
Happy Reading.....
***************
"Aku kenal kamu sudah lama Yo, aku juga mau mengerti siapa dirimu sekarang. Dan aku tak akan pernah mempermasalahkan jika kamu akan membantu Tante Reni dan Raisha karena mereka sekarang adalah keluargamu yang berada di sampingmu ketika dirimu sedih dan sampai dirimu meraih kesuksesan seperti saat ini. Aku malah bahagia jika saat ini kamu mau berbagi denganku akan sedih dan bahagiamu. Mari kita mulai dengan kejujuran dan kepercayaan. " Ucap Aira dengan tersenyum.
Mario sangat bersyukur mempunyai Aira saat ini. Meskipun tak ada kata romantis yang dia lontarkan untuk Aira, setidaknya malam ini hubungan mereka lebih baik dari sebelumnya.
"Terimakasih Aira udah mau menerima dan menunggu laki-kaki yang banyak kekurangan ini! " Ucap Mario dengan wajah yang berseri tak seperti biasanya.
"Aku juga berterima kasih sama kamu yang juga menjaga janji kita dahulu. " Jawab Aira dengan menampakkan senyuman yang tak kalah berserinya dari Mario.
Kedua sejoli ini pun larut dengan senyuman yang tak ingin pudar dari wajah mereka. Tanpa mereka sadari, ada 4 pasang mata yang bersembunyi untuk melihat ke uwu an pasangan baru tersebut. Siapa lagi jika bukan Alex dan Doni. Mereka masih setia menunggu di tempat yang tak jauh dari Aira dan Mario berada.
"So sweet banget mereka. " Celetuk Alex dengan memeluk tubuh kekar Doni di sampingnya.
"He pek'ak. "Ucap Doni dengan menonyor kepala Alex dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mendorong Alex.
" Gini-gini gue masih normal kali, nggak usah peluk-peluk ada orang lain lewat pasti mikirnya yang nggak-nggak. " Tambah Doni setelah bisa menjauhkan dirinya dari pelukan Alex.
"Ya elah, sebentar aja nggak bisa lihat gue seneng. Gini- gini gue juga masih normal kali, masih suka sama yang cantik-cantik. Gue sama kamu nggak ada napsu masak terong makan terong. " Balas Alex yang tampak kesal dengan Doni.
"La itu tadi peluk-peluk kenapa? " Tanya Doni sewot.
"Ya gue lagi menghayati suasana yang romantis saja dengan pasangan di depan. Gue ikut bahagia kali melihat tu komandan gue yang biasanya anyep kayak es batu dan datar kayak papan triplek di rumahku bisa ngeluarin ketawanya disana. " Ucap Alex dengan menunjuk ke arah Mario yang saat ini sedang duduk berdua bersama Aira dengan senyuman yang tak henti-hentinya dia tampakkan di wajah tampannya.
"Emangnya dirimu saja yang seneng, gini-gini gue juga senang lihat mereka bahagia. Sebagai sohib yang baik, berati rencana kita berhasil menyatukan mereka. " Balas Doni dengan melipat kedua tangannya di depan dada bidangnya dan pelukable banget sepertinya jika di gunakan sebagai sandaran para reader. 🤣🤣🤣
Mereka berdua pun saling berdebat dengan pikiran mereka masing-masing. Sedangkan Mario, setelah merasa lega menyampaikan isi hatinya dia mengantar Aira kembali ke tenda untuk beristirahat agar esok pagi dia bangun dengan segar dan bersemangat untuk melaksanakan tugasnya.
"Ya udah gi sana masuk sudah malam juga pasti kamu sudah capek dengan aktifitas kamu tadi pagi. " Pinta Mario setelah mereka sampai di depan agak jauh sedikit dengan tenda. Mereka masih malu-malu jika harus go - public.
"Okey, makasih ya untuk hari ini udah buat aku bahagia dan tersenyum. " Balas Aira dengan wajah merona di pipi putihnya.
"Aku juga makasih untuk hari ini. Setelah hari ini, aku akan berusaha buat kamu tersenyum dan bahagia selalu untuk menebus kesalah ku beberapa tahun ini. " Ucap Mario.
