
Happy Reading...
****
"Maksud kedatangan kami kesini adalah ingin menjelaskan dan meluruskan apa yang sebenarnya terjadi pada saya dan dokter Aira Dan. " Jawab Mario satu tarikan pernapasan.
"Dan kamu? " Tunjuk Irsyad ke arah Reymond.
"Sa....ya ingin membantu Letnan Mario Dan, untuk menjelaskan kesalahan pahaman yang terjadi antara dokter Aira dan Letnan Mario. " Jawab Reymond dengan terbata-bata karena gugup ketika mendengar suara garang Irsyad.
Irsyad pun menganggukkan kepalanya karena mengerti maksud dari Reymond.
"Siapa nama kamu? " Tanya Irsyad kembali dengan menunjuk Reymond.
"Izin Dan, nama saya Reymond. Sertu Reymond. " Balas Reymond kembali.
"Apa yang ingin kalian jelaskan pada saya? " Tanya Irsyad dengan berdekap.
"Kami kesini ingin menjelaskan jika sebenarnya foto yang komandan dapatkan itu tidak benar. Saya dan dokter Aira tidak pernah melakukan hal-hal yang memalukan. " Penjelasan pertama di berikan oleh Mario.
"Ada bukti? " Jawab Irsyad
"Siap ada Dan. Saya tidak hanya bawa bukti tapi saya bawa orang yang susah mengirim foto ke komandan. " Jawab Mario dengan tegas.
"Siapa orang itu? " Tanya Irsyad. "Apakah kamu yang dimaksud? " Tunjuk Irsyad ke Reymond.
"Siap salah Dan. Maafkan saya yang sudah lancang mengirim foto itu ke bang Andi sehingga foto itu sampai ke komandan. " Balas Reymond dengan tegas dan tanpa rasa takut.
"Silahkan berikan saya alasan kenapa kamu mengirim foto tak benar itu? " Tanya Irsyad kembali. Meskipun dia sudah tahu maksud dari Reymond sebenarnya tapi dia ingin menguji kejujurannya. Mudah bagi Irsyad untuk mendapat info tersebut. Beda dengan Mario, mengapa ia sulit menemukan nya karena Mario sudah merubah namanya.
"Izin salah Dan. Awalnya saya merasa sakit hati dengan Letnan Mario karena orang yang saya cintai malah lebih menyukai Letnan Mario. Dia dan juga keluarga juga menghuna saya karena jabatan saya yang lebih rendah dari Letnan. Hingga membuat saya iri kepadanya. Dan kesempatan untuk membalas sakit hati saya itu datang ketika saya melihat dokter Aira dan Letnan duduk berdua di tempat pengungsian. Dan disana, tempatnya sepi. Waktu mereka ada di posisi yang bisa membuat orang lain salah paham, saya ambil foto terbut dan saya kirim ke bang Andika agar bisa di sampaikan ke komandan. " Jelas Reymond dengan lantang. Dia sudah pasrah jika hari ini juga dia akan di hajar oleh Irsyad karena kesalahan nya.
"Dan mengapa kamu sekarang ingin membantu Letnan Mario? "
"Setelah saya mendengar cerita tentang Letnan dari teman kami, saya sadar jika kehidupan dia lebih menyedihkan dari saya. Hingga membuat saya malu dengan perbuatan saya kepadanya cuma gara-gara seorang wanita. " Balas Reymond kembali.
Plok..... plok... plok
Irsyad pun bertepuk tangan ketika mendengar penjelasan dari Reymond. Dia juga tersenyum.
"Saya bangga dengan kalian yang sudah berusaha meluruskan permasalahan ini. " Ucap Irsyad.
"Khususnya kamu Sertu Reymond yang sudah mau mengakui kesalahanmu dan berusaha memperbaiki nya. " Tambah Irsyad kembali.
__ADS_1
"Dan kamu, Letnan Mario. Terimakasih sudah berusaha untuk menunjukkan ke tulusanmu kepada putriku. " Ucap Irsyad dengan menghadap ke Mario. Tidak ada wajah garang lagi yang tampak di wajah Irsyad yang masih tampan di usia paruh baya nya.
"Siap Terima kasih Dan. " Jawab Mario dan Reymond bersama.
"Dan izin menjelaskan juga Dan tentang asal-usul saya. " Tambah Mario kembali.
"Ini bukti saya jika saya benar-benar sahabat kecil dokter Aira dan putra dari papa Irfan dan mama Rosa. " Jelas Mario dengan menunjukkan fotonya bersama keluarganya sebelum kejadian yang naas itu terjadi. Kemarin ia minta kepada adiknya untuk di kirim lewat handphone nya.
Irsyad pun tersenyum dan mengambil handphone Mario. Dia melihat foto keluarga Irfan dimana Raisha yang masih berusia balita dalam gendongan Rosa. Irsyad pun meneteskan air matanya ketika mengingat sang sahabat.
"Tanpa kamu bercerita, saya sudah tahu semuanya. " Balas Irsyad dengan menghapus air matanya.
"Saya hanya ingin menguji kejujuran Sertu Reymond dan Letnan Mario. Saya ingin tahu perjuangan mu untuk layak bersanding dengan putri saya. Dulu putri saya yang sudah berjuang untuk menemukanmu, tapi sekarang saya ingin lihat perjuangan mu. " Balas Irsyad kembali.
