Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
EPS 45


__ADS_3

"Baiklah, Pulang kerumah!" tegas kak Aldi di jawab anggukan oleh anak buahnya.


Karena ia tau adik nya adalah wanita kuat yang bisa menahan luka di tubuhnya. namun, tidak bisa menahan luka di hatinya.


KEESOKAN HARINYA... DI SMA SERAJA 1


Azizah melihat Viona yang terus saja memalingkan wajahnya dari dirinya.


"Mungkin, 'kah? dia seperti itu?" Batin Azizah sedih seraya berjalan bersama Intan ke toilet.


"Kenapa Viona menjauhi kita