Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
MERINDUKAN NYA? (POV USWAH)


__ADS_3

"Dua bulan telah berlalu. Kini, aku masih tidak tau siapa ayah kandung janin dalam rahim ku.." Batin ku yang sedang melamun di sofa sembari melihat pemandangan jalanan Jakarta yang padat kendaraan dibalik kaca besar nan tebal.


Setelah kejadian itu, Rendi telah menghilang bagai tertelan bumi. Tidak ada tanda-tanda dirinya yang melakukan aktivitas diluar negeri ataupun di Indonesia, jejak nya yang sangat sulit untuk ditemukan oleh para wartawan membuatnya telah menghilang dari medsos serta profil nya yang terkena blokiran.


"Entahlah.. Apa yang terjadi padanya saat ini." Batin ku yang entah kenapa malah bercemaskan dia yang bukan siapa-siapa nya diriku.


"Tetapi, kenapa diriku merasa rindu dengan nya??" Batin ku entah kenapa butiran air mata turun secara perlahan dari pelupuk mata ku.


"Hikss.. Hikss..."


"Ada apa dengan ku? Mengapa kedua mataku mengeluarkan air mata??" Batin ku tak percaya saat merasakan ada sesuatu yang membasahi pipiku sembari ku menyeka air mata itu.


"Hikss..Hikss.."


Andrew yang mendengar suara tangisan, pandangan nya yang sebelumnya menatap layar laptop. Kini, melirik diriku yang tengah menyeka air mata ku berkali-kali.


"Kamu kenapa, Sayang??" Tanya Andrew lembut seraya membuka cadar hitam ku yang masih terpasang dibalik wajah cantik ku.


"Ndak, apa-apa. Mas." Ujar ku seraya mengelap wajahku dengan hijab hitam nan panjang ku.


"Kamu kenapa menangis?"

__ADS_1


Diriku hanya menggeleng sembari menunduk karena tak kuasa menahan tangis.


"Hikss.. Hikss.."


Aku terus saja menangis tanpa tau penyebabnya, membuat Andrew dengan lembut memeluk tubuhku dan menenggelamkan wajahku ke dada bidangnya yang berbalut jas dan kemeja putih.


"Huaahh! Hikss.." Aku tumpahkan semua kesedihan ku didalam dekapan nya yang terasa sangat nyaman.


"Breepp!" Entah kenapa setelah berlama-lama menghirup aroma khas Andrew membuat ku mual dan ingin muntah.


Aku dengan cepat berlari kearah toilet dan kembali menumpahkan semua makanan yang ada didalam perutku didalam wastafel.


Uweekk!


Uweekk!


"*Da-darah?!" Lirih ku terkejut saat melihat hidungku mengeluarkan darah dari balik kaca di depanku.


"Kamu Berdarah, Sayang*?!!" Ujar Andrew yang tak kalah terkejut.


Aku menggeleng dengan lemas dan kepalaku terasa sangat berat, pandangan ku pun secara tiba-tiba menjadi gelap gulita.

__ADS_1


Bruuk!


"Uswah!" Kejut Andrew seraya menangkap tubuh ku. Lalu, dengan cepat langsung menggendong tubuhku sembari berjalan cepat keluar dari ruangan.


Sesampainya dirumah sakit Selara. Kini, tubuhku tengah terbaring tidak sadarkan diri diranjang pasien dengan Dokter Linda yang sedang memeriksa nya.


"Dok, tolong istri saya." Ujar Andrew khawatir.


"Apa yang baru saja Nona lakukan?" Tanya Dokter Linda kepada Andrew.


"Tidak ada, hanya saja kami berpelukan dan setelah itu ia langsung merasa mual." Ujar Andrew.


"Berpelukan... Mungkinkah Nona alergi dengan aroma suami nya sendiri??" Gumam Dokter Linda ga percaya.


"Alergi??" Tanya Andrew yang mendengar hal itu.


"Mimisan lebih rentan terjadi pada ibu hamil pengidap pilek, sinus, atau alergi. Dan disini Nona tidak pilek atau pun sinus, Melainkan Alergi." Jelas Dokter Linda.


Apa yang dimaksud dengan sinus??


Sinus merupakan rongga kecil yang terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Secara alami, sinus memang menghasilkan lendir, fungsinya yaitu menyaring bakteri serta partikel lain dalam udara yang dihirup.

__ADS_1


"Rendi!!" Jerit ku saat terbangun secara tiba-tiba membuat Andrew dan Dokter Linda menoleh ke arahku.


"Rendi lagi?? Siapa lelaki itu? Mengapa namanya selalu diucapkan oleh istriku?!!" Batin Andrew kesal.


__ADS_2