Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Kembali


__ADS_3

Happy Reading...


🌹🌹🌹🌹


Para tamu undangan pun memberikan applaus kepada Aira. Mereka juga ikut menitikkan air mata karena akan berpisah dengan rekan yang sangat luar biasa seperti Aira.


Mariopun mengangkat satu jempol tangannya untuk memberikan semangat kepada sang istri.


"Adik hebat. " Ucap Mario setelah Aira kembali duduk.


"Iya mas. " Jawab Aira dengan raut wajah sedih.


Mariopun menepuk lembut bahu Aira. Dia paham bagaimana perasaan Aira saat ini.


Setelah bertegur sapa dan mendapatkan salam perpisahan dari teman-teman nya dan juga ada bingkisan yang di berikan untuk Aira, Aira dan Mario pun berpamitan untuk kembali ke kota Y. Mereka pamit dengan rekan-rekannya.


"Ai, jangan lupain kita ya. " Ucap Nayla yang mengantarkan Aira sampai di parkiran dimana mobil Aira berada. Dia, Jennie, dokter Anton dan Kevin ikut mengantar Aira dengan membawa kan bingkisan ke mobilnya.


"Pasti Nay, aku nggak kan lupa sama kalian. " Balas Aira dengan memeluk Nayla dan Jenni bersamaan.


"Pasti kangen banget kita dok. " Jenni pun ikut menimpali.


"Semoga suster Jenni dan dokter Anton segera menyusul, jadi nanti kami maen kesini lagi. " Ucap Aira mendoakan Jenni.


"Amin dok, do'ain ya. " Balas Jenni dengan tersenyum.


"Aku kok nggak di do'ain sih " Nayla pun pura-pura cemberut.


"Kalau udah dapat calonnya pasti aku do'ain segera deh. " Goda Aira dengan melirik ke arah Nayla dan dokter Kevin.


"Semoga aja Ai. " Nayla pun juga mengharapkan nya.


"Dokter Anton dan dokter Kevin Terima kasih sudah menjaga dan membimbing istri saya selama ini " Ucap Mario dengan menyalami Kevin dan Anton bergantian.


"Sama-sama letnan, kami senang bisa kenal dan bekerja bersama dokter Aira. " Balas dokter Anton.

__ADS_1


"Iya letnan, dokter Aira adalah rekan yang humble. "Dokter Kevin pun ikut menimpali.


" Jangan lupa jika ada kabar bahagia, tolong kami di hubungi. InsyaAllah jika saya tidak ada tugas pasti akan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke sini lagi. "Ucap Mario..


" Siap Letnan, pasti itu. " Balas Anton dengan tersenyum.


"Kalau begitu kami pamit ya dok, takutnya nanti terlalu malam. "


"Hati-hati letnan, jangan lupa hubungi kami jika sudah sampai rumah. " Pesan Anton kembali.


"Siap dokter. "


"Ayo dek. " Ajak Mario.


Aira pun mengangguk.


"Dokter Anton titip suster Jenni ya, jangan di sakitin loh. " Pesan Aira kepada dokter Anton.


"Siap dok, pasti selalu aku jagain. " Balas Dokter Anton dengan merangkul Jenni.


"Dokter Kevin, karena saya sudah tak di sini lagi, Saya minta tolong untuk jagain sahabatku yang satu ini. Pasti nanti dia akan kesepian. " Aira pun beralih untuk memberikan pesan ke dokter Kevin dengan sedikit menggoda Nayla.


"Ih apaan sih Ai, kayak aku anak kecil aja. " Naylapun protes.


"Insya Allah dokter Aira, aku akan laksanakan pesan dari dokter. " Balas dokter Kevin dengan tanpa beban. Dan semua orang disanapun terkejut dengan jawaban dokter Kevin. Kecuali Aira, yang bisa melihat ketertarikan Kevin ke Nayla.


Nayla pun tersipu malu mendengar jawaban dari Kevin. Dia tidak menyangka jika Aira akan berbicara seperti itu kepada dokter Kevin.


Aira dan Jenni yang melihat itupun ikut tersenyum bahagia. Melalui tanda mata, mereka berdua saling berkomunikasi.


"Sepertinya ada yang di sembunyikan oleh dokter Nay deh dok. "


"Aku juga merasakan seperti itu. " Aira pun menjawab pertanyaan Jenni juga melalui gerak matanya.


