
keesokan harinya....
di SMA sejara 1
"cepat lakukan!!." ucap Bianca.
Laura segera menumpahkan minyak di tangga yang akan Azizah dan Intan lewati dan mereka bersembunyi di bawah tangga itu.
Azizah sedang berjalan bersama Intan menuruni tangga dengan merasakan sepatu nya yang terasa licin.
"tangga nya licin." Batin Azizah waspada dan berhati-hati, namun tidak dengan Intan yang tidak menyadari nya pada akhirnya intan terjatuh sedangkan Azizah yang berniat menolong nya dengan menarik tangannya malah ia pun ikut terjatuh ke lantai.
Brukk....
"aauww..." rilih Intan dengan memegang bo*ong nya yang terasa sakit.
Azizah kembali berdiri walaupun bo*ong nya pun terasa sakit, ia melihat ke arah lantai tangga dan melihat ternyata ada minyak yang di tumpahkan di sana.
"ulah siapa ini?." Batin Azizah dengan mencolek minyak itu.
"aakkhh...." rilih Intan yang ternyata kepala nya terbentur oleh tangga dan mengeluarkan darah di bagian belakang kepalanya.
"Hah?! intan terluka?." Batin Azizah yang melihat kearah kepala Intan yang tertutup hijab, namun darah nya nembus.
Azizah dengan segera memapah tubuh Intan menuju uks dan mendapatkan perawatan yang baik disana.
"obat nya di minum 3 kali sehari dan perlu banyak istirahat ya?." Ucap dokter Ridwan ramah.
"baik dok, terimakasih." Ucap Intan dan segera berjalan kembali menuju kelas bersama Azizah dengan menggunakan tangga lainnya.
"Azizah seperti nya nanti, aku akan izin untuk beberapa hari." Ucap Intan. di jawab anggukan oleh Azizah.
......................
Jam telah menunjukkan pukul 16:00 WIB.
intan pulang duluan karena lukanya yang cukup parah dan hari ini adalah jadwal piket Azizah yang harus membuat pulang lebih lambat.
"bersih-bersih." Batin Azizah yang suka kebersihan.
ia menyapu dan mengepel Kelas dengan sangat bersih dan rapi.
beberapa menit kemudian....
"Alhamdulillah, selesai juga." Batin Azizah lelah.
ia segera menenteng tas nya dan keluar dari kelas, belum sampai beberapa langkah geng girls beautiful menghalangi nya.
"hhmm...sabar Azizah, ini belum saatnya kau membongkar identitas mu." Batin Azizah.
"Gadis bisu kau di suruh pak Darmi untuk mengambil beberapa alat pembersih di gudang." Ucap Bianca.
Azizah mengernyit kan dahinya.
"kenapa? kau tidak percaya?." ucap Laura.
"bila kau tidak melakukan, pak Darmi akan menghukum mu!!." Ucap Raya.
Azizah langsung berjalan ke arah gudang tanpa ada rasa curiga kepada geng girls beautiful.
"bagus!! lakukan sesuai rencana." bisik Bianca yang sedang mengikuti Azizah.
"Dimana?." Batin Azizah yang melihat gudang hanya ada beberapa meja dan kursi yang rusak.
__ADS_1
brummm...
geng girls beautiful mengunci pintu gudang dan meninggalkan Azizah yang seorang diri di dalam gudang.
"ternyata ini rencana mereka." Batin Azizah, ia menyalakan senter hp karena di gudang minim cahaya yang hanya ada satu kaca kecil.
ia duduk termenung di lantai yang dingin sembari zikir tanpa rasa takut karena masih ada cahaya dari senter hp nya.
4 jam telah berlalu....
setelah Azizah selesai sholat isya karena wudhu yang tidak batal ia kembali duduk di lantai gudang yang sangat dingin.
"Dingin sekali, lantainya." Batin Azizah.
Klik (Hp mati)
"astaghfirullah, hp nya mati." Batin Azizah yang mulai ketakutan karena gelap dan juga sudah malam sekolah nya sangat lah gelap.
"astaghfirullah." Batin Azizah yang terus ber istighfar di dalam hatinya dengan tubuh yang meringkuk di lantai.
...----------------...
"Kenapa hati ku gelisah?." Batin Rendi yang baru selesai mandi dengan handuk melingkar sempurna di pinggang nya.
"Ada apa ini?." Ucap Rendi yang merasakan hati nya sangat lah gelisah.
"aakkhh.....apa yang terjadi?!!." ucap Rendi sangat gelisah dan langsung memakai pakaiannya dan pergi menggunakan mobil mewah miliknya.
