
"Tapii... kenapa tidak ada suara langkah kaki??" Batin Uswah yang mulai takut Karena ia merasakan ada sesuatu yang mendekati dari arah belakang...
Deg! "Dia!!" Batin Uswah terkejut karena ada seseorang yang berdiri tegak dibelakang nya yang ia lihat lewat cermin*.
Seseorang itu berpakaian serba hitam dengan masker dan topi yang juga berwarna senada.
Uswaha menjadi teringat dengan sesosok pria yang membunuh ayah nya, namun seketika ketakutan itu hilang saat mengetahui siapa seorang pria itu.
"Cantik sekali!" Jerit seorang pria itu yang terpana dengan kecantikan Uswah tiada tara.
"Rendi?! Apa yang kamu lakukan disini?!!" Isyarat tangan Uswah sangat terkejut.
"Untung saja dia bisu,, dan tidak berteriak saat terkejut,," Batin Rendi lega seraya langsung menggendong tubuh Uswah yang sudah berpakaian seorang pengantin.
"Hah?! Apa maksudnya?!!" Jerit Uswah dalam hati seraya memberontak.
"Aku tidak akan membiarkannya!" Batin Rendi karena ia tidak ingin kembali kehilangan wanita yang ia cintai setelah wanita itu mengkhianati nya.
"Lepas!!" Batin Uswah yang terus memberontak, namun kekuatan Rendi lebih kuat darinya.
Rendi menggendong nya keluar dari ruangan itu dengan sembunyi-sembunyi kearah Lift.
Karena semua orang yang ada di ruang itu sangat sibuk,, sehingga tidak menyadari jikalau pengantin wanita nya telah dibawa lari oleh seseorang.
"Semua aman! Sepertinya akan mudah,," Batin Rendi senang sembari ia mengalihkan pandangannya kearah wajah cantik Uswah yang tidak menggunakan cadar dan telah di polesi make up.
"Sangat cantik!" Gumam Rendi yang membuat Uswah menatap tajam kearah nya.
"Puufftt... walaupun marah tetap terlihat imut,," Batin Rendi yang melihat Uswah kembali mengalihkan pandangannya.
Ting! (Lift terbuka)
"Kalian!" kejut para tamu yang ada dilantai paling bawah.
Deg! Deg!! "Bagaimana ini??" Batin Rendi.
"Kalian pasti pengantin nya yaa! Romantis sekali!!" ujar para tamu yang memang belum tau siapa pengantin lelaki nya.
"Uaahh... Romantis sekali!!" jerit para tamu yang menjadi terbawa perasaan hingga seperti terhipnotis menatap mereka berdua yang kini telah keluar dari rumah besar itu.
"Eehh... tapi bukannya mereka belum menikah?? mengapa sudah pergi?" Ujar para tamu yang melihat mereka telah hilang dari pandangan.
Setelah keluar dari rumah besar itu, Rendi kembali dibuat waspada karena ternyata banyak penjaga yang menjaga gerbang tinggi utama itu.
"Mengapa ada penjaga?!" kesal Rendi dalam hati.
"Apakah tubuhku se enteng itu? sehingga ia tidak kewalahan menggendong ku terus?" batin Uswah seraya menatap kearah Rendi.
"Huuh... Huuh.." Suara nafas Rendi ngos-ngosan seraya bersembunyi di semak-semak.
__ADS_1
"*Ternyata dia capek!" batin Uswah seraya kembali memberontak, dan akhirnya Rendi melepaskan dirinya karena para penjaga akan tau bila ada banyak pergerakkan.
"Saya tidak akan kabur! cepatlah ikuti saya,," isyarat tangan Uswah seraya berjalan kearah tembok tinggi yang menjadi pagar disetiap rumahnya*.
"Aku harus waspada!" Batin Rendi yang mengikuti Uswah.
Shitt... (Pintu rahasia terbuka)
"Ada ya? yang mau nyulik, tetapi malah yang diculik membantu penculik nya?? Batin Uswah seraya keluar melalui pintu rahasia itu bersama Rendi dibelakang nya.
Srepp... Rendi menutup mulut Uswah dengan kain yang telah di beri sesuatu yang mengakibatkan Uswah pingsan tidak sadarkan diri.
Bruuk... Beg!
"Aku tau,, setelah ini pasti kamu akan kabur!" Gumam Rendi waspada seraya kembali menggendong tubuh Uswah menuju mobil mewah nya yang telah terparkir disana atas perintah nya kepada anak buahnya.
"Aku hanya menginginkan mu sebagai pasangan hidupku,, Azizah! aku tidak ingin kembali kehilangan wanita yang aku cintai dan merelakannya bersama lelaki lain!" Gumam Rendi seraya menaruh tubuh Uswah di kursi sebelah pengemudi.
Bruum... ia menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi.
DI KEDIAMAN MEMPELAI WANITA.
"Nak! acara akan segera dimulai,, cepatlah keluar,," ujar Umi Adiba dengan membuka sedikit pintu ruangan rias itu.
