
Happy Reading....
🌿🌿🌿🌿
" Seorang wanita yang berkelas tidak akan mengganggu rumah tangga orang lain apalagi merusaknya. Jika memang anda cantik, seharusnya anda bisa mencari laki-laki single dan lebih tampan dari suami saya. Dan anda simpan perkataan saya, silahkan anda mencoba merusak rumah tangga saya. Saya tidak akan takut karena saya percaya suami saya seorang yang beriman dan tak kan tergoda dengan anda yang hanya bermodal tubuh indah dan backingan kekuasaan dari kakak anda. Dan saya pastikan saya akan menghempaskan anda dari kehidupan rumah tangga saya. " Aira pun menjawab ancaman Jasmine dengan elegannya.
"Kamu, beraninya kamu melawan aku. Aku pastikan dirimu akan hidup sengsara dan aku akan merebut apa yang kamu punya. " Ucap Jasmine dengan pongahnya.
"Kenapa saya harus takut dengan anda, saya akan selalu perjuangkan apa yang sudah menjadi milik saya dari perempuan yang katanya berpendidikan tapi ternyata tak mempunyai attitude yang baik seperti anda. " Aira pun berani menjawab dan melawan Jasmine.
"Berani nya kau. " Ucap Jasmine dengan geram dan mengangkat tangannya untuk menampar Aira.
Pluk......
Aira pun menutup matanya ketika Jasmine melayangkan tangannya ke pipinya.
Beberapa saat kemudian, Aira tak merasakan sakit di pipinya. Dia pun perlahan-lahan membuka matanya. Dan....
"Jangan pernah menyentuh istri saya, jika anda berani menampar istri saya lagi, saya pastikan anda tidak akan hidup tenang. " Ucap Mario setelah menangkis tangan Jasmine yang ingin menampar pipi Aira. Mario dengan geram menghempaskan tangan Jasmine dengan kasar.
"Tadi istri abang yang menghina aku bang, makanya aku marah. " Jasmine mencoba mengelak dengan memfitnah Aira.
__ADS_1
"Saya kenal istri saya seperti apa, saya lebih percaya dengan istri saya dari pada anda yang memang punya niat buruk dengan keluarga saya. " Balas Mario tegas dengan wajah dinginnya. Sejak tadi, dia melihat sang istri yang sedang berbicara dengan Jasmine. Dengan kejauhan, dia bisa melihat kemarahan di wajah Jasmine hingga melihat Jasmine yang ingin menampar sang istri Untung dia segera bertindak cepat sehingga istrinya tak terkena tamparan dari Jasmine.
"Abang dengar baik-baik, aku bisa buat kamu jauh dari istrimu. Kamu tidak ingat siapa aku sebenarnya? " Jasmine pun yang marah mulai menggertak Mario.
"Saya tidak takut, apalagi apabila saya harus di tugaskan jauh dari sini. Yang saya takutkan adalah kemurkaan Allah. Dan dimanapun saya bertugas, istri saya akan ikut dengan saya. " Mariopun menjawabnya dengan tegas pula.
Jasmine yang kalah berdebat pun segera meninggalkan Mario dan Aira yang masih berdiri di tempat yang sama.
"Awas saja, gue pastikan kalian akan menyesal. Jangan panggil aku Jasmine jika aku tidak bisa membuat hubungan kalian hancur. " Batin Jasmine sebelum benar-benar pergi.
"Adik tidak apa-apa kan? " Mario yang merasa cemas dengan istrinya memastikan keadaan Aira. Dia memegang pundak sang istri.
"Alhamdulillah dek, untung tadi mas keluar mo nyari bang Aryo. Kalau nggak, pasti adik bisa kena gamparan perempuan gila itu. "
"Adik ingat, kita tidak tahu apa rencana dia kepada kita lagi. Mas tahu dia sangat gila dan selalu merasa dirinya yang berkuasa. Pastinya dia sekarang sedang mencari cara untuk mengganggu kita lagi. Tapi percaya dek, mas tidak akan tergoda olehnya. Meskipun mas harus mengorbankan karir abang, mas rela asal mas bisa selalu dekat dengan adik. " Ucap Mario memberikan pesan kepada sang istri. Dia paham betul bagaimana sifat Jasmine. Dengan kekuasaan kakaknya, dia berlaku semena-mena kepada bawahan kakaknya.
