kamar Aira pun di buka. Tampak kamar Aira yang sudah di rias begitu indahnya. Ada bunga-bunga yang membentuk lambang love di tengah ranjang Aira. Entah kapan kamar itu di hias sangat indahnya. Tadi ketika Aira di rias, kamar belum di rias seperti ini.
"Kok kamarnya berubah kayak gini ya mas? "Ucap Aira yang kaget melihat penampakan kamarnya saat ini.
"Belum mas. " Jawab Aira dengan polos dan masih berdiri di samping Mario. Dia merasa canggung saat ini.
Bug....
Mario pun menarik istrinya untuk duduk di pangkuannya.
Deg.... deg.....
Jantung Aira pun berdetak cepat. Dia kaget karena tiba-tiba suaminya menariknya ke pangkuan Mario dengan Aira tepat berada di depan Mario. Aira dapat mencium bau harum parfum maskulin yang di pakai Mario. Aira semakin gugup ketika Mario memeluknya dari belakang. Kini pertama kalinya mereka berada di posisi yang sangat intim.
"Dek... Terima kasih sudah mau menerima mas. " Ucap Mario yang sudah menaruh kepalanya di tulang selangka Aira yang tertutup hijab.
"I..... ya mas. Makasih juga mas sudah memilih Aira menjadi istri mas. " Jawab Aira dengan terbata-bata.
"Dek... " Ucap Mario kembali dengan membalikkan tubuh Aira untuk menghadap ke arahnya.
Dan sekarang pandangan mereka pun saling bertemu dan terkunci. Aira bisa mencium napas Mario yang berbau mint.
__ADS_1
Dengan reflek, Mario sudah mendekatkan bibirnya ke bibir Aira yang tipis. Tanpa aba-aba, Mario mulai mengecup lembut bibir Aira. Seperti ada yang menggerakkan Mario pun memperdalam kecupannya menjadi sebuah l******. Karena Aira tak membuka mulutnya, Mario pun meng***** kecil agar Aira mau membuka mulutnya. Aira pun membuka mulutnya, tanpa aba-aba Mario pun mulai menerobos masuk untuk mengeksplornya. Meskipun dengan gerakan yang amatir karena memang dia belum pernah melakukan nya.
Aira pun masih kaget dengan apa yang di lakukan suaminya. Di usinya yang sudah 26 tahun, dia belum pernah melakukan ciuman dengan lain jenis. Baru ini dia mendapatkan nya. Aira pun mulai menyeimbangi apa yang di lakukan suaminya.
Setelah napas mereka ngos-ngosan, Mario pun melepaskan ciumannya. Aira pun segera mengambil napas banyak.
"Huh... " Suara Aira yang menghembuskan napasnya.
"Terimakasih dek. " Ucap Mario yang tersenyum dan mengusap bibir Aira yang sudah basah karena saling bertukar saliva.
"Iya mas. " Jawab Aira yang malu-malu.
"Sekarang ganti baju dulu gi, habis itu istirahat biar nanti malam kita tampak segar menyambut para tamu. " Pintar Mario kepada Aira.
Aira pun mengangguk dan berdiri dari pangkuan Mario untuk duduk di depan meja rias nya. Aira mulai melepas aksesoris di hijabnya.
Melihat sang istri yang kesulitan, Mario pun ikut berdiri dan berjalan ke arah Aira. Dengan sigap, Mario pun membantu melepas jarum pentul yang tertancap di hijab Aira. Tidak lupa Ia juga melepas bunga melati sebagai hiasannya.
Aira pun tersentuh dengan perlakuan Mario. Dia pun tersenyum bahagia.
Setelah memastikan semua jarum pentul terlepas, Mario pun membantu membuka kerudung Aira.
"MasyaAllah. Cantiknya Istri ku. " Puji Mario yang terkagum-kagum melihat Aira tanpa hijab. Tampak lebih mempesona.
Aira pun yang tak pernah melibatkan rambutnya ke lawan jenis, hanya menundukkan kepalanya karena malu.
"Cantik dek. " Puji Mario kembali.
Aira yang malu pun segera menuju ke kamar mandi untuk berganti pakaian untuk beristirahat. Di ruang ganti yang ada di dalam kamar mandi Aira sudah ada berjajar bajunya. Aira pun memilih gamis panjang berbahan kaos yang nyaman untuk tidur. Setelah membersihkan mukanya, Aira pun kembali keluar. Ia melihat sang suami sudah berganti kaos dan celana pendek. Dan sekarang sudah berada di atas ranjang. Dan bunga yang ada di atas sudah Mario singkirkan karena akan menghalangi mereka untuk beristirahat sejenak.
Setelah melihat sang istri keluar, Mario melambaikan tangannya dengan tersenyum untuk meminta sang istri menghampirinya. Aira pun berjalan ke arah ranjang.
"Sini dek. " Ucap Mario dengan menepuk ranjang di sebelahnya.
Aira pun mengangguk dan mendekati sang suami. Ia pun ikut naik di atas ranjang samping sang suami yang sedang bersandar headbed.
*****
Hayo ini dulu ya pemanasannya yang iya-iya. Maaf jika tidak sesuai dengan ekspetasi kayak. Karena saya tak ahli dalam membuat cerita plus-plus🤣🤣🤣
Jangan lupa vote dan hadiahnya ya. Biar ini tambah semangat lagi dalam menulis.
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk mendukung cerita Adyan dan Tisha. Berikan vote dan hadiah juga di karya author yang lainnya. Terimakasih 😍😍😍😇