"Nak?" Tanya Umi Adiba yang melihat ruangan itu kosong tidak ada seorang pun disana.
"Umma,, aku cantik ga?" Tanya Diana dengan memperlihatkan wajah cantik serta gaun yang ia kenakan.
"Umma,, kenapa?" Tanya Diana seraya melihat kearah kursi yang tadinya di duduki oleh Uswah kini kosong.
"Pengantin wanita nya kemana??" kejut perias itu saat ia merasa Uswah tidak ada disana saat ia juga datang bersama Diana.
perias itu melihat ekspresi Umi Adiba yang terlihat gelisah. "Biar aku saja yang mencarinya,," ujar Perias itu dengan berlari keluar dari ruangan.
"Kemana ia pergi??..." lirih Umi Adiba sedih karena ia merasa jika Uswah tidak menginginkan pernikahan ini maka dari itu ia kabur.
"Umma,, jangan sedih! Kak Uswah, pasti hanya ketoilet,, biar aku ikut mencari nya..." Ujar Diana seraya memeluk tubuh Umi lalu berlari pergi meninggalkan ruangan rias itu.
"Cepat! Cari pengantin wanitanya!" Ujar Perias itu kepada para penjaga di depan Gerbang utama.
"Siap!" Jawab para penjaga yang berjumlah 10 orang segera berlari mengelilingi sekitaran rumah, sedangkan perias itu kembali masuk ke dalam rumah itu.
"Para penjaga sedang mencari non Uswah? Memang ia pergi kemana??" Batin salah satu pembantu wanita yang memang telah disiapkan untuk membantu proses pernikahan itu.
"Nona Uswah!" Ujar para penjaga yang membuat seorang pembantu lelaki mendengarnya dan segera menghampiri nya.
"Tadi, saya melihatnya dengan seorang pria kearah sana!" Ujar pembantu lelaki itu kepada para penjaga yang menunjuk kearah tembok tinggi itu.
"Disini? Ditembus kah??" Tanya para penjaga keheranan karena mereka hanya melihat sebuah tembok besar nan tinggi saja.
__ADS_1
"Tetapi, tunggu! Ujar salah satu penjaga yang merasa ganjal dengan sebuah tombol yang tertutup oleh daun-daun.
Shitt... (Pintu rahasia terbuka)
"Ternyata, ini dia!" Ujar penjaga itu yang membuat semua penjaga saling pandang satu sama lain.
***
Di Lain tempat, tepatnya di kamar Rendi yang bernuasan hijau tua dengan isi yang berbeda dengan kamar milik nya saat dirumah kedua orang tuanya.
Sebuah kamar yang bercat hijau tua itu hanya berisi beberapa barang penting saja, seperti: Kasur,Sofa, dan ditambah dengan sebuah ruangan yang terkunci.
Terlihatlah seorang wanita berpakaian pengantin itu kini masih tidak sadarkan diatas kasur.
Ceklek!
Rendi masuk dengan membawakan makanan dan minuman yang lezat lalu menaruh nya dimeja nakas.
"Dia belum bangun,," Gumam Rendi yang memperhatikan setiap inci wajah cantik Uswah yang tanpa menggunakan cadar.
"Ternyata kamu semakin dewasa,, semakin cantik juga,," Gumam Rendi seraya jari telunjuk nya menyentuh lembut pipi cubby Uswah.
"Pipimu terlihat cubby,, sangat lucu!" Gumam Rendi yang membuat kedua bola mata Uswah sedikit demi sedikit terbuka.
Srehh... Bruukk... Setelah mengetahui jika ia tidak memakai cadar, Uswah dengan cepat langsung mendorong tubuh Rendi hingga terjungkal kebelakang.
"Apa yang ingin kamu lakukan?!" Isyarat tangan Uswah setelah itu kedua tangannya menutupi wajah cantik nan mulus nya.
"KAU ADALAH MILIKKU!" Tegas Rendi yang membuat Uswah terkejut.
إنا لله وإنا إليه راجعون
Sesungguhnya kita ini milik ALLAH dan sesungguhnya kita akan kembali kepadanya.
"Tidak! Aku bukan milikmu,, sebelum kau menikahi ku!" Isyarat tangan Uswah tegas lalu kembali menutupi wajahnya.
"Baiklah! Mari, kita menikah sekarang juga!" Tegas Rendi seraya pergi meninggalkan Uswah seorang diri dikamar itu.
Ceklek!
Cek! (Rendi mengunci pintu)
"Hufft... Aku harus benar-benar waspada darinya,, ia telah berubah! Entah, apa yang akan ia lakukan saat diriku telah menjadi istri nya?..." Batin Uswah dengan menundukkan pandangannya kearah lantai.
"Siapkan semuanya!!" Tegas Rendi kepada orang di sebrang telfon.
"Baik, tuan!" Jawab orang di sebrang telfon tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Semua akan terjadi dengan takdir nya masing-masing,," Ujar author...
TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😊 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN READERS...😆😆