"Kenapa hati ku tertuju kesini?." batin Rendi yang memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah nya yang telah gelap hanya ada beberapa lampu saja yang masih menyala.
"pak apakah habis memeriksa?." Tanya Rendi kepada pak penjaga sekolah yang baru saja keluar dan mengunci gerbang
"Iya, memang ada apa?." ucap pak penjaga itu.
pak penjaga langsung memberikan nya dan Rendi segera membuka gerbang itu dan berlari mencari sesuatu.
"Ada apa sebenarnya?." Batin Rendi yang sedang berlari menuju gudang dan melepaskan sapu yang mengunci gudang itu.
Ceklek!
"Astaga! ." kejut rendi yang melihat Azizah meringkuk ke dinginan di lantai.
"Hey...bangun!!." ucap Rendi dengan menggoyangkan tubuh Azizah.
"kenapa wajahnya sangat pucat?!." Ucap Rendi dengan sangat gelisah.
ia menggendong tubuh Azizah dan membawanya ke rumah miliknya.
beberapa menit telah berlalu, Azizah mulai membuka secara perlahan kedua matanya dan yang pertama ia lihat adalah kamar yang bernuansa berwarna keemasan dan juga ada beberapa alat musik.
mulai dari piano, biola, dan gitar yang terpajang di kamar luas itu.
"Ini dimana?." Batin Azizah.
Ceklek!
datang seorang wanita paruh baya yang membawakan makanan yang sangat lezat.
"Silakan, di makan nyonya." Ucap wanita paruh baya itu dengan menunduk hormat.
"ada apa ini?." batin Azizah heran.
"Buku? di mana buku ku?." Batin Azizah mencari buku diary nya yang selalu bergantung di kantong bajunya.
__ADS_1
"Maaf nyonya, ada yang bisa saya bantu?." ucap wanita paruh baya itu dengan terus menunduk hormat.
"ini dimana?." isyarat tangan Azizah.
wanita paruh baya itu mengernyit kan dahinya tanda tidak mengerti.
"hhmm...tidak mengerti ternyata." Batin Azizah.
Kreakk...
"tuan." Ucap wanita paruh baya itu dengan menunduk hormat kepada Rendi yang baru saja datang.
"Cepat pergi!!." Ucap Rendi dingin.
"Baik tuan, saya permisi." Ucap wanita paruh baya itu dengan berlalu dari ruangan.
"diaa...kenapa ada dia disini??." batin Azizah, dengan mengernyit kan dahinya.
"Makanlah!! sebelum kau masuk angin." Ucap Rendi yang langsung duduk santai di kursi yang megah.
"kenapa aku dibawa kesini?." Batin Azizah, ia segera turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.
"mau kemana kau?!." Ucap Rendi.
Azizah tidak menghiraukan ucapan Rendi, ia segera memutar handle pintu.
Krek! Krekk!
"mengapa tidak bisa terbuka??." batin Azizah.
"Ck.Ck apa makanannya kurang lezat? sehingga kau ingin pergi dengan cepat?!." Ucap Rendi santai.
"apa maksudnya?." Batin Azizah langsung menoleh ke arah Rendi yang masih santai di kursi megahnya.
"Ciihh...nih cowok lama-kelamaan pengen aku hajar!!." batin Azizah kesal yang sekilas menatap mata rendi.
Buggh (mendobrak pintu)
"buka!!." Batin Azizah yang gelisah.
"Cukup menarik." Batin Rendi yang melihat kegelisahan di wajah Azizah.
Rendi mendekati Azizah yang masih berada di dekat pintu.
"mau apa dia?!." batin Azizah waspada.
Rendi mengangkat tangannya ke sebelah tubuh Azizah berdiri dan memegang handle pintu.
Ceklek! (pintu terbuka)
"buka pintu nya dengan cara di geser ke samping." Ucap Rendi dengan wajahnya dekat dengan wajah Azizah.
"kenapa wajahnya, terasa begitu dekat?." Batin azizah yang merasakan kalau wajah Rendi sangat lah dekat dengan wajahnya.
Azizah menatap sekilas mata Rendi yang ternyata memang sangat dekat.
Degg...
Azizah kembali menoleh kearah pintu yang ternyata telah terbuka lebar dengan otomatis dan berlari kencang keluar dari kamar Rendi.
"Sangat menarik." Batin Rendi dengan tersenyum yang terpancar sekilas di wajahnya.
Azizah tidak tersesat dirumahnya karena banyaknya para penjaga yang memberitahukan jalan keluar nya.
__ADS_1