Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
KEMBALI


__ADS_3

"Ck! wanita ini kenapa mirip sekali wajahnya dengan wanita itu?!" Batin Rendi seraya menatap tajam kearah wajah sang wanita yang memeluknya dalam keadaan mata tertutup.


...****************...


KEESOKAN HARINYA... (BANDARA INTERNASIONAL)


"Kakak! jangan pergi!" jerit Diana seraya menangis sejadi-jadinya di depan Uswah yang telah siap ingin kembali ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahannya yang kini tinggal beberapa Minggu akan dilaksanakan.


"Hikss..Hikss... huahhh!" jerti Diana dengan tangisan nya yang semakin keras.


"Nanti kakak akan kembali kesini," isyarat tangan Uswah seraya memeluk keponakannya dengan tersenyum.


"Nggak! aku mau ikut sama kakak!" tegas Diana seraya mencengkram lengannya dan berdiri disebelah Uswah.


"Bu! aku ingin ikut dengan kak, Uswah,," ujar Diana meminta izin kepada sang Ibunda yang berada didepannya.


"Tapi, Diana. harus janji! jangan nakal,," ujar Kak Della.


"He'emm..." jawab Diana mengangguk seraya memeluk tubuh sang Ibunda.


"Terimakasih, bunda!" ujar Diana seraya melepaskan pelukannya dan berlari kearah Uswah yang telah berada di tempat pengecekan paspor.


"Anak itu,, kadang memanggil ku, ibu,, kadang juga memanggil ku, Ibunda,," Gumam Kak Della senang yang melihat wajah ceria sang anak nya.


Selang beberapa menit, setelah penerbangan yang melelahkan itu. akhirnya Uswah telah kembali kerumah besar bak istana yang kini hanya di tinggali oleh kakak nya seorang yaitu 'kak Aldi yang masih jomblo'


"Rumah seperti ini apakah tidak terlalu besar untuk di tinggali hanya beberapa orang saja??" Batin Uswah seraya terus berjalan menggandeng tangan Diana untuk masuk kedalam rumah bercat biru muda itu.


"Hahaha..." suara tawa menggema keseluruh ruangan itu yang kini telah dipenuhi banyaknya anak-anak yang sedang bermain macam permainan.


"Siapa mereka?" Batin Uswah terkejut.


"Wahh.. ternyata disini aku punya teman!" girang Diana seraya berlari menghampiri mereka semua.


"Hay, namaku Diana. bolehkan aku ikut bermain?" tanya Diana kepada anak-anak perempuan yang sedang bermain congklak.


"Kamu sangat cantik! sini bermain bersama," ajak salah satu anak perempuan itu.


Uswah yang masih terkejut hanya diam saja, dan terus berjalan masuk kedalam lift.


Chett (Lift terbuka)


"Apa ini semua??" Batin Uswah terkejut saat melihat lantai dua dipenuhi lebih banyak anak-anak.


"Adik kakak sudah pulang ternyata!" ujar Kak Aldi secara tiba-tiba langsung merangkul bahu Uswah dari belakang.


"Mereka siapa, kak?" isyarat tangan Uswah.


"Aahh... mereka-,," ujar Kak Aldi terhenti.


"Sayang!" panggil seorang wanita yang baru saja membuka satu pintu ruangan dengan penampilannya yang syar'i ditambah dengan cadar mirip seperti Uswah.


"Sayang?" Batin Uswah seraya menatap curiga kearah kak Aldi.


"Eehh.. bukankah ini Uswah? adiknya mas Aldi?" tanya mba Lisa.

__ADS_1


Uswah mengangguk seraya Salim kepadanya.


"Ternyata baru bisa pulang sekarang, 'ya?" ujar mba Lisa seraya memeluk tubuh Uswah.


"Padahal, kakak ingin melihat mu saat pernikahan kami dilaksanakan,," Ucap Mba Lisa.


"Menikah? kapan?" isyarat tangan Uswah bingung.


"Apa kamu tidak tau?" tanya Mba Lisa seraya melepaskan pelukannya.


Uswah mengangguk keheranan.


"Bulan lalu kami menikah atas persetujuan kedua orang tua kami, dan Umi juga sudah menyetujui nya,," jelas Kak Aldi.


"Kenapa aku tidak dikasih tau?!" isyarat tangan Uswah.


"Karena 'kamu terlalu sibuk pada pekerjaan mu' kata Umi yang melihat mu beberapa bulan lalu selalu sibuk," ujar Kak Aldi.


"Hemm... benar juga, beberapa bulan ini aku sangat sibuk karena ada sedikit masalah di kantor," Batin Uswah membenarkan.


"Apakah mereka ini anak-anak nya kakak dan...?" isyarat tangan Uswah yang belum tau nama Mba Lisa.


