Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
DI KURUNG?


__ADS_3

Tanpa Rendi sadari, ternyata Uswah telah menghilang dari pandangannya setelah mobil hitam itu kembali berjalan.


"Kemana dia??" Gumam Rendi bingung seraya melihat sekeliling.


"Sayang! mengapa kamu mengikuti wanita bercadar itu??" ngambek wanita berambut ping itu dengan berlari memeluk punggung tegak Rendi.


"Lepaskan! aku harus mencarinya!" Tukas Rendi setelah melepaskan kasar kedua tangan wanita itu yang menyentuh pundaknya.


Pretekk!


"Akkhh... aduh! sakit!" jerit Wanita berambut ping itu saat merasakan jari jemari lentiknya terkilir yang telah diberi kuku panjang palsu itu kini juga patah.


Dengan gerakan cepat, kini Rendi kembali memasuki mobilnya dan mulai melakukannya dengan kecepatan tinggi dengan perasaan cemas.


"Apa mobil hitam tadi yang membawa istriku?!" Gumam Rendi dengan memegang erat setir pengemudi.


Chiitt... Tinn!!


mobilnya berhenti setelah wanita berambut ping itu berani menghalangi nya dengan berdiri ditengah jalan.


"Apa dia mencari mati?!" Tukas Rendi seraya menancap gas kembali.


Bruumm... "Apa dia benar-benar ingin menabrak diriku?!" Batin wanita berambut ping itu dengan masih terdiam ditempat.


Brukk...


Wanita berambut ping itu berguling-guling di aspal setelah tubuhnya tersenggol sedikit sisi mobil Rendi.


"Aakhh... Si*al! mengapa dia berani sekali!" Gumam wanita berambut ping itu dengan bangun secara perlahan dan kembali berdiri, karena dirinya hanya terluka sedikit.


"Ekhem..." terdengar suara deheman lelaki dari arah belakang nya, ia pun akhirnya menoleh kearah sumber suara itu.

__ADS_1


"Sayang! apa kamu sudah menunggu lama??" ujar wanita berambut ping itu dengan lembut tanpa menghiraukan tangannya yang sedikit lecet akibat senggolan mobil Rendi.


"Cepatlah sayang,, aku sudah tidak tahan menuntaskannya denganmu,," manja pria berhidung belang itu dengan menempelkan wajahnya kebawah leher wanita.


"Baiklah,, mari tuan, saya akan melayani anda dengan sepenuh hati,," jawab Wanita itu dengan menggandeng tangan pria yang sudah dalam keadaan setengah mabuk itu.


***


Brumm... "Dimana kamu Azizah,, aku tidak ingin kehilangannya mu kembali," gumam Rendi yang benar-benar sangat cemas jika dirinya akan kesepian lagi.


*Ia mencari Uswah terus menerus hingga larut malam dengan keadaan mengantuk, ia terus memaksakan dirinya untuk mencari Uswah.


"Kamu kemana,,? Aku tidak ingin kehilangan mu,," lirih Rendi saat menyetir dengan mata yang sudah sangat berat untuk terbuka dengan sempurna*.


Grekk... Chitt...


Mobil nya kini sudah tidak terkendali dalam keadaan kedua ban depannya pecah akibat sesuatu.


Bughh... Bruuk...


Akhirnya mobil bagian depannya menabrak pohon besar nan tinggi dipinggir jalan dengan dahinya Rendi terbentur oleh setir mobil yang mengakibatkannya pingsan.


**


"Hemm... Aku,, dikamarku?" Batin Uswah setelah tersadar dan ia melihat dirinya sedang berada dikamar mewah miliknya seorang.


Ceklek!


"Kakak?!" Kejut Uswah dalam hati saat melihat Kak Aldi baru saja memasuki kamarnya.


Kak Aldi terdiam lalu menatap dingin kearahnya.

__ADS_1


"Ada apa kak?" Isyarat tangan Uswah yang mengetahui jika suruhan kak Aldi lah yang membawa dirinya.


"Kamu kemana saja, dek?" Lirih kak Aldi dengan pandangan sayu.


Uswah terdiam menatapnya.


"Umi,, umi,, sakit,," lirih kak Aldi.


"Hah?! Umi,, sakit apa kak??" Isyarat tangan Uswah dengan cepat turun dari kasur.


"Dek, ingat pesan kakak,, jangan sekali-kali kamu pergi tanpa kabar seperti ini,, dan jangan lagi mendekati yang namanya 'Rendi!' " Tegas kak Aldi diakhir ucapannya.


Dengan kecerdasan yang ia miliki, ia berhasil mengetahui jika Rendi lah yang membawa adiknya.


Hari dimana ia melihat adiknya yang sedang bersama Rendi dipinggir jalan, tanpa menggunakan cadar serta hijabnya.


"Ternyata dia!! Telah mengubah adikku?!" Batinnya geram dibalik pohon.


"M-maafkan aku, kak,," isyarat tangan Uswah.


"Mulai detik ini,, akan ada bodyguard wanita yang akan menjagamu!" Ujar kak Aldi yang benar-benar tidak percaya jika adiknya menjadi wanita seperti 'itu'.


"Tetapi, 'kan. kak! Aku bisa membela diriku sendiri,," isyarat tangan Uswah yang merasa tidak nyaman jika harus terus diikuti oleh orang lain.


"Dari Rendi?! Apa kamu bisa membela dirimu dari Rendi??" Ujar Kak Aldi yang membuat tangan Uswah seketika terdiam mematung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***TETAP SEMANGAT!😆😆 UNTUKKU SEBELUM DIRIMU😊


JANGAN LUPA TEKAN LIKE DIBAWAH INI👇👇👇😊***

__ADS_1


__ADS_2