
"Tuan Rendi, sang pemilik perusahaan tersukses menembus peringkat kedua di seluruh negara itu melakukan hal yang keji dan mungkar?" Batin seluruh masyarakat di dalam rumah sakit tersebut.
Dengan beberapa lainnya mengambil foto nan vidio kejadian tersebut lalu menyebar luaskan nya keseluruh dunia.
Berbagai macam komentar-komentar negatif yang di lontarkan oleh para netizen yang mana Vidio tersebut menjadi berita hangat di kalangan masyarakat hanya dengan hitungan menit saja.
Di tempat lain, tepat nya di sebuah kamar hotel bertuliskan no 235 terdapat seorang lelaki yang menurunkan tubuh seorang wanita dengan pelan di atas kasur yang empuk.
"Kau akan terjebak dalam permainan mu sendiri, tampan.." lirih wanita itu dengan menarik secara perlahan kerah baju Rendi untuk meniduri tubuhnya.
"Nikmati saja.." lirih wanita itu sembari tangan nya meraba-raba dada bidang Rendi dengan penuh kelembutan.
Di saat Rendi benar-benar tidak tahan dan akhirnya ia langsung menyerang wanita itu dengan ganas.
"Masukkan saja! ****..." Lirih wanita itu di saat Rendi terdiam setelah dirinya hanyut dalam kenikmatan.
"Apa yang aku lakukan? Siapa wanita ini?? Dia bukan Uswah, istriku. Aku tidak boleh melakukan nya!" Batin Rendi dengan bayang-bayang wajah cantik Uswah yang terus berputar di dalam otak nya.
Rendi yang sedikit sadar itupun langsung menarik tubuhnya agar menjauh dari tubuh wanita itu yang tanpa sehelai benang pun.
"Kau, siapa?!" Bentak Rendi sembari terduduk di sebelah wanita itu dengan kepala pusing nan pandangan buram akibat kaca matanya yang terjatuh di saat ia melakukan hal itu.
__ADS_1
Pukk!
Puuk!
"Aakhh! Sadarlah!!" Teriak Rendi dengan memukuli kepalanya dengan keras.
"Mengapa semuanya terlihat buram??" Lirih Rendi dengan menoleh kearah wanita itu yang ber aroma Miss Dior dan sangat berbeda dengan Uswah yang menyukai aroma Gucci flora.
"Aku wanita mu.." Ujar lembut wanita itu dengan menggoda dan langusng menempelkan pipi nya ke dada bidang Rendi yang polos.
"Tidak! Kau, bukan Uswah. Dia adalah istri ku, Hanya dialah wanita ku!" Tegas Rendi memundurkan tubuhnya saat pandangan masih terlihat buram.
"Sekarang lakukanlah! Aku tidak sabar menikmati nya bersama mu!" Perintah wanita itu yang menarik keras tubuh Rendi untuk kembali n*ban*n tubuhnya.
Dan.. terjadilah hal yang sangat tak terduga, kedua insan itu melakukan hal 'itu' dengan sangat agresif nan panas.
Di lain tempat, terdapat seorang wanita yang tengah terbaring di atas ranjang pasien setelah pemeriksaan selesai dan tidak ada luka serius, ia di pindahkan keruangan rawat VIP. sesuatu permintaan Rendi yang kini nama baiknya sedang tercoret.
Uswah membuka secara perlahan kedua bola mata indah nan lentik nya dan menoleh sekeliling nya yang terlihat sepi dengan berbagai macam alat medis yang berada di samping nya.
"Apakah aku di rumah sakit?" Batin nya.
__ADS_1
"Ada apa dengan ku? mengapa tadi aku bisa pingsan?"
"Apakah aku baik-baik saja?
"Dan apakah tuan Andrew dan sopir taksi itu selamat?!" Batin nya terkejut saat teringat terjadinya kecelakaan.
"Selamat sore. Nona Azizah Kanaya Putri," Ujar seorang dokter wanita yang sangat ia kenali.
"Dokter Linda?!"
"Sudah lama tidak bertemu, Nona sudah dewasa ternyata.." Ujar dokter Linda dengan menggulung senyuman manis.
Uswah mengangguk dengan tersenyum.
"Ouh ya! Dimana suami Anda Nona? Sudah pasti ada bukan? Masa ia wanita secantik Nona sulit mendapatkan pendamping.." Canda Dokter Linda yang tidak mengetahui apapun.
Setelah mendengarnya Uswah menjadi malu nan bingung. "Iya! dimana dia? bukankah dia yang membawaku ke rumah sakit?" Batin Uswah.
"Sudah! Tidak perlu Nona pikirkan, Mungkin saja suami Anda sedang di kantin rumah sakit," Ujar dokter Linda seraya mengecek kondisi tubuh Uswah.
"Dimana dia? Mengapa aku memiliki firasat buruk tentang nya?!"
__ADS_1