"Lisa,, Panggil saja Mba Lisa," ujar Mba Lisa.


Uswah mengangguk dengan tersenyum.


"Bukan, mereka anak-anak yatim-piatu yang kami adopsi,," jelas kak Aldi.


"Sebanyak ini?!" isyarat tangan Uswah terkejut.


"Iya, sayangkan rumah sebesar ini gak ditempati banyak manusia?" ujar Kak Aldi.


"Kamu kesini bersama siapa?" tanya Mba Lisa.


"Diani, kak. keponakan kami," isyarat tangan Uswah seraya menoleh ke arah lift dibelakangnya.


"Paman Aldi!" jerit Diana seraya berlari menghampiri Kak Aldi.


"Kok, dipanggil Paman sih?!" kesal kak Aldi seraya menggendong tubuh mungil Diana.


"Terus aku harus panggil apa dong??" tanya Diana.


"Panggil Om Dady ," jawab kak Aldi.


"Pffuutt... Om Dady?" Batin Uswah gak nyangka.


"Aku manggil nya Om atau Dady nih?!" Tanya Diana bingung.


"Dady saja!" Ujar Kak Aldi senang.


"Huuhh! Iya deh, Dady..." Jawab Diana senang seraya memeluk kepala kak Aldi yang setara dengan nya.


"Hhmm..." Mba Lisa mendengus nafas dengan pelan dan hanya disadari oleh Uswah.


"Ada apa, Mba?" Isyarat tangan Uswah seraya menepuk pelan bahu Mba Lisa.

__ADS_1


Mba Lisa menoleh kepadanya dengan lesuh, dan mengajak nya masuk kedalam kamar yang memang ada dua kamar dilantai dua itu.


Ceklek!


"Kami sudah beberapa kali mencoba menumbuhkan benih cinta kami didalam sini,, namun semua yang kami lakukan tidak ada hasil nya sampai saat ini," ujar Mba Lisa tanpa basa basi mengusap lembut perut datarnya.


"Hhmm... Mungkin kalian memang belum ditakdirkan untuk memiliki anak, namun in Shaa Allah suatu saat nanti akan ada janin didalam rahim Mba, kok." isyarat tangan Uswah menyemangati nya.


"Baiklah, dek. kakak akan kembali mencoba," jawab Mba Lisa dan Uswah berjalan keluar dari kamar itu.


Ceklek!


"Dady kamarku dimana?" tanya Diana yang masih berada digendongan kak Aldi.


"Ada dilantai atas! lantai lima," jawab kak Aldi lembut.


"Lantai atas?? memang diatas ada lantai??" Tanya Diana seraya menoleh kearah atap.


"Mana??" ulang nya.


"Puufftt.. bukan, sayang. kita harus naik lift ke kamar mu," jawab kak Aldi seraya membawa Diana menuju lift.


"Kak!" isyarat tangan Uswah yang dilihat oleh kak Aldi sebelum ia masuk kedalam lift.


"Ada apa, dek?" Tanya kak Aldi seraya menaruh tubuh Diana didalam lift yang masih terbuka lebar.


Uswah tidak menjawab, ia langsung menarik tangan kak Aldi menuju kamar tadi.


Ceklek!


"Ada apa??" ujar Kak Aldi gak mengerti saat Uswah mengunci dirinya di kamar itu bersama Mba Lisa dibelakang nya.


"Sayang..." ujar lembut Mba Lisa yang membuat kak Aldi menoleh kearah belakang.


Glek! "Sungguh indah ciptaan mu, Ya Allah,," Batin kak Aldi seraya mengerti dan memulai **ber**hubungan suami istri.


"Dady kemana kak?" tanya Diana keheranan saat melihat Uswah seorang diri mendatangi nya yang masih berada didalam lift terbuka.


"Dady ada urusan,, kita ke kamarmu, 'yuk?" isyarat tangan Uswah seraya menekan tombol menuju lantai atas.


"Urusan apa kak?" tanya Diana yang masih penasaran saat lift telah berjalan.


"Mereka akan membuat bayi yang sangat lucu untuk kita,," isyarat tangan Uswah.


"Bayi?? Wahh... kapan bisa digendong olehku?" girang Diana yang memang ingin memiliki seorang adik.


"Tunggu, beberapa bulan lagi ya sayang?" isyarat tangan Uswah seraya menoel-noel hidung Diana yang mancung.


"He'emm..."


DI PERUSAHAAN LANCARJAYA.


"Ren, dia kembali?!" Ujar Daniel yang masuk kedalam ruangan nya tanpa mengetuk.


"Apa yang kamu lakukan?!!!" Bentak Rendi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BANTU UP DONG... DENGAN LIKE AND KOMENNYA😊


__ADS_2