Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
Wajahmu memerah! karena apa?


__ADS_3

"Kebetulan sekali! Sepertinya saya juga sedang lapar," ujar Andrew menyetujui nya. Lalu, mereka pergi ke restauran sea food di dekat sana.


RESTAURAN SEA FOOD


"Mari kita berbicara layak nya sebagai teman?" Tanya ramah Andrew setelah sampai.


"Iya, bicara santai saja. Memang nya ada apa?" Tanya Rendi keheranan dengan maksud ucapan Andrew.


"Begini, tuan... Saya ingin meminta pendapat tuan tentang...-" Ujar Andrew terhenti saat kedua bola matanya tertuju kearah seorang wanita bercadar Hitam yang baru saja datang.


"Uswah..." Gumam Andrew yang terdiam memperhatikan Uswah bersama Mba Lisa serta Diana yang sedang berjalan menuju meja makan di sebelah nya.


"Uswah?" Batin Rendi seraya menoleh kearah yang di perhatikan oleh Andrew.


Untuk menyenangkan hati sang adik ipar, Mba Lisa mengajak Uswah untuk makan di luar untuk melihat pemandangan sawah yang sangat menyejukkan dari atas tempat dimana yang telah di sediakan oleh restauran.


"Bukankah itu.. tuan Andrew? Dan??" Batin Uswah saat menoleh karena menyadari ada seorang lelaki yang terus memperhatikan nya dari arah samping.


Deg!


"Mereka... Mengapa saling menatap dengan begitu lama?!!" Batin Rendi kesal seraya menggeser kursi nya agar menghasilkan suara.


Kreakk!


Seketika suara tersebut kembali menyadarkan mereka berdua yang saling menatap kagum satu sama lain.


"Rendi?!" Batin Uswah yang ketakutan jika Rendi kembali membawa dirinya secara paksa.


"Jauhkan dirimu darinya, atau... Aku akan.." isyarat tangan Rendi yang hanya di lihat oleh Uswah seorang saja.


"Aku akan... Kembali melakukan nya! Agar dirimu secepatnya menjadi milikku seutuhnya!" Batin Rendi.

__ADS_1


"Akan? Akan apa?" Batin Uswah seraya mengalihkan pandangannya kearah Diana yang sedang berdiri mengayunkan tangan nya di atas pagar besi.


"Diana! Jangan terlalu dekat!" Ujar Mba Lisa saat melihat tubuh Diana ingin menaiki pagar tersebut karena saking senang nya melihat sawah.


Uswah menghampiri nya dengan cemas dan langsung menarik nya menjauh.


"Jangan seperti itu lagi, 'ya?! Nanti kamu akan jatuh," Isyarat tangan Uswah menasehati.


"Dek! Awas!!" Teriak seorang wanita muda yang sedang terduduk dan melihat ada seorang anak perempuan berumur berkisar 2 tahun yang sedang menaiki pagar besi tersebut.


"Astaghfirullah!" Kejut Uswah dalam hati setelah menoleh seraya berlari menghampiri nya.


Andrew pun secara refleks langsung berlari kencang menghampiri anak perempuan tersebut setelah mendengar teriakan wanita muda tersebut.


Bruuk!


Deg!


"Dek! Kamu, Gapapa?" Batin Uswah khawatir seraya mengecek tubuh anak perempuan tersebut tanpa menyadari jika tangannya di genggam oleh tangan besar nan kekar Andrew.


Rendi melihat pemandangan tersebut dengan mengepalkan kedua telapak tangannya.


"Cih! Setelah itu? Apakah akan melakukan hal lebih?" Gumam Rendi marah.


Brekk!


Rendi terbangun dari duduk nya. Lalu, berjalan dengan langkah cepat menuju tangga.


Takk...


Taakk...

__ADS_1


"Dia... Kenapa??" Batin Uswah saat melihat ekspresi wajah Rendi yang terlihat memerah. Lalu, menoleh kearah tangannya yang masih menggendong anak perempuan tersebut.


"Hikss... Ibuu! Huaahh!" Jerit anak perempuan tersebut saat tubuhnya terasa seperti tertekan oleh kedua tangan orang dewasa yang menggendong nya.


"Astaghfirullah! Nak, kamu Gpp?" Tanya sang ibu anak perempuan tersebut yang baru saja datang dari arah toilet.


Ibu tersebut mengambil anak nya yang masih menangis dengan lembut.


"Terimakasih, maaf! Tadi saya lalai menjaga nya," ujar sang ibu.


"Iya, Bu. Tidak apa-apa, yang penting anak nya baik-baik saja," jawab Andrew ramah.


Setelah ibu tersebut pergi meninggalkan mereka, Uswah masih terdiam di tempat memikirkan sesuatu.


"Apakah, hanya karena tangan ku di pegang oleh tuan Andrew? Dan itu membuat wajah nya memerah seperti itu??" Batin Uswah termenung.


"Uswah!" Ujar Andrew yang membuat Uswah menoleh kearah nya.


"Saya aka-" Ujar Andrew gerogi nan gugup.


"Maaf, tuan Andrew! Sepertinya, saya harus pergi sekarang," Isyarat tangan Uswah seraya berlari menuju tangga untuk mengejar Rendi.


"Dek! Uswah!" Teriak Mba Lisa yang tidak di hiraukan oleh Uswah.


"Ada apa, Bude?" Tanya Diana yang tidak mengerti.


"Kamu lapar, 'kan? Kita makan saja dulu, 'yuk?" Tanya Mba Lisa di jawab anggukan oleh Diana.


"Semoga semuanya, baik-baik saja,' Gumam Mba Lisa yang mengingat Uswah berlari tergesa-gesa menuruni tangga dan terlihat lelaki yang di isyaratkan Uswah sebelum nya terdiam di tempat.


"Dan siapa lelaki itu?" Batin Mba Lisa keheranan melihat drama mereka berdua sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2