Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
TANPA SENGAJA BERTEMU


__ADS_3

Cuitt...


Cuitt...


bunyi kicauan burung-burung yang menari Riya di atas pohon Dengan pasangan mereka masing-masing. membuat seorang wanita yang masih berada di alam mimpinya, akhirnya terbangun karena kebisingan itu.


"Sudah jam berapa?" Batin Azizah karena ia baru saja datang bulan yang membuat nya kembali tidur setelah bangun saat subuh tadi. ia menoleh kearah jam dinding.


Jam telah menunjukkan pukul 06:00 WIB.


"astaghfirullah! sudah waktunya sekolah." Batin Azizah dengan langsung bangun dan berlari mengambil handuk nya dan masuk ke kamar mandi.


Setelah Azizah selesai dengan mandi nya, ia segera memakai baju seragamnya.


"Libur...." terdengar suara secara otomatis dari meja belajar nya.


"Ahh....iya, lupa." Batin Azizah sembari menepuk jidatnya.


Ia kembali keruang ganti dan mengganti bajunya.


"Nona, sarapan pagi telah tersedia di meja makan." Ucap bi Inan dibalik pintu kamar Azizah.


Setelah selesai, Azizah keluar dari kamarnya dan mengangguk sebagai jawaban.


Di meja makan.


"kak Della, dimana kak Ahmad?." isyarat tangan Azizah.


"dia sudah pergi kekantor tadi pagi." Ucap Kak Della dengan memasukan sepotong roti bakar kemulutnya.


Meoongg...


Meoongg...


Tiba-tiba datang seekor kucing dengan bulu nya yang tebal nan lembut berwarna putih menghampiri Azizah yang sedang makan.


Azizah mengetahui dan mengelus-elus lembut kepala kucing tersayang nya itu yang bernama Kitten.


"Sepertinya dia lapar." Batin Azizah yang melihat Kitten terus menerus mengeluskan kepalanya ke kaki Azizah.


Meoongg...(aku lapar)


Tiitt...(tombol otomatis aktif)


ada sebuah robot yang berjalan kearah Azizah dan dapat membaca ucapan hati seseorang.


"Derli, Tolong beri Kitten makan." Batin Azizah.


"Siap, Nona!." Ucap Robot itu yang juga mempunyai nama yaitu Derli.


Derli secepatnya mengeluarkan makanan kucing dari bagian perutnya yang memang tempat segala sesuatu. Setelah itu, Kitten segera memakannya.


Setelah selesai sarapan, Azizah berjalan mengelilingi rumah nya yang amat besar dan tinggi itu dengan pakaian serba hitam yang ia favorit kan.


"Udaranya sangat sejuk." Batin Azizah saat sedang berjalan-jalan menelusuri setiap bunga-bunga mawar yang bermekaran.


"Adik ipar...." Ucap Kak Della dengan menghampiri Azizah dengan tas yang ia tenteng.

__ADS_1


"Ada apa, kak?" isyarat tangan Azizah.


"Temani kakak ke mall yuk?." Ucap Kak Della.


Azizah mengangguk sebagai jawaban.


Tiba-tiba datang mobil mewah yang menghampiri mereka.


"Ayuk, kita berangkat sekarang?." uxap kak Della yang membuat Azizah kembali mengangguk dan tersenyum.


Sesampainya di mall


"Hati-hati, kak." isyarat tangan Azizah saat melihat kak Della berlari melihat-lihat yang berada di dalam mall.


"Adik ipar, kamu mau sepatu baru ga?." Ucap Kak Della dengan menggandeng tangan Azizah menuju toko sepatu.


"Aiiss...sepatu ku sudah terlalu banyak." Batin Azizah.


"Dek, coba lihat ini, cocok untuk mu." Ucap Kak Della dengan memperlihatkan sepatu hak tinggi berwarna merah.


Azizah menggeleng.


"coba deh dek, siapa tau kau suka?." Ucap Kak Della dengan memberikan sepatu itu.


Azizah yang merasa ga enak hati, akhirnya mencoba berjalan menggunakan sepatu itu.


Brruukkk...


