Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
SYARAT?!


__ADS_3

Happ


Ada seseorang yang menarik tangan nya dari arah belakang.


Ia pun menoleh kebelakang.


"Siapa wanita ini?" Batin Uswah yang tidak mengenal Kesya.


"Ikut dengan ku!" Tegas Kesya dengan mencengkram kuat pergelangan tangan Uswah sembari menarik nya menjauh dari ruangan tersebut.


"Kau, siapa nya adikku?!" Tegas Kesya dengan menghempaskan tangan Uswah.


"A-aku te-teman nya.."


"CEPAT BICARA!!" Bentak Kesya dengan menatap tajam ke arah dua bola mata indah Uswah.


"Lepaskan penutup wajah mu itu! Dan bicara lah!!" Tegas Kesya dengan menarik paksa cadar hitam Uswah hingga terlepas.


Uswah yang di perlakukan seperti itu hanya bisa terdiam memasang kan cadarnya kembali.


"Kamu tidak sopan! Udah tau yang lebih tua sedang bertanya!" Tegas Kesya dengan mengambil paksa cadar hitam tersebut dan memegang nya erat.


Uswah yang melihat sekeliling nya terdapat lelaki ajnabi, ia hanya bisa menutupi wajahnya dengan hijab seraya pergi meninggalkan nya.


"Heyy!" Bentak Kesya dengan menarik kencang pergelangan tangan Uswah dan melilit nya kebelakang.

__ADS_1


Dengan refleks, Telapak tangan Uswah mencengkram kuat pergelangan kedua tangan Kesya hingga keadaan berbalik.


"Aakhh! Lepaskan!" Tegas Kesya dengan menatap tajam kearah Uswah.


"Tidak!! Saya tidak mau di operasi!!" Teriak seorang pasien yang sedang memberontak dengan lemas di atas brankar yang kini tengah di dorong oleh para suster menuju ruang operasi.


"Us-Uswah!! Ah-apah jawabanmuh??" Tanya Andrew saat dirinya melewati Uswah dan Kesya disana.


Uswah menoleh dengan tatapan iba kepadanya seraya terdiam.


"Uhs-Uswahh..." Lirih Andrew yang tertidur setelah seorang suster menyuntikkan obat bius kepada nya.


Brakk!


"Kamu harus bertahan!! Jangan menyerah!" Batin Uswah dengan bulir-bulir air bening terjatuh dari kedua mata indah nya hingga membasahi pipi cubby nya yang tak berbalut cadar.


Entah kenapa, ia begitu khawatir oleh keadaan Andrew yang sedang menjalankan operasi, dengan dirinya yang berdiri menunggu di depan sebuah ruangan operasi berlampu merah.


"Bagaimana ini?? Mengapa aku begitu khawatir?!!" Batin Uswah yang sangat khawatir, mungkin karena efek hamil yang menyebabkan nya sangat mudah menangis.


Ia terus berjalan bolak-balik sembari sekali-kali duduk di kursi penunggu dengan bibir ranum nan ping alami nya yang bergetar mengigit-gigitkan jari telunjuk nya.


"Heh! Kamu siapa nya adik ku?!" Tegas Kesya yang kembali mendatangi Uswah yang tengah khawatir.


Uswah terus saja melakukan hal yang terus ia lakukan sedari tadi tanpa menyadari ada nya Kesya disana.

__ADS_1


"Hehh! Jangan sok cantik deh! You are very arrogant!!" Bentak Kesya seraya menampar pipi mulus nan putih Uswah yang tak berbalut cadar.


Plakk! "Sshhh.." Batin Uswah mendesis sembari menyentuh pipi nya yang terasa perih.


"Ca-Cadar ku! A-apa 'kah aku tidak memakai cadar?? Mengapa aku tidak menyadari nya?!!" Batin Uswah panik tanpa mempedulikan pipi nya yang perih.


Kedua bola mata indah nya tertuju kepada cadar hitam nya yang masih di genggam erat oleh telapak tangan wanita di depan nya.


"Apa kau menginginkan kain ini??" Ujar Kesya dengan menarik tipis kedua sudut bibir nya.


Uswah mengulurkan tangan kearah nya.


"Seperti nya kain jelek ini sangat berharga untuk nya," Batin Kesya seraya memasukkan cadar Uswah kedalam kantung rok mini nya.


"Astagfirullah! Apa mau nya wanita ini??!" Batin Uswah dengan menatap tajam kearah Kesya.


"Aku punya dua syarat untuk mu mendapatkan kain hitam ini.."


Uswah mengernyitkan dahi nya dan membatin, "Syarat?"


"Syarat pertama. Kau, harus menikah dengan adik ku, Andrew! Syarat kedua. Kau, harus menceraikan suami mu karena telah menghamili diriku!" Tegas Kesya.


Deg!


"Me-Menghamili wanita ini??" Batin Uswah terkejut.

__ADS_1


__ADS_2