
Happy Reading....
🍁🍁🍁🍁
"Saya sudah memaafkan dokter. Dan sadar kok perasaan seseorang itu tidak bisa di paksakan. Dan saya juga tidak membenci dokter karena menolak saya. Saya saja yang kegatelan dan tidak malu dulu mendekati dokter. " Jawab Nayla dengan tertawa karena mengingat kebodohannya.
"Huh...... "
"Apa masih ada kesempatan untuk saya memperbaikinya? "Dokter Kevin pun berucap dengan ragu-ragu.
Nayla pun membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapan dokter yang pernah menolak dirinya.
" Mak.... maksud dokter apa ya? " Tanya Nayla setelah dapat mengkontrol dirinya.
"Maaf jika I I membuat dokter Nayla kaget. Tapi saya hanya ingin mengucapkan apa yang harus saya ucapkan. " Dokter Kevin pun menjeda perkataannya.
"Memang dulu saya mengakui jika saya salah kepada dokter yang tak pernah menganggap dokter Nayla ada di hati saya karena di butanya hati saya yang sangat mencintai dokter Aira, dan jujur saya sangat terpukul ketika tahu dokter Aira ternyata tak menyukai saya. Bahkan dia ternyata sudah mencintai orang lain. Tapi, sebelum saya tahu dokter Aira akan menikah, saya merasa kekosongan ketika dokter Nayla tak pernah ada kembali di samping saya yang selalu mengganggu hari-hari saya dengan kecerewetan dokter. Saya baru sadar jika dokter mempunyai arti penting di hati saya meskipun saya terlambat untuk menyadarinya dok. " Dokter Kevin pun mencoba menjelaskan apa yang hatinya rasakan selama ini.
Nayla pun masih bersikap tenang dan jaim. Karena ia tak mau langsung luluh dengan ungkapan hati dokter Kevin, meskipun sebenarnya hatinya saat ini sedang berbunga-bunga.
"Tapi maaf dok, saya bukanlah tempat pelarian hati seseorang yang belum bisa melupakan masa lalunya. Saya cukup sadar diri siapalah saya, dan saya tidak ingin merasakan kekecewaan kembali dengan apa yang saya rasakan sebelumnya. Mencintai seseorang yang mencintai saya. Jadi maaf, saya tidak bisa menerima dokter. " Jawab Nayla dengan mempertimbangkan apa yang di ucapkan dirinya saat ini. Sebagai seorang dokter, yang selalu di tuntut untuk cepat dan tanggap menghadapi keluhan pasien dan memutuskan untuk segera berfikir mengambil keputusan, membuat Nayla bisa langsung berfikir logis dengan apa yang ia alami saat ini.
Dokter Kevin yang mendengar pun menundukkan kepalanya karena penolakan Nayla. Ternyata perkataan dia terdahulu telah menancap di hati Nayla.
__ADS_1
"Apa memang benar-benar tidak ada kesempatan untuk saya memperbaiki diri saya dok? " Dokter Kevin pun masih berusaha.
"Maaf dok, jika memang dokter ingin menjalin sebuah hubungan kembali, sembuhkanlah hati dokter terlebih dahulu agar orang lain yang ingin dokter dekati tak merasakan rasanya tak di cintai. " Balas Nayla dengan tersenyum tipis.
"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu dok, terimakasih telah mentraktir saya. Assalamu'alaikum. " Nayla pun bergegas pamit untuk segera pulang agar hatinya tak plin-plan kembali. Dia yakin, jika memang dokter Kevin sudah berubah dan benar-benar ingin membuka hatinya dan menjalin sebuah hubungan dengan orang lain, pasti dia aja tetap berusaha untuk Nayla jika memang hanya ingin membuat Nayla sebagai pelampiasannya, dia tak akan mendekati Nayla kembali.
Nayla pun berjalan meninggalkan dokter Kevin yang masih termenung di kursi. Menatap kepergian Nayla dengan hati yang sakit akan sebuah penolakan. Ia menyadari perasaan Nayla kemarin ketika ia berucap kata-kata yang menyakitkan. Dan sekarang wajar jika Nayla tak yakin dengan apa yang ia ucapkan.
Jika memang dokter Kevin benar-benar mencintai nya, Natal yakin pastinya dokter Kevin tak akan pantang menyerah mendekatinya dan berjuang seperti dirinya terlebih dahulu.
Di dalam mobil, Nayla merasa sedikit lega dengan apa yang ia rasa. Ia sedikit bahagia mendengar ungkapan hati seseorang yang ia cintai sampai saat ini.
