
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YAA...😍☝️😉
**
"Kok gue semakin bingung dengan ini peta?." Batin Rifki.
"Rif...elu ngerti dengan peta serumit itu?!." Ucap Rendi yang mulai kesal karena belum mendapatkan Bendera sama sekali.
"Tau! Kita lurus aja" Ucap Rifki.
"Ngeri banget ini hutan walau masih pagi." Batin Reyhan takut.
"Coba deh elu naik pohon dan mencari jalan petunjuk." Ucap Rifki kepada Reyhan.
"Hah?! Gue gak bisa manjat." ucap Reyhan.
"Ternyata benar." Batin Rendi yang sudah tau sifat Rifki tidak lah mau di salahkan.
"Sini peta nya! " Ucap Rendi sembari mengambil petanya.
"peta nya sangat rumit." Batin Rendi bingung.
"Yaudah kita lurus aja, siapa tau kata Rifki benar." Reyfano mengeluarkan suaranya yang dari tadi diam.
Mereka berjalan lurus yang ada tanda peringatan juga.
**
"Del...aku capek, kita udah jalan berapa kali ini kok ga dapet bendera sama sekali?." Ucap Viona.
"Sabar nanti juga akan ke temu." Ucap Adel.
"Kok tarasa semakin gelap hutan ini, padahal masih pagi kan?." Ucap Intan.
"Iya." Jawab Viona.
Mereka melihat sekeliling hanya ada pohon-pohon tinggi dan lebat yang membuat hutan terlihat gelap.
"Iihh...aku takut del." Ucap Viona ketakutan.
Kukkukk...(suara burung hantu)
Hutan itu sudah mulai benar-benar gelap karena sudah terlalu masuk ke dalam hutan yang di kelilingi senang pohon-pohon tinggi yang menyeramkan, mereka mengeluarkan hp dan menyalakan senter.
"Mana disini gak ada sinyal lagi! " Ucap Adel kesal.
"Seram banget..." Ucap Viona takut.
"Apa kita istirahat sejenak disini, aku juga udah capek." Ucap Intan di jawab anggukan oleh Azizah yang juga merasakan lelah.
__ADS_1
"Baiklah." Ucap Adel yang juga kelelahan.
Tiba-tiba datang empat laki-laki yang berjalan dengan sempoyongan karena Sangat kelelahan itu membuat kelompok Azizah ketakutan.
"I...itu apa?." Bisik Viona.
"Ituu...kayak laki-laki." Bisik Adel yang sedang memperhatikan nya.
"Hah?! Siapa?." Bisik Viona. Adel hanya mengangkat kedua bahunya.
"Azizah kita kabur yuk?." Bisik Intan yang merasa takut kepada ke empat laki-laki itu.
Azizah hanya menggeleng ia memberanikan diri untuk mendekati laki-laki itu dengan pencahayaan senter hp nya.
"Astaghfirullah." Batin Azizah terkejut.
"Heyy... bukankah itu R4?." Bisik Viona.
"Iya, itu mereka." Bisik Adel senang dan langsung mendekati Rendi.
"Sedang apa kalian disini?." Tanya Reyhan.
"Kami sedang istirahat." Ucap Intan singkat, padat dan jelas.
"Ahhh...gue juga mau istirahat." Ucap Reyhan sembari duduk di tempat lesehan yang telah Intan gelar.
"Sudahlah gua capek, gara² elu sok-sokan ngerti peta." Ucap Reyhan.
"Apah elu bilang?!." Ucap Rifki kesal.
"Sudah-sudah kita ber istirahat saja sekarang untuk mengisi tenaga." Ucap Reyfano.
"Baiklah." Ucap Rifki pasrah.
Satu jam telah berlalu, mereka kembali berjalan menelusuri setiap pohon-pohon yang rindang dan lebat.
"Bukan nya kita telah melewati ini sebelumnya???." Ucap Rendi.
"Astaga sepertinya kita tersesat."ucap Adel.
"Azizah..aku takut." Bisik Intan sembari memegang lengan kanan Azizah dengan erat.
Suara hewan-hewan liar pun terdengar begitu banyak bagaikan menyelimuti hutan itu.
"Ihhh...serammm..." Ucap Reyhan takut dan mendekati tubuhnya kepada Reyfano.
"Apa yang harus kita lakukan?." Ucap Intan.
"Apakah disini ada yang bisa manjat??." Ucap Viona.
__ADS_1
Tidak ada yang menjawab hanya ada satu orang yang mengangkat tangannya.
"Azizah kamu bisa?." Ucap Viona di jawab anggukan oleh Azizah.
"Coba deh kamu manjat pohon itu, bisa?." Ucap Viona, menunjukkan ke arah pohon yang tinggi. Azizah hanya mengangguk, siapa yang tidak kenal dengan Azizah si lincah pemanjat pohon ia pernah memenangkan juara 1 pertandingan mamanjat pohon kelapa.
Ia langsung mencoba memanjat dengan lincah dan sudah berada di paling atas pohon itu.
"Wiihh...si jagoan neon." Ucap Reyhan takjub.
"Keren juga." Ucap Rifki.
"Sangat lincah." Batin Rendi dengan tersenyum kecil.
"Pintar sekali memanjat nya." ucap Reyfano.
"Cihh...malah dapat pujian dari R4." Batin Adel kesal.
"Wahh...keren banget Azizah." Ucap Viona.
"Hati-hati." Ucap Intan khawatir.
Azizah melihat ke sekeliling hutan yang luas ia melihat ada rombongan teman-teman nya di arah barat.
"Itu mereka, Alhamdulillah." Batin Azizah sembari turun dan memberitahukannya dengan ketikan di hp nya.
"Baiklah, Ayuk kita lanjutkan jalannya." Ucap Reyhan.
"Yess...dapet satu bendera." Ucap Rifki saat di jalan menemukan bendera merah tertancap di pohon.
"Yeyy...dapet." ucap Viona mendapatkan Bendera bitu pula.
"Tinggal dua lagi kan?." Ucap Intan di jawab anggukan oleh Viona.
Mereka sedang berjalan, Azizah melihat tali sepatunya lepas dan ia langsung memasangkan nya dengan berjongkok.
Rendi yang berjalan di belakang Azizah pun hanya terdiam memperhatikannya.
Saat ia ingin berjalan kembali tanpa sengaja ia terpeleset dan hampir terjatuh ke dalam jurang, namun Rendi langsung menangkap tangannya.
"Hey...tunggu kami!!." Teriak Rendi kepada teman-teman, namun karena mereka telah jauh jadi tidak mendengarnya.
"Ya Allah hamba takut." Batin Azizah melihat kurang itu terlihat sangat dalam.
"Dia terlihat sangat ketakutan." Batin Rendi melamun yang merasakan tangannya sangat kencang di pegang.
Srett...
Kaki Rendi sudah tidak bisa menahan akhirnya ikut terpleset, namun ia masih berpegang pada ranting pohon.
__ADS_1