Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Kebahagiaan Kevin


__ADS_3

Happy Reading.....


🌹🌹🌹🌹


"What, masak sih Nay. Terus kamu gimana dong kalau dokter Kevin pindah di sana? "


"Tadi dia sempat bilang, dia tidak akan menetap jika ada seseorang yang menahannya untuk tinggal Ai. "


"Dan aku yakin maksud seseorang itu yang bisa menahan dirinya adalah kamu Nay, dan menurut ku coba deh buka hati kamu lagi. jangan sampai karena egomu kamu akan kehilangan dia Nay. Aku yakin dokter Kevin sudah berubah. Jadi tahanlah dia sebelum kamu menyesal. " Airapun menasehati kembali Nayla.


Nayla semakin tak tenang setelah mendengar perkataan Aira. Dia semakin takut jika Kevin benar-benar meninggalkan nya.


"Dan satu lagi Nay, pasti di Singapura banyak perempuan yang cantik-cantik, dan siapa sih Nay yang nggak tertarik sama dokter Kevin. Udah ganteng, karir juga oke di tambah dia juga cerdas. Pasti banyak loh wanita yang mengejar Dia. di rumah sakit aja banyak yang naksir dia. " Aira mencoba mengompori Nayla.


"Kok kamu malah do'ain jelek sih Ai. " Naylapun sewot ketika mendengar ucapan Aira.


"Bukan aku do'ain yang jelek-jelek buat kamu Nay, tapi itu kenyataan loh. Ini dokter Kevin udah mencoba deketin kamu dan ingin memperbaiki kesalahan yang kalau padamu, tapi kamu menghindar terus. Pastinya jika sikap kamu seperti ini dia akan menyerah dan akhirnya dia lebih baik berhenti mengejar dirimu. Jadi, saran aku ni ya. Besok kamu temuin dia gih kan kamu pasti tahu kapan dia berangkat. Ungkapin perasaan kamu. Aku tahu kamu pasti masih mencintai dia. Dulu aja sampai ngorbanin persahabatan kita gara-gara kamu yang sangat mencintai dia, sekarang dia udah berubah malah kamu kayak gitu. "


"Yah malah ngungkin yang kemarin. Okey yang kemarin aku khilaf Ai, tapi sekarang nggak lah. Tapi makasih banget ya bumil saran dan masukannya. InsyaAllah besok aku akan temui dia karena aku nggak mau kehilangan dia lagi Ai. Aku masih mencintai dia. " Akhirnya Naylapun mengakui perasaannya.


"Nah gitu dong, pokoknya aku akan selalu mendukung kamu jika memang itu positif dan untuk kebahagiaan dirimu. "


"Ya udah bumil, sekali lagi makasih udah dengerin curhatanku. Dan maaf udah nganggu waktu istirahatmu. Sekarang gih kamu istirahat dulu ini juga udah malam? "


"Okey Nay, ini aku juga udah ngantuk. heheh. " Ucap Aira jujur.


"Okey kalau begitu aku tutup ya, assalamu'alaikum bumil. " Ucap Nayla mengakhiri telponnya.


"Waalaikum salam bu dokter Nayla yang sedang galau. Selamat mengungkapkan perasaan besok ya dan jangan lupa kabarin aku. " Balas Aira.


"Okey." Setelah berpamitan, Naylapun mematikan handphonenya. Dia menaruh kembali handphonenya di atas makasih sebelah ranjangnya.


Nayla merebahkan dirinya sambil melihat langit-langit kamarnya. Dia bertekad jika esok dia harus menemui Kevin. Dia tidak ingin kehilangan Kevin.


"Besok aku harus menyusul dia ke bandara. Aku harus mencegah dia untuk berpindah ketua disana. Cukup sampai 6 bulan saja disana." Batin Nayla.


Naylapun mencoba memejamkan matanya agar esok dia bisa bangun pagi. Apalagi Kevin akan berangkat pukul 8, jadi dia harus sampai bandara pukul 7. Untuk besok dia tidak libur, jadi dia bisa menyelesaikan permasalahan cintanya.


Lama-lama, mata Naylapun sudah terpejam dan dia sudah menyelami dunia mimpi.


**

__ADS_1


Pagi harinya,tepat pukul setengah 6 pagi, Nayla sudah rapi dengan tunik berbahan kaos warna biru laut serta celana soft jins warna putih dan tidak lupa kerudung motif biru laut menambah ke ayunan Nayla.


Setelah pamit kepada kedua orang tuanya, dua segera menyetir mobilnya menuju bandara. Butuh waktu 45 menit sampai 1 jam untuk menuju bandara. Karena keadaan masih pagi, jalan pun tidak terlalu macet seperti jam kerja.


Nayla sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kevin dang mengutarakan perasaannya. Di dalam mobilnya, dia sudah tersenyum sendiri membayangkan pertemuannya dengan Kevin.


Setelah sampai di pertengahan jalan menuju bandara, keadaan jalan tiba-tiba macet.


"Kenapa ini kok macet jalannya. " Ucap Nayla yang melihat mobil di depannya berhenti.


Naylapun menengok arloji di tangannya. Dan jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Karena sudah hampir 5 menit, kendaraan di depannya tidak berjalan, Nayla mencoba mencari permasalahannya dengan bertanya kepada bapak-bapak yang sedang memandu jalan.


"Maaf Pak, di depan ada apa ya kok macet. " Tanya Nayla setelah membuka jendela mobilnya.