"Iya mas, Aira percaya sama mas. Adik akan selalu menjaga diri adik. Apalagi sekarang ada satu nyawa lagi di tubuh adik, maka Aira akan menjaganya sekuat Aira. " Jawab Aira dengan senyuman manis. Meskipun sebenarnya, dia juga sedikit takut dengan ancaman Jasmine, tapi sebisa mungkin dia tidak ingin memperlihatkannya agar sang suami tak khawatir.
"Nanti adik juga harus siap jika sewaktu-waktu mas di pindah dari sini. " Pesan Mario kembali.
"Nggak papa mas, jika memang mas di pindahin dari di sini ke tempat tugas yang lebih terpencil, Aira akan tetap ikut mas. Aira nggak papa jika nggak kerja, yang penting adik bisa ikut mas untuk mengabdikan diri adik menjadi istri yang berbakti. " Jawab Aira dengan tegas.
__ADS_1
"Terimakasih dek, terimakasih adik sudah percaya lagi sama mas. Mas berjanji, mulai sekarang mas akan bercerita semua yang mas lakukan sama adik biar tidak ada kesalah pahaman lagi. "
"Siap mas. "
"Oh ya mas, jika mas nggak keberatan, jika memang si Jasmine meminta kakaknya untuk membuat keputusan tegas buat mas. Mungkin sebuah hukuman karena mas yang sudah berani menantang cewek itu, apa tak sebaiknya mas minta bantuan Ayah. pasti ayah akan mampu membantu mas. " Ucap Aira memberikan saran kepada Mario. Dia paham betul bagaimana sikap dan keteguhan hari Mario. Meskipun dia anak mantu dari salah satu petinggi di kesatuannya, Mario tak pernah mau memanfaatkan kekuasaan sang ayah mertuanya. Dia hanya ingin di lihat karena prestasinya bukan karena menjadi anak mantu salah satu petingginya.
"Untuk saat ini, mas tak ingin merepotkan ayah dik. Mas akan menyelesaikan masalah ini dengan cara mas. Mas tidak ingin nanti menjadi bahan gunjingan orang lain. " Mariopun menolak saran Aira dengan halus. Dia masih berpegang teguh dengan dirinya. Tidak akan menyelesaikan masalahnya dengan tangannya sendiri.
"Kalau memang seperti itu, Aira akan selalu mendukung mas. Tapi jika memang dia sudah sangat keterlaluan, Aira sendiri yang akan maju dan meminta bantuan ayah. " Akhirnya Aira pun pasrah mendengar jawaban sang suami.
"Iya dek, maafkan mas dek. gara-gara perempuan itu yang sangat terobsesi dengan mas, akhirnya tu cewek malah mengganggu adik." mariopun merasa menyesal dengan perbuatan Jasmine.
"Adik nggak merasa keberatan mas. Adik pasti akan selalu memberi support mas sampai kapanpun selagi mas selalu di jalur yang benar dan tak melenceng dari agama. " Balas Aira kembali.
"Ya udah, sekarang ayo mas antar adik pulang saja. Mas masih tidak tenang membiarkan adik pergi sendiri karena mas masih was-was dengan perempuan itu. "
"Tapi adik ingin beli sayur mas buat makan siang kita. " Ucap Aira. Dia sampai lupa dengan sayuran yang ingin dia beli karena di hadang oleh Jasmine.
"Biar nanti mas yang beli saja. Adik juga belum pulih betul. jadi, perbanyak istirahat dan biarkan mas saja yang berbelanja. "..
🌿🌿🌿🌿
__ADS_1