Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
EPS 44


__ADS_3

Bremm.... ban bomil berputar yang membuat tubuh Rendi tersiram lumpur.


"Aakhh... Astaga!" kejut Rendi saat melihat tubuh nya di penuhi lumpur.


Brem... kak Aldi tanpa melihat keadaan di belakang mobil itu, hanya terus menancap gas mobil.


Bremm... hingga beberapa kali Rendi terus terkena lumpur yang membuatnya berjalan ke pintu pengemudi.


"Apa Paman, tidak melihat nya?!" kesal Rendi.


"Pufft... apa kau abis mandi di lumpur??" tanya kak Aldi saat melihat semua pakaian Rendi di penuhi lumpur termaksud wajahnya.


Rendi mengambil tisu yang ada di dalam mobil lewat kaca dan menggunakan itu untuk membersihkan wajahnya.


"Sudahlah! Kita jalan saja!" kesal Rendi saat mengetahui jika ban mobil itu sudah terlalu dalam masuk ke lubang berlumpur itu.


"Apa sudah tidak bisa?" tanya kak Aldi seraya mengarahkan senter hp nya kearah ban belakang.


"Ternyata cukup dalam juga," batin kak Aldi seraya menoleh ke arah Rendi yang masih berdiri di dekat nya.


"Di sini pasti tidak ada sinyal juga," batin kak Aldi.


"Yasudah kita jalan saja! Dan kau yang berjalan di depan," ucap kak Aldi seraya mengendong tubuh Azizah.


Hanya dengan pencahayaan senter hp yang mereka miliki mereka berjalan, kini hutan itu masih sangat gelap karena sudah menunjukkan jam 23:00 WIB.


"Sudah berapa jam kita berjalan?" tanya kak Aldi dengan hp yang ia taruh di kantong depan baju nya dan tidak tenggelam cahaya nya.


"Dua jam," jawab Rendi seraya menoleh sekilas kearah Azizah.


"Kenapa dia belum sadar?" batin Rendi khawatir.


Buk... Bukk... Tong... Terdengar dari depan hadapan mereka sebuah alunan gamelan.


"Suara apa itu?" batin Rendi yang melihat di depan tidak terlihat apapun.


"Seperti..." batin kak Aldi waspada.


"Apakah kita melanjutkan perjalanan nya?" bisik Rendi yang sekarang telah berada di sebelah kak Aldi karena takut.


"Lanjutkan perjalanan!" bisik kak Aldi yang juga sedikit takut.


Baru saja satu langkah mereka jalani, kini suara itu semakin dekat bagaikan mengelilingi mereka.


Tong...Bukk... Terdengar berbagai alat musik yang menggelima di sekeliling mereka yang gelap.


"Ada dimana ini?" batin Rendi seraya mengedarkan pandangan nya ke arah seorang wanita cantik yang sedang menari di depan mereka dengan pakaian khas jawa di tambah selendang dengan pencahaya obor disebelahnya.


Satu mata wanita cantik itu mengedip kearah Rendi yang terdiam menatap nya.


"Hey! Sadar!" ucap kak Aldi saat melihat Rendi bagaikan terhipnotis dengan wanita cantik itu.


"Jengg..." Ucap Rendi tanpa sadar.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?!" kejut kak Aldi saat melihat Rendi berjalan mendekati wanita itu.


Kak Aldi yang kesulitan mencegah Rendi karena ada Azizah di tangannya, akhirnya hanya diam melihatnya.


"Apakah dia menari?" Batin kak Aldi saat melihat Rendi menari bersama wanita cantik itu.


Ia menaruh pelan-pelan tubuh Azizah di tanah dan menyenderkannya di batu besar yang ada disana.


"Kita harus cepat!" Teriak kak Aldi namun, Rendi tetap menari dengan riya nya bersama wanita cantik itu.


Kedua bola mata wanita cantik itu mengedip-ngedip kepada kak Aldi yang juga menatapnya.


"Astagfirullah," Batin kak Aldi seraya menundukkan pandangan.


Wanita cantik itu terus menari mengelilingi Rendi yang telah terhipnotis dan berjalan secara perlahan mendekati kak Aldi.


Jari-jari lentik nya mengangkat dagu kak Aldi hingga membuat kak Aldi juga menatap kedua bola matanya yang kembali berkedip-kedip.


"Sopo kalian Iki?" Ucap wanita cantik itu yang tidak di mengerti oleh kak Aldi yang juga mulai terhipnotis.


"Jengg..." Ucap Kak Aldi tanpa sadar dan mengikuti wanita itu yang berjalan ke tempat semula nya.


Bukk... Bukk... Alunan musik gamelan terus menggema di telinga mereka yang telah terhipnotis.


