Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
SUARA MERDU BAK MELODI SPANYOL


__ADS_3

"Bagaimana ini?? Dokter! Dokter!!" Jerit Uswah dalam hati saat dirinya panik melihat nafas Andrew berhenti.


"Ha-hah..." Lirih Uswah yang mengeluarkan suara lembut nan merdu bak melodi Spanyol milik nya yang telah hilang bertahun-tahun lama nya.


"Mash.." Lirih nya kembali dengan terkejut mendengar suara lembut nan merdu yang keluar dari tenggorokan nya.


"Ah-Aku bisa berbicara kembali?!" Batin nya tidak percaya, Namun pandangan nya kembali tertuju kepada Andrew yang masih tak bernafas.


"Tu-Tuan Andrew! Tolong tuan, Bangunlah! Dokter!!" Jerit Uswah dengan menekan tombol di sisi ranjang pasien.


"Cih! Wanita itu, sepertinya dia sangat menyukai adik tiri ku rupa nya. Baguslah! Dan Sekarang aku bebas! Tidak ada lagi yang mencampuri urusan ku. Good Bye, Both parents suck! (Selamat tinggal, kedua orang tua menyebalkan!) {Contoh buruk! Jangan di tiru!}


Tett.. "Tolonglah! Bersemangat untuk tetap hidup!!" Teriak Uswah di dekat telinga Andrew, membuat jiwa yang tadi nya telah keluar dari raga nya kembali masuk.


"Uswah! Itu adalah suara Uswah 'kan??"


Tak butuh waktu lama, Dokter dan para suster kembali datang dan langsung menggunakan alat pacu jantung.


Pacemaker jantungĀ atau alat pacu jantung adalah sebuah alat kecil bertenaga listrik yang digunakan untuk membantu jantung berdetak lebih teratur, tidak terlalu lambat atau cepat, sehingga jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal.


Begg! Deg!


"Bertahanlah.. Hikss.. Hikss.." Lirih Uswah dengan tubuh melemas dan terjatuh ke lantai di saat dirinya tengah memperhatikan dokter dan para suster bekerja.


Brukk! "Ya Allah, Ada apa dengan ku? Apakah diriku juga mencintai nya??" Batin Uswah dengan butiran air bening memenuhi kedua sudut matanya.


"Aku.. Aku.. menerima lamaran mu, mas!" Lirih Uswah tegas seraya terjatuh tidak sadarkan diri di lantai.

__ADS_1


Bruuk! "Nona!!" Kejut seorang suster wanita yang melihat Uswah pingsan.


Begg! Deg!


Dada Andrew terus saja menaik keatas kebawah disaat dokter tersebut melakukan pacu jantung.


"Uswah.. Aku mendengarnya! Aku akan berjuang untuk tetap hidup bersama mu!" Batin Andrew yang benar-benar mendengar suara lirihan tersebut.


TUUT.. TUTT.. Alat medis tersebut kembali mengeluarkan suara dengan garis yang tadi nya lurus sempurna menjadi bergaris keatas dan kebawah.


Beberapa menit telah berlalu, Uswah kembali membuka secara perlahan kedua pelupuk mata indah milik nya dan melihat sekeliling nya.


"Aku masih di rumah sakit.." Lirih Uswah tanpa sadar.


"Astagfirullah!" Jerit nya yang sangat tak percaya bila ia bisa mendengar sendiri suara merdu nan lembut yang keluar dari tenggorokan nya sendiri.


"Beekhh.." Uswah merasa mual nan ingin muntah, ia segera berlari menuju toilet yang berada di ruangan tersebut.


Uweeehh


Di wastafel, Ia memuntahkan semua makanan ayang ada di dalam perut nya hingga membuat tubuhnya lemas.


Syurr.. Ia membuka keran air dan mengusapkan air ke arah wajah putih nan mulus nya.


"Wajah ku terlihat pucat.." Lirih nya dengan lemas melihat di balik cermin di depan nya.


"Nona! Nona Uswah tidak apa-apa??!" Kejut Dokter Linda yang datang dan melihat ruangan kosong. Lalu, pandangan nya teralih ke arah toilet.

__ADS_1


"Ada apa dengan ku?..." Lirih Uswah dengan wajah nya yang pucat pasi bagaikan m4y4t hidup.


"Mari saya antarkan Nona ke ranjang.." Ujar Dokter Linda seraya memapah tubuh lemas Uswah.


"Istirahatlah.. dan tenangkan fikiran nya, jangan terlalu banyak berfikiran negatif.." Pesan Dokter Linda lembut setelah menidurkan tubuh Uswah di ranjang pasien.


"Bagaimana keadaan pasien bernama Andrew? Yang baru saja menjalani operasi?" Tanya Uswah khawatir.


"Andrew.. Sepertinya itu adalah pasien yang di tangani oleh DR. Ridwan. Setahu saya pasien tersebut telah di pindahkan ke ruangan rawat inap setelah kondisi nya kembali normal dan membaik." Jelas Dokter Linda.


"Alhamdulillah.." Gumam Uswah lega.


"Dok, Apakah saya boleh menjenguk nya?"


"Untuk sekarang jangan dulu Nona! Kondisi Anda sedang tidak baik, Kondisi Bayi Anda pun hampir saja terancam akibat Nona pingsan yang terus menerus."


"Baiklah dok, saya mengerti."


"Kalau begitu saya pamit dulu, Nona. Permisi.. Assalammualaikum," Pamit Dokter Linda seraya pergi.


"Wa'alaikumussalam..."


Uswah yang merasa bosen, akhirnya menyalakan televisi yang terpasang di didepan atas ranjang nya.


Para warga yang tinggal di dekat rumah Tuan Rendi Andrian menjadi geram dan tidak segan-segan mengusir nya dengan cara mendobrak masuk kedalam rumah besar nan mewah tersebut. Namun, siapa sangka ternyata Tuan Rendi tak ada di manapun hingga beberapa warga mengatakan jika rumah itu telah di jual! Lihat selengkapnya dalam berita pagi.


"Re-Rendi tak ada di rumah nya? Lalu, di mana ia berada sekarang??!" Gumam Uswah terkejut dengan telapak tangan nya kembali menutupi mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2