"Oh itu mbak, tadi ada korban kecelakaan. Sebuah sepeda motor di tabrak truk dan sekarang truknya lari. Ini korban masih disana belum di evakuasi. " Jawab si bapake jelaskan.


"Apa parah pak keadaan si korban? "


"Sepertinya iya mbak. Kami takut memberikan pertolongan pertama jadi kami masih nunggu ambulan untuk mengevaluasinya. "


Nayla selaku tenaga medis tergerak hatinya untuk menolong korban. Diapun melihat jam di arlojinya.


"Masih ada waktu untuk menolong korban terlebih dahulu. "


"Wah silahkan mbak. "


"Tapi ini mobil saya pinggirkan dulu pak. "


"Baik mbak biar saya bantu. " Jawab si bapak dan membantu Nayla meminggirkan mobilnya.


Setelah Nayla menepikan mobilnya, diapun bergegas mengambil tas kerjanya yang selalu ia bawa di dalam mobil. Dengan segera, dia berjalan menuju ke tempat korban.


"Maaf bapak-bapak tolong minggir dulu, biar bu dokter ini memberikan pertolongan ke korban. " Ucap si bapak kepada warga yang sedang mengelilingk korban tanpa berani menolong.


Para warga pun saling menyingkir dan ayla segera mendekati korban kecelakaan. Dia melihat ada bapak paruh baya yang tergeletak di aspal dengan darah di sekitar kepalanya.


Naylapun memeriksa denyut nadi korban untuk memastikan detak jantung si bapak. Kemudian dia memeriksa kepala korban yang mengeluarkan darah. Nayla sudah tidak melihat jam kembali, yang sekarang terpenting adalah membantu si bapak karena denyut nadinya melemah.


**


Di bandara, Kevin duduk di ruang tunggu. Dia masih berharap jika Nayla akan menemuinya. Jam sudah menunjukkan pukul 7 kurang 5 menit. Setengah jam lagi dia harus masuk ke boarding room.

__ADS_1


"Apa kamu benar-benar nggak mau membuka hati kamu Nay. " Batin Kevin dengan melihat lalu lalang orang yang masuk ke bandara.


Dengan hati tak tenang, dia masih menunggu kedatangan Nayla. Wajahnya juga lesu dan tak bersemangat. Dia pun akhirnya pasrah setelah lama menunggu dan tak melihat kehadiran Nayla.


Dengan wajah lunglai, akhirnya dia berdiri dan ingin segera masuk ke boarding room.


"Huh...... ya sudahlah mungkin memang sudah ada kesempatan lagi untukku. " Ucap Kevin. Kevin pun akhirnya berdiri dan memakai tas ransel di punggungnya serta menarik kopernya untuk masuk ke boarding room.


Baru berjalan beberapa langkang, dia menghentikan langkah kakinya karena mendengar seseorang memanggil namanya.


. "Dokter Kevin... " Panggil Nayla dengan suara ngos-ngosan karena berlari.


Kevin pun menengok melihat orang yang memanggilnya. Dia masih belum yakin jika Nayla lah yang memanggilnya.


Kevin pun tersenyum setelah melihat benar Nayla yang memanggilnya. Sedangkan Nayla sudah berlari menuju ke arah Kevin.


"Dokter mau ninggalin aku begitu saja tanpa mau mendengar keputusanku." Ucap Nayla dengan mata berkaca-kaca.


"Aku kira kamu nggak akan kesini dokter Nayla, makanya aku ingin segera masuk ke boarding room. " Balas dokter Kevin dengan raut bahagia.


"Loh, dokter itu kok banyak noda darah. Apa yang terjadi dengan dokter. " Kevin pun membulatkan matanya karena terkejut melihat banyak noda darah di baju Nayla. apalagi warna baju Nayla yang terang membuat noda darah itu terlihat.


. "Aku nggak papa dokter, tadi di tengah jalan ada korban kecelakaan jadi tadi aku bantu sebentar sehingga ya ini aku jadi terlambat menuju kesini. " Naylapun menjelaskan.


"Alhamdulillah."


"Jadi? " Tanya dokter Kevin yang menggantung.


"Jadi apa? " Naylapun pura-pura tidak paham maksud Kevin.


"Jadi bagaimana keputusan dokter Nayla pada ucapanku kemarin? "


"Yes." Jawab Nayla dengan tersenyum.


"Bisa ulangi. " Kevin pun meminta Nayla mengulangi jawabannya. Dia masih tidak percaya dengan jawaban Nayla.


"Iya dokter, aku menerima dokter dan akan memberikan dokter kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Karena tak bisa di pungkiri jika memang aku masih mencintai dokter. " Naylapun menjelaskan isi hatinya.


"Benarkah. Alhamdulillah. " Ucap Kevin kembali dengan bahagia. Karena rasa bahagianya, dia pun memeluk Nayla di depan banyak orang.


"Terima kasih Nay, Terima kasih udah mau memberikan kesempatan untuk diriku. " Kevin pun berucap dengan tersenyum karena dia tidak menyangka hari ini adalah hati bahagia untuk dirinya. Meskipun butuh waktu beberapa bulan untuk meyakinkan Nayla kembali, tapi hari ini pengorbanannya sudah terbayar dengan kebahagiaan.

__ADS_1


Naylapun mengangguk kan kepalanya dengan malu-malu. Naylapun sama, dia sangat bahagia karena akhirnya orang yang sangat ia cintai bisa menerima dirinya lagi.


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2