Perlahan-lahan Azizah membuka kedua bola matanya.


"Apa yang mereka lakukan?" Batin Azizah saat melihat mereka menari mengelilingi sesuatu.


Ia melihat sekeliling nya yang gelap hanya ada pencahayaan dari beberapa obor disana dan masih mendengar alunan musik gamelan yang kini mulai hilang.


"Bukankah tadi aku berada di rumah tua?" Batin Azizah seraya bangun dan berjalan pelan kearah mereka berdua yang kini telah menari bersama.


"Aakhh... Pipiku sakit!" rintih Azizah dalam hati karena luka lebam pada pipi nya masih terasa perih.


Pukk... Pukk... Azizah menepuk-nepuk bahu kak Aldi yang terus saja menari dengan lincah bersama Rendi.


Rendi mendekati Azizah dengan tersenyum.


"Cantik, Ayuk? kita menari.." Ucap Rendi seraya menarik tangan Azizah untuk menari bersamanya.


"Nggak!" Batin Azizah menolak seraya langsung melayangkan tinju ke pipi kiri Rendi.


Bughh... "Aakhh..." rintih Rendi dengan tubuh yang oleng dan tersadar.


"Apa yang terjadi?" Tanya Rendi terkejut saat melihat kearah Azizah yang telah sadar.


"Sepertinya gue melakukan kesalahan lagi," Batin Rendi saat merasakan pukulan khas Azizah di pipi nya.


"Kak Aldi?" Batin Azizah seraya menggoyangkan tubuh kak Aldi hingga tersadar.


"Dimana ini?" kejut kak Aldi khawatir seraya melihat sekeliling hanya ada obor yang menyala.


"Tempat ini tidak aman! sebaiknya kita segera keluar dari tempat ini!" Ucap Rendi saat mengecek hp nya telah hilang di dalam kantung celananya.

__ADS_1


"Apakah ada barang yang hilang?" Tanya Rendi kepada kak Aldi.


Setelah mendengarnya, kak Aldi langsung memeriksa hp di kantung nya.


"Hilang!" Ucap Kak Aldi.


"Berarti dia telah mengelabui kita," Gumam Kak Aldi yang hanya mengingat saat ia melihat seorang wanita cantik itu.


"Ayuk?! cepat!" Ucap Rendi seraya mengambil obor itu untuk menjadi pencahayaan mereka.


"Baiklah!" tegas kak Aldi seraya juga mengambil satu obor itu dan memberikannya kepada Azizah.


"Bawa, dan berjalanlah di depan kakak," Ucap Kak Aldi.


Azizah mengangguk seraya mengambil obor itu.


Beberapa jam mereka berjalan melalui pohon-pohon yang rindang, akhirnya mereka melihat di depan ada sebuah jalan aspal.


"Akhirnya kita kembali menemukan jalan!" teriak Rendi lega saat sudah menginjak jalan aspal itu.


"Tetapi, tunggu dulu," Batin kak Aldi seraya mengecek kantung celananya yang masih ada satu hp lainnya.


"Mungkin disini sudah ada sinyal," Batin kak Aldi seraya mengetik sesuatu.


Selang beberapa menit, akhirnya anak buah kak Aldi datang dengan mobil mewah yang mempunyai lampu yang sangat terang.


"Cepat kita masuk!" ucap kak Aldi seraya masuk kedalam mobil, bersama dengan Azizah dan Rendi.


"Akhirnya telah selesai..." Batin Rendi sangat lega.


"Viona..." Batin Azizah saat mengingat nya.


"Aku harus menyelesaikan nya!" Batin kak Aldi seraya mengepalkannya tangannya saat mengingat pak Cristian pesaing besar nya itu.


"Viona ternyata telah mengkhianati nya," Batin Rendi saat melihat wajah lesuh Azizah.


"Pipi nya!" Batin Rendi saat melihat luka lebam di pipi Azizah semakin membiru.


"Kita kerumah sakit dulu," Ucap Kak Aldi kepada anak buahnya yang sedang menyetir.


"Baik!" jawab anak buahnya itu.


Pukk.. "Tidak usah, kak. kita pulang saja," isyarat tangan Azizah setelah menepuk pelan bahu kakak nya yang duduk di sebelahnya.


"Baiklah, Pulang kerumah!" tegas kak Aldi di jawab anggukan oleh anak buahnya.


Karena ia tau adik nya adalah wanita kuat yang bisa menahan luka di tubuhnya. namun, tidak bisa menahan luka di hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Eyaak... benar ga Readers para leadis (wanita)?😏


**TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😘

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YA..😍😍👇**


__ADS_2