"Aduh dek, kamu gpp?." Ucap Kak Della yang melihat Azizah terjatuh karena tidak terbiasa.


"maaf ya dek, kakak maksa kamu pakai." Ucap Kak Della merasa bersalah.


Setelah beli beberapa sepatu, mereka kembali berjalan menelusuri setiap toko-toko yang terdapat di dalam mall.


Di lain tempat ada seorang pria yang sedang di tarik tangannya oleh adiknya agar mau masuk ke dalam mall.


"Ayuk, kak." Ucap Kayla.


"ngga, kakak masih ada urusan!." ucap Rendi kesal.


"iisss....kakak mah gitu!." ucap Kayla kesal yang langsung berlari masuk kedalam mall sendiri.


"Astaga! anak ini keras kepala sekali!." ucap Rendi yang terpaksa mengikuti Kayla masuk kedalam mall.


"Dimana dia?." Batin Rendi setelah masuk kedalam mall dan tidak melihat Kayla disana.


"Anak itu kemana sih?!." Ucap Rendi kesal dengan berlari mencari keberadaan kayla.


Azizah bersama kak Della mengunjungi toko es krim yang di inginkan oleh kak Della.


"mba, pesan tiga es krimnya yang rasa strawberry dan coklat ya?." ucap kak Della.


"Baik! mohon di tunggu sebentar." ucap pelayan wanita.


Saat Azizah sedang duduk menunggu pesanan, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menghampiri nya.


"kak, aku takut." Ucap Kayla dengan memegang erat ujung baju Azizah.

__ADS_1


Azizah tersenyum sembari membelai lembut pipi kiri anak itu.


"adik kecil, kamu siapa?." Ucap Kak Della lembut saat melihat nya yang mendekati Azizah.


"saya Kayla, kak." Ucap Kayla.


"kamu bersama siapa disini?." Ucap Kak Della.


"kakak." ucap kayla.


"dimana kakak mu?." ucap kak Della.


Kayla tidak menjawab dan langsung melihat ke sekeliling nya.


"ituu..." Ucap Kayla dengan menunjuk kearah Rendi yang sedang berlari mencari nya.


"Astaga! ini anak." Batin Rendi saat melihat Kayla bersama dengan dua perempuan.


"Kakak..." Ucap Kayla dengan berlari kearah Rendi.


"dari mana saja kamu?!." bentak Rendi tanpa sengaja.


"A-aku..." ucap kayla ketakutan dengan air mata nya yang telah terbendung.


"Kalau sama adiknya sendiri, jangan di bentak dong!." Ucap Kak Della yang menghampiri mereka setelah pesanan nya datang.


Rendi tidak menjawab, ia hanya fokus melihat kearah seorang wanita yang berada disamping wanita hamil itu.


"Dia... Azizah?." Batin Rendi.


"Diaa...Rendi?." batin Azizah yang melihat sekilas kearah Rendi.


"kenapa harus bertemu dia lagi sih?!." Batin Azizah kesal.


Azizah mendekati Kayla dan memberikan nya satu es krim kepadanya.


"terimakasih, kak." Ucap Kayla senang. Azizah tersenyum.


"Lain kali jangan sampai hilang lagi ya?." ucap Rendi lembut dengan berlutut di depan kayla dan membelai lembut pucuk kepala Kayla.


Kayla yang mendapatkan kelembutan, akhirnya kembali tersenyum.


"baik, kak." Ucap Kayla senang.


"kak, Ayuk kita pulang?." isyarat tangan Azizah setelah menepuk pelan pundak kak Della.


"Baiklah." ucap kak Della dengan menoleh kearah Azizah.


"Lain kali, jangan di bentak lagi adiknya mas." Ucap Kak Della kepada Rendi yang sudah kembali berdiri.


"iya, maafkan kelalaian saya." Ucap Rendi dengan menghormati kak Della yang sedang hamil.


"Ayuk, dek?." Ucap Kak Della dengan menarik lembut tangan Azizah menuju pintu keluar.


"Adik?." Batin Rendi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hay🤗 ada yang kangen ga author update?😉 (hahaha...ge er banget ya aku, padahal ga ada yang nungguin🤣🤣🤣)


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA...😉👇


__ADS_2