"Jadi? " Suara Mario dan Raymond tergantung.
"Iya, tanpa kalian menjelaskan saya sudah tahu semuanya. "
"Apakah komandan tidak marah dengan saya? " Tanya Reymond. "Dan komandan tidak akan memukul saya? " Ucap Reymond kembali.
"Hahah... " Tanya Renyah Irsyad menggema di ruang tamu Irsyad.
"Untuk apa marah, jika kalian sudah berkata jujur. Bagi saya masalah ini sudah selesai. " Ucap Irsyad dengan santai.
Perbincangan mereka pun terhenti ketika ada bik Sumi, ART di rumah Irsyad menghantarkan secangkir teh hangat dan cemilan. Yang di ikuti Salma di depannya.
"Silahkan di minum. " Ucap Salma tersenyum ramah mempersilahkan setelah teh dan cemilan di tata di meja depan Reymond dan Mario.
"Izin,terima kasih ibu. "Jawab Mario dan Reymond berbarengan.
Salma pun tersenyum. Dia beralih memperhatikan Mario dengan mata berkaca-kaca.
" Ri... rio, ini benar kamu nak putra mbak Rosa. " Ucap Salma dengan memegang kedua pipi Mario.
"Siap, benar ibu. Saya Rio putra mama Rosa. " Balas Mario dengan tegas.
"Ya Allah nak, tante senang melihat kamu kembali." Ucap Salma.
"Bagaimana kabar Raisha nak, tante kangen sama adik mu. " Tanya Salma kembali.
"Izin, Ibu. Alhamdulillah adik saya sehat ibu dan sekarang dia sudah duduk di bangku kuliah di S. " Jawab Mario kembali.
"Alhamdulillah nak. Tolong ajak dia kemari ya, tante kangen sekali sama dia. " Pinta Salma.
__ADS_1
"Siap ibu. "
"Sungguh beruntungnya kamu Letnan, tak ada yang menghina dan memandang remeh dirimu. Aku ikut bahagia melihat nya. " Ucap Reymond dalam hatinya ketika melihat keramahan dari keluarga Irsyad.
Mereka pun melanjutkan mengobrol santai. Sudah tidak ada ketegangan kembali. Tidak lupa dia juga menikmati teh dan cemilan yang sudah di sediakan.
"Ehem .. " Suara deheman Irsyad.
"Maaf sertu Reymond, bisa tinggalkan kami sebentar. Ada yang ingin saya bicarakan dengan Letnan Mario. " Ucap Irsyad.
"Siap Dan, saya akan menunggu di luar. " Jawab Reymond. Reymond pun keluar di teras untuk memberikan ruang kepada Irsyad dan Mario berbicara. Irsyad masih di temani Salma.
"Ada yang ingin kami bicarakan dengan kamu. " Ucap Irsyad yang di dampingi Salma.
"Siap, silahkan Dan. " Jawab Mario.
"Selama 1 minggu ini saya tak membiarkan Aira memakai hpnya. " Irsyad pun mulai berbicara.
"Saya sedang mengurung dia. Bukan karena saya marah, tapi saya sebenarnya ingin memberikan surprise kepadanya. "
"Izin Dan, surprise seperti apa? " Tanya Mario.
"2 minggu lagi, Aira akan berulang tahun ke 25. Jika memang kamu serius dengan anak saya, silahkan bawa Budhe dan adikmu datang kesini. Saya tahu bahwa kamu selama ini tinggal bersama budhe mu. Mbak Retno. Sedangkan keluarga yang lain telah menyia-nyiakan kamu. " Balas Irsyad dengan sendu.
"Iya nak, tante dan om ingin kalian segera terikat dengan hubungan yang di ridhoi Allah. Biar tak terulang kembali permasalahan kemarin. " Salma pun menambahkan.
"Dan satu lagi, tidak usah berbicara formal ketika berada di sini. " Pinta Salma.
"Maaf ibu, saya tidak enak. " Balas Mario sungkan.
"Ya udah se enaknya kamu aja memanggil apa ke kami. " Balas Salma ramah.
"Izin komandan dan Ibu, saya berniat serius dengan putri komandan. Dan saya ingin segera meminang putri komandan untuk saya. " Ucap Mario.
"Tapi, apakah komandan tidak keberatan menerima saya yang hanya anak yatim piatu ini dan juga tak berharta? " Tanya Mario.
"Bagi kami, kesholehan dan kejujuran yang utama untuk mendampingi putriku. Dan itu sudah saya lihat ke kamu." Balas Irsyad
"Dan untuk status kamu, itu tak masalah buat kami. "
"Bener nak, jika memang kamu serius dengan Aira, tolong bawa budhe dan adhikmu ke sini. Ajak lah mereka 2 minggu lagi ketika acara ulang tahun Aira. Biarkan saat ini dia merasa jika ayahnya marah dengan dia, dan biarkan dia juga di kurung untuk sementara karena pada hari H kita akan memberikan surprise yang membahagiakan untuknya. " Ucap Salma kembali.
****
__ADS_1