"Tak semudah itu Ferguson. " Ucap Nayla dengan senyum smirknya dengan memegang stir mobilnya dengan pandangan menuju kafe di mana Kevin masih berada.
Nayla pun segera menancapkan gasnya untuk segera pulang ke rumahnya. Ada rasa bahagia di hatinya hingga membuat dia tersenyum-senyum di sepanjang perjalanan.
Dokter Kevin yang baru saja mendapat penolakan kembali dari seseorang yang pernah menyatakan cinta padanya, masih menundukkan kepalanya karena sangat menyesali dengan keputusan yang pernah dia ambil sebelumnya. (Ni author pernah ngalamin, menunggu seseorang yang tak pasti dan mengabaikan seseorang yang tulus dan akhirnya menyesal juga) 🙈🙈
Dia mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan pikirannya. Dia hembuskan dengan kasar dengan menyesali semua yang sudah ia lakukan kepada Nayla.
"Mungkin ini karmaku karena telah menyakitimu. " Ucap Kevin Lirih dengan menundukkan kepalanya dengan berpangku kedua tangannya di meja kafe.
Rasanya sudah tak ada tenaga untuk dirinya berjalan kembali ke rumahnya. Hatinya luruh lantah.
__ADS_1
Kevin baru merasakan kehilangan setelah tak ada orang yang mengganggunya kembali. Setiap hari bertemu pun seperti dua orang asing yang tak pernah kenal.
"Aku akan berusaha memperbaiki semuanya. Aku akan membuat kamu yakin Nay, jika aku benar-benar menyukaimu. Dan aku baru menyadarinya setelah kamu pergi dariku. " Tambah dokter Kevin.
"Baiklah, aku sekarang yang akan memperjuangkan dirimu seperti dulu kamu yang berjuang untuk meluluhkan hatiku. " Ucap dokter Kevin memberikan semangat pada dirinya.
"Semangat."
Dokter Kevin pun bangkit dan berjalan meninggalkan kafe setelah di rasa dirinya sudah lebih baik.
Dia pun segera berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Dengan kecepatan rendah, dokter Kevin pun bergegas menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Meskipun pertemuan malam ini tak membuahkan hasil yang baik, dokter Kevin tak pantang menyerah. Anggap saja ini sebagai permulaan perjuangan dokter Kevin. Biarkanlah sekarang dia berjuang untuk meluluhkan hati Nayla sehingga Nayla yakin dengan dirinya.
Cukup sekali dia melakukan kebodohan dengan menyakiti hati seorang wanita, selanjutnya ia akan belajar dari pengalaman sebelumnya.
Untuk orang tua Kevin, beliau sudah menginginkan putranya itu untuk segera membina rumah tangga. Di usia yang sudah menginjak 28 tahun, dengan karir yang cemerlang yang sudah ia dapatkan pastinya banyak rekan dan sahabat kedua orang tuanya yang menjodohkan putri mereka dengan dokter Kevin, tapi apa daya dulu yang ada di hatinya hanyalah nama Aira. Perempuan lembut yang pertama kali ia lihat sudah menggetarkan hatinya.
Tapi itu berubah setelah, Nayla dokter cantik sahabat dokter Aira berusaha mendekatinya. Awalnya dia menganggap biasa saja tapi lama-kelamaan sikap Nayla semakin agresif dalam mendekati dirinya. Sehingga terkadang membuat ia jengah akan perlakuan Nayla. Baik dari setiap hari Nayla selalu membuatkan dia sarapan. Dulu dokter Kevin merasa enak saja mendapatkan sarapan gratis, tapi tidak mudah luluh dengan perhatian Nayla.
Dan puncaknya, ketika ia menyakiti Nayla dengan perkataan yang menyakitkan ketika ia merasa cemburu di saat letnan Mario mendekati Aira. Dan mereka semakin dekat. Meskipun ada sedikit rasa cemburu, tapi berimbas dengan ucapan kasar dokter Kevin kepada Nayla. Nasi sudah menjadi bubur, dia tak mungkin memutar waktu agar dia bisa berfikir jernih dalam bertindak.
🍁🍁🍁🍁
Biarkan Kevin berjuang dulu ya sekarang. heheh
__ADS_1
Dan Terima kasih atas dukungannya untuk cerita ini. Karena jika cerita hanya menceritakan Aira dan Mario kan cuma dikit jadi aku akan selipkan cerita teman2 mereka ya biar ada selingan.
Untuk up, saya usahakan di siang hari ra dan malamnya cerita Adyan. Karena saya juga sambil kerja. Jangan lupa vote dan likenya untuk 2 cerita author ya. 😇😇😇😇😍