Rasanya Mario ingin mengecup dahi sang pujaan hati untuk menyalurkan perasaanya kepada Aira. Tapi dia masih menahan diri karena dia sadar belum berhak untuk melakukannya.
"Sabar Rio, secepatnya kamu akan bisa memeluk dan mencium bebas Aira. " Ucap Mario untuk menyemangati dirinya.
"Ya udah aku masuk dulu ya, jangan lupa kamu juga istirahat. Aku lihat kantong matamu parah sekali."
"Siap bu komandan, pasti malam ini aku udah bisa tidur nyenyak karena mu. "Balas Mario dengan menggoda Aira.
" Gombal...... "Balas Aira dengan tersipu malu.
" Ya udah aku masuk takut banyak orang yang melihat. Assalamu'alaikum. " Pamit Aira.
"Waalaikumsalam." Balas Mario.
Aira berjalan ke depan menuju ke tenda. Sedangkan Mario masih setia memperhatikan sangat pujaan hati untuk memastikan jika Aira masuk ke tenda. Setelah melihat Aura masuk, Mario berbalik menuju tenda di mana dia beristirahat.
****************
__ADS_1
Pagi hari, Aira sudah bangun dan bersiap dengan aktifitasnya sebagai dokter relawan. Setelah bangun tidur, wajahnya berubah cerah. Ia mengingat pertemuannya dengan Mario tadi malam dan akhirnya mereka mulai untuk menjalin hubungan yang serius. Aira masih tak percaya, jika keinginannya bisa terwujud.
"Ehem... sepertinya dokter Aira sedang bahagia. " Sapa Jenni yang setia menemani Aira pagi ini. Sejak pagi, dia melihat wajah ayu dokter di sampingnya tak lepas dari senyuman yang berseri. Sehingga membuat wajah Aira bertambah cantik.
"Eh ya Sus, gimana tadi? " Tanya Aira yang kaget karena pikirannya masih mengingat apa yang terjadi semalam.
"Wah sepertinya dokter Aira sedang nggak fokus. Pasti dokter Aira sedang jatuh cinta ya.... hayo ngaku. " Goda Jenni dengan menunjuk wajah Aira dengan jari telunjuk nya.
Aira pun tersipu malu dengan menunjukkan pipi yang merah merona.
"Wah sepertinya tebakanku benar. Tu lihat pipi dokter merona setelah mendengarkan ucapkan saya. " Jenni pun tertawa melihat dokter di sampingnya.
"Suster Jenni bisa saja. " Balas Aira.
"Btw any way busway, siapa ni dokter laki-laki yang beruntung memenangkan hati dokter tercantik, sholehah dan putri dari salah satu petinggi TNI ini. " Jenni pun tak henti-hentinya menggoda Aira.
"Apa an sih suster ini bawa-bawa ayah saya aja." Balas Aira dengan wajah cemberut. Dari dulu Aira tak ingin di lihat karena dia putri dari salah satu orang besar, tapi dia ingin di lihat karena prestasinya. Bukan karena tak bangga dengan ayah Irsyad, tapi Ia tak ingin orang lain menghindarinya karena tak segan dengan nya.
"He... maaf dokter. " Jenni pun meminta maaf karena tahu bagaiman Aira.
"Ayo dokter ni aku penasaran banget ma laki-laki itu. Pasti dia dokter Kevin ya? " Tebak Jenni.
"Idih ngapain bawa- bawa dokter Kevin, nanti bisa-bisa aku di gorok tu sama dokter Nayla. " Balas Aira dengan mengipat-ngipat tangannya.
"La terus siapa dong dok, coba aku tebak lagi." Jenni masih belum menyerah.
"Emmmm....... " Jenni sedang berusaha berfikir.
"Salah Sus, mereka itu udah kayak teman ataupun abang buat ku. " Balas Aira.
"Terus siapa dong, atau jangan...... jangan...... " Suara jenni menggantung sejenak.
"Jangan-jangan apa Sus? "
"Jangan bilang kalau cowok itu Dan Mario. " Tebak Jenni kembali.
Aira tersipu malu ketika mendengar pujaan hatinya di sebut Jenni.
