
"Diamlah disini, Jangan ikuti diriku!" Tegas Andrew yang ingin menyembunyikan penyakit yang ia derita selam ini sembari berjalan keluar dari ruangan.
"Apa kamu marah?" Lirih Uswah dengan menatap sedu nan sayu punggung tegak Andrew yang telah hilang dari pandangannya.
"Astaghfirullah.." Batin Andrew yang terus saja beristigfar dengan dadanya yang masih terasa sakit.
"Mengapa dadaku terasa sangat sakit?!" Gumam Andrew dengan terus berusaha menahannya.
"Andrew!!" Teriak seseorang dari arah sebelah kirinya, ia pun akhirnya menoleh ke sumber suara tersebut.
"Kakak!" Ujar Andrew yang merasa senang jika kakak saudari kandungnya datang, yang bernama Nalisya Almaira.
Nalisya memakai pakaian syar'i yang sentiasa ia kenakan kemanapun ia pergi. Ia memliki paras yang sangat cantik alami khas Indonesia dengan kulit putih nan mulus tanpa skincare sedikitpun sudah dapat memancarkan kecerahan wajahnya.
"Assalamu'alaikum!" Ujar Nalisya sembari mendekati adiknya dengan senyuman manis yang tak pernah hilang dari wajah lonjong nya.
Ia memliki tahi lalat kecil pada bawah matanya yang berwarna hijau keturunan dari kakeknya ditambah dengan hidung mancung yang sangat menawan.
"Wa'alaikumussalam."
متى وصلت اندونيسيا؟
(Kapan kakak sampai di Indonesia?)
الآن ، ماذا تفعل في هذا المستشفى؟
(Baru saja, kamu ngapain dirumah sakit ini?) Tanya Nalisya.
عندما وصلت ، قالت خادمتك عندما كنت في هذا المستشفى؟
__ADS_1
(Saat diriku sampai, pembantumu bilang bila kamu berada dirumah sakit ini) Ulang Nalisya.
Nalisya Almaira adalah seorang mahasiswi yang mengambil jurusan kedokteran di universitas Istanbul, Turki. Karena sudah bertahun-tahun lamanya tinggal di negara Turki membuatnya tidak bisa menghilangkan kebiasaannya yang sudah sangat sering berbicara dengan bahasa arab.
لا بد أنك مريض ؟!
(Kamu sakit?!) Tanya Nalisya khawatir saat memperhatikan dengan teliti nafas Andrew yang terdengar sedikit terengah-engah karena dirinya yang terus menahan sesuatu.
"Laa, kak." (Tidak, kak.) Jawab Andrew dengan mengelak untuk menatap Nalisya didepannya.
اضطجع!
(Berbaringlah!) Tegas Nalisya sembari menuntun tubuh Andrew untuk berbaring dikursi tunggu yang panjang tersebut.
Nalisya segera mengeluarkan sebuah alat pengecek jantung didalam tas khas Turki miliknya sembari membuka beberapa kancing atas kemeja putih Andrew.
"Nafas dengan benar secara perlahan!" Tegas Nalisya saat ia menempelkan alat tersebut ke dada Andrew, Andrew menahan nafas dan menyingkirkan alat tersebut dengan pelan.
Uswah yang baru saja keluar dari ruangan karena ingin menyusul Andrew, melihat pemandangan yang tidak mengenakan saat suaminya disentuh oleh wanita yang sangat asing baginya.
Siapa wanita itu?!
Berkobarlah api cemburu dihati nya yang suci saat melihat pemandangan tersebut. Namun, ia berusaha tetap tenang dan diam memperhatikan mereka.
"Diamlah, jangan banyak bergerak!" Tegas Nalisya yang membuat Andrew yang sebelumnya ingin terduduk kembali terbaring dengan kepalanya yang mengarah kepada pintu ruangan Uswah membuatnya tidak bisa melihat Uswah yang masih mematung ditempat.
Setelah dia marah kepadaku, ia langsung berduaan bersama wanita lain?!
Uswah yang merasa kesal dan malu melihat kelakuan suaminya itu akhirnya memberanikan diri untuk melewati mereka berdua dengan bisu nan menundukkan pandangannya.
__ADS_1
Uswah! Itu Uswah, 'kan?!"
"Uswah!!" Teriak Andrew seraya langsung terduduk lalu berdiri dan ingin mengejar Uswah yang malah berlari kencang setelah mendengar saat dirinya memanggilnya.
Mengapa dia malah berlari? Akkhhh!
Andrew merasakan dada kirinya yang lama-kelamaan semakin terasa sangat menyakitkan! Dengan nafasnya yang kembali terengah-engah, Ia terdiam menatap bawah lantai.
Ada apa denganku, Ya Allah?
Bughh!
Andrew yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit itu langsung memukuli berkali-kali dada kirinya tersebut. Namun, hal itu semakin membuatnya kesakitan.
"Andrew, apa yang kamu lakukan?!" Ujar Nalisya khawatir sembari menghampiri tubuh Andrew yang telah lemas dan terjatuh kelantai.
Bruuk!
Para pasien serta yang sedang lewat melihat hal itu merasa keheranan nan khawatir saat Andrew terjatuh.
"Nona, ada apa dengannya?!" Tanya seorang pasien wanita yang dengan sigap langsung berjongkok didepan tubuh Andrew yang terjatuh dengan raut wajah cemas.
خذه إلى غرفة الطوارئ!
(Bawa dia ke unit gawat darurat!)
Suster tersebut tidak mengerti dengan bahasa Nalisya. Nalisya yang melihat hal itu pun akhirnya mengulang ucapan nya dengan bahasa Indonesia.
"Bawa dia ke unit gawat darurat!"
__ADS_1
"Baik, Nona. saya akan membawa para perawat lainnya untuk membawa nya ke UGD." Jawab suster wanita tersebut seraya berlari kencang sesuatu tempat.