Setelah berpamitan dengan semua, Aira dan Mariopun bergegas masuk kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan kurang lebih 2 jam setengah menuju ke asrama Mario. Mereka sudah berencana untuk langsung ke asrama Mario karena memang Mario sudah mulai bertugas kembali setelah cuti nikahnya selesai.

__ADS_1


"Dek, maafin mas ya. Gara-gara Mas adik jadi sedih seperti ini. "Ucap Mario kepada istrinya yang tampak sedih setelah masuk ke dalam mobil.


" Mas nggak salah kok, kan ini sudah kewajiban Aira sebagai istri. Harus mengabdi ke suami dan ikut kemana pun mas bertugas. Apalagi sekarang surga adik berada di kaki mas. "Jawab Aira yang berusaha tersenyum. Dia memaksakan senyuman karena ia tak ingin membuat suaminya sedih.


" Mas tahu dek, pasti ini berat buat adik. "Mariopun merasa bersalah.


" Awalnya pasti berat mas, kan adik akan beradaptasi lagi dengan lingkungan baru. Tapi adik yakin adik bisa dengan bimbingan mas juga. "Balas Aira memberikan semangat kepada suaminya agar tak merasa bersalah lagi.


" Pasti dek, mas akan bimbing adik. Mari kita bersama-sama berjalan menapaki biduk rumah tangga yang selalu Allah Ridhoi dek. Dan tegurlah mas jika mas melakukan kesalahan, karena mas juga manusia biasa pasti tak luput dari salah. "Jawab Mario dengan tetap fokus mengemudikan mobilnya.


" Pasti mas, kita masih tahap belajar mas menyatukan dua hati dan 2 karakter. Pasti akan ada lika-liku kedepannya. Tapi Aira mohon jangan sakiti Aira dengan ada orang ketiga di rumah tangga kita. Adik ingin mas jujur sama adik, lebih baik mas jujur meskipun menyakitkan dari pada berbohong dan adik tahu dari pihak lain. "Pesan Aira kepada suaminya.


" Mas janji tidak akan menduakan adik. Tapi mohon ke adik untuk selalu ada di samping mas meskipun suatu saat mas tak seperti ini. "Ucap Mario yang juga memberikan pesan ke pada istrinya.


" Pasti adik akan selalu ada buat mas. "


"Ya udah sekarang adik bobok dulu ya, pasti adik capek karena tadi juga harus menyelesaikan pekerjaan adik. Nanti kalau sudah sampai, mas bangunin adik. " Pintar Mario.


"Tapi nanti mas nggak ada yang nemenin buat ngobrol jika adik bobok. " Tolak Aira yang merasa kasihan kepada suaminya yang harus menyetir sendiri. Meskipun ia juga merasakan lelah.


"Mas tadi siang sudah sempat bobok dek habis makan siang, jadi Insya Allah mas tidak akan ngantuk kok. "


"Ya udah kalau begitu adik bobok dulu ya mas. " Izin Aira setelah menyetel kursinya agar enak untuk tidur.


Mariopun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Tidak lupa ia juga mengelus lembut kepala Aira yang tertutup hijab.


Perlahan-lahan Aira pun menutup matanya dan sudah berada di alam mimpi. Mariopun memperhatikan wajah sang istri dengan senyuman tipisnya.


"Mas janji dek akan selalu menjaga adik dan membuat adik selalu bahagia dan tersenyum di samping mas. " Ucap Mario dalam hatinya.


Mario mulai fokus kembali dalam mengemudi. Dia membelah jalanan di malam hari dengan senyuman yang selalu mengembang di bibirnya. Ada rasa bahagia yang tak bisa ia ungkapkan karena ia tak menyangka bisa mendapatkan dan menikahi wanita yang ia cintai sejak dulu. Ia masih merasa seperti mimpi ketika melihat wajah Aira yang tertidur pulas di pelukannya. Mungkin dulu ketika orang tuanya masih ada, dia tidak akan merasa insecure. Tapi ketika orang tuanya tak ada, dia hanyalah orang yang biasa. Tapi Allah selalu menjaga mereka hingga sampai ke ikatan yang halal. Biarlah mereka terpisah selama 10 tahun, karena mungkin itu cara Allah menjaga mereka dari perbuatan yang Allah tak Ridhoi.


"Selamat datang kembali dek di kehidupan kira yang baru dan semoga ini adalah awal yang baik buat rumah tangga kita. "


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2