"Benar kan tebakan saya dokter, Ya Allah benar kan itu wajah dokter tersipu malu. " Goda Jenni kembali.
"Apaan sih Sus. " Balas Aira malu-malu
"Oh my God... oh My God. Kok bisa dokter, kan kalian kalau bertemu si komandan anyep-anyep saja tanpa ekspresi. Tapi pernah beberapa kali saya dokter yang memperhatikan Dan Mario. " Ucap Jenni yang masih tak percaya.
"Ceritanya panjang Sus, kapan-kapan aku cerita Sus tapi nggak sekarang. " Balas Aira.
"Alhamdulillah oi.. dokter cantik ini bisa jatuh cinta. Kabar bagus ini. "
"Tapi tolong jangan sebarin ma yang lainnya dulu ya Sus, hanya suster yang tahu. " Pintar Aira.
"Siap dokter, pasti aman deh kalau sama aku. Paling aku cerita sama dokter Anton. "Balas Jenni. Dia tak bisa berbohong dengan sang pujaan hati. Apalagi dokter Anton juga tak mungkin membeberkan masalah ini jika Jenni sudah memberikan ultimatum nya.
" Sama aja itu Sus. " Aira pun merajuk.
__ADS_1
"Ya beda dong dok, dokter Anton pasti nggak akan nyebarin ini kalau udah aku ultimatum. Yang penting aku ikut bahagia jika dokter bahagia. " Jenni tersenyum bahagia.
"Makasih ya Sus, disaat sahabat yang aku kenal sejak dulu menghindari dan menjauhiku, ada suster Jenni menemaniku. Allah Maha Adil Sus sama aku. " Ucap Aira dengan memegang kedua tangan Jenni sebagai ungkapan terimakasihnya.
"Sama-sama dokter, aku senang bisa kenal dan dekat dengan dokter Aira. Dulu aku sempat insecure ketika awal dekat dengan dokter Anton banyak yang menjauhi dan mengolok-olok aku. Hanya dokter yang memberikan semangat untukku. Yang tak memandang orang dari seberapa besar kekayaannya." Jawab Jenni dengan mengingat di mana dia harus mendapat hinaan dari dokter yang mengejar-ngejar Anton ketika awal mereka jadian. Hanya Aira yang menghibur dan memberikan semangatnya.
"Iya Sus, kita saling mensupport ya untuk kebahagian kita. " Balas Aira tersenyum.
Perbincangan mereka pun terhenti setelah ada pasien yang datang. Dan hari ini Aira tak hentinya menebar senyum ketika memeriksa pasien dan mendengar keluhan yang di alaminya.
***
"Dok, akhirnya kita istirahat juga. Huh... " Ucap Jenni setelah waktu istirahat tiba.
"Iya Sus, alhamdulillah hari ini pasien yang kita tangani hanya terkena penyakit bisa sehingga bisa kita handle dengan baik. " Jawab Aira mengucapkan rasa syukur untuk hari ini.
"Hari ini dokter ada ketemu nggak sama dia, sepertinya dokter udah kangen tu. " Goda Jenni kembali.
Aira pun tersenyum. Dan tak mereka duga ada seseorang yang masuk ke tempat pemeriksaan.
"Siapa yang kangen......... "
**********************
**Alhamdulillah up lagi ya. Jangan lupa supportnya dengan ngasih vote dan like ya. InsyaAllah setiap hari up akan semakin panjang ketika ada ide yang muncul di kepala. 🤣🤣🤣🤣
Ada bonus foto ni ya buat kalian yang masih penasaran dengan Visual. Kenapa nggak pakai Artis Korea yang biasa saya lihat, karena ceritanya di Indonesia dan banyak visual yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng**.
n
Ni dokter Aira yang lagi bahagia hingga senyuman tak hilang dari wajah ayunya.
Abang Mario dengan wajah dinginnya🤣🤣🤣
Ni suster Jenni yang juga cantik.
Ni dokter Anton. Namanya tak samain aja ya 🤣🤣
Dokter Kevin yang tak kalah tampan loh. Masih jomblo ni🤓🤓
Dokter Nayla yang cantik juga. ... 🥰🥰
__ADS_1