
Hari ini Azizah kembali menggoyahkan sepedanya menuju sekolah, tak berapa lama Reno kembali menghampirinya menggunakan motor.
"Assalamu'alaikum". ucap Reno dengan tersenyum.
Azizah kembali mengangguk seperti dulu.
"Ternyata benar". Batin Reno yang sudah mengetahui jika Azizah tidak bisa berbicara.
" Apa kemarin kau memakan coklat nya? Dan apakah kamu menyukainya?". Ucap Reno.
Azizah mengangguk.
"Alhamdulillah, kalau begitu". Ucap Reno senang.
Di lain tempat, tepatnya di dalam mobil mewah yang sedang berhenti di pinggir jalan dan ada seorang lelaki yang sedang adu mulut dengan seekor kucing.
" Kkhhee..." Marah kucing nya yang ia kasih nama Nina.
"Apa! Kamu lihat-lihat?!". Ucap Rendi yang menatap tajam kepada kucing yang kemarin ia dan Azizah tolong.
Singg...."Aakkhh..." rintih Rendi saat wajahnya di cakar oleh Nina.
"Kamu!!". Kesal Rendi dengan menangkap tubuh Nina.
Meoongg...
Singg.... Nina kembali mencakar-cakar wajah Rendi hingga luka goresan memenuhi wajah tampan Rendi.
" Aakhh..." rintih Rendi kembali saat merasakan wajahnya terasa sakit semua.
"Ck. Kau!". Ucap Rendi yang ingin membuang kucing itu di jalan, namun ia mengurungkan niatnya.
" Tetapi dia dari Azizah". Batin Rendi kesal sekaligus senang.
"Duduk diam di situ!!". Perintah Rendi membuat Nina menjadi nurut dan duduk diam di kursi sebelah pengemudi.
Breemm.... Rendi kembali menancap gas mobilnya.
" Ternyata peringatan aku, belum cukup membuatnya takut". Gumam Rendi saat di jalan melihat Reno kembali mengobrol dengan Azizah.
DI SMA SERAJA 1
"Ya Allah". Batin Azizah sedih karena Intan yang selalu cuek padanya.
" Azizah... " panggil Viona yang membuat Azizah menoleh.
"Apa kamu tau jika Intan ingin pindah?". Ucap Viona.
Azizah menggeleng.
" Ternyata benar, dia merahasiakannya padamu". Ucap Viona yang membuat air mata Azizah kembali keluar dengan derasnya.
Azizah berlari mengejar Intan yang keluar dari kelas.
"Semoga berhasil". Batin Viona senang.
__ADS_1
" Intann...jangan pergi!!". Batin Azizah yang terus berlari kencang mencari keberadaan Intan.
"Intan?". Batin Azizah saat melihat Intan sedang di pukuli oleh geng girls beautiful di bawah tangga.
Buughh!
Brruukk!
Bughh!
Plaakk!
" Akkhh..." rintih Intan yang merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit.
"Apa sakit?". Ucap Bianca dengan senyuman menyeringai.
" Auuww...sakit ya?". Ledek Raya.
"Uluu...ulu...kasian". Ledek Mita.
" Hahaha...Rasain!". Ucap Bianca.
Puukk...
Brruukk....
Bianca terjatuh tak sadarkan diri di lantai, suara itu membuat semua anggota geng girls beautiful menoleh.
"Azizah?". Lirih Intan dengan tubuh yang lemas dan pandangan yang sedikit pudar.
" Kalian benar-benar!!". Batin Azizah marah.
Puukk!
Bbrukk!!
"Membuat ku marah!!". Batin Azizah dengan memukuli tengkuk mereka satu persatu, hingga membuat mereka tak sadarkan diri di lantai.
Karena marah, Azizah ingin kembali memukul wajah Bianca yang sudah membuatnya muak.
"Azizah, berhenti! ". lirih Intan lemas.
"Intan". Batin Azizah sedih yang melihat keadaan sahabat nya yang telah babak belur.
Brruukk... Tubuh Intan terjatuh dan tak sadarkan diri.
"Intan..." batin Azizah khawatir dan menghampiri Intan.
"Bagaimana ini?!". Batin Azizah bingung.
"Ada apa ini?!". kejut Reyhan saat lewat mendengar suara keributan dan melihat banyaknya siswi yang tergeletak di lantai kolong tangga.
"Tolong!". isyarat tangan Azizah dengan menunjuk kearah Intan.
"Astaga! dia kenapa?!". kejut Reyhan saat melihat keadaan Intan yang sangat memprihatinkan.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, Reyhan langsung menggendong tubuh Intan menuju UKS.
"Kau akan menerima akibat dari perbuatan mu ini kepada kami!!". lirih Bianca yang sedikit sadar dan kembali pingsan.
"Cih! Ini belum sebanding dengan yang kalian lakukan pada sahabatku!!". Batin Azizah saat mendengar suara Bianca.
"Dia hanya membutuhkan lebih banyak istirahat dan meminum obat ini satu kali sehari". jelas dokter Ridwan kepada Azizah.
Azizah mengangguk.
"Tapi, apakah dia baik-baik saja?". Ucap Reyhan khawatir yang melihat mata Intan belum terbuka dari tadi.
"Iya, saat ini ia hanya sedang istirahat". Ucap dokter Ridwan.
"Syukurlah". Gumam Reyhan lega.
"Kenapa dia sekhawatir itu?". Batin Azizah saat melihat ekspresi wajah Reyhan.
"Azizah, apa Intan baik-baik saja?!". Ucap Viona setelah sampai di UKS dengan berlari.
Azizah mengangguk dan tersenyum.
"Syukurlah, kalau begitu". Ucap Viona lega.
"Pergi!! kalian cepat pergi dari sini! ". Teriak Intan saat sudah sadar.
"Intan". Batin Azizah senang dengan menoleh kearah Intan.
"Pergi! hikss..hikss..." Teriak Intan membuat Azizah dan Viona keluar dari ruangan UKS.
"Ada apa dengannya?". Batin Azizah sedih saat sudah berada di luar.
"Mungkin dia butuh untuk sendiri sementara waktu". Ucap Viona dengan menepuk-nepuk pelan punggung Azizah.
Azizah tersenyum dan mengangguk.
"Hikss...hikss... kamu malah membuat masalah nya menjadi lebih besar, Azizah". Gumam Intan yang masih di dengar oleh Reyhan yang masih berada di sana karena tertutup oleh hordeng.
"Kenapa kamu harus membuatnya pingsan?!". Batin Intan yang khawatir dengan nasib Azizah nantinya setelah buat masalah dengan geng girls beautiful.
"Azizah, aku takut kamu kenapa-kenapa". Ucap Intan dengan air mata yang terus membasahi pipinya yang berjerawat.
Sreekk...."Kenapa takut? kan ada Grup R4". Ucap Reyhan dengan membuka hordeng.
"A-aku..." Ucap Intan gugup.
"Sudah, kau tenang saja. semua akan baik-baik saja". Ucap Reyhan dengan mengedipkan satu matanya kearah Intan dan berlalu pergi dari ruang UKS.
"Sejak kapan dia ada di sana?". Batin Viona saat melihat Reyhan keluar dari ruangan UKS.
"Astaghfirullah! aku lupa jika tadi ada Reyhan di dalam". Batin Azizah yang juga menoleh kearah Reyhan.
"Eeittss... Tunggu dulu, sejak kapan aku jadi hafal nama-nama anggota Grup R4?". Batin Azizah yang heran dengan dirinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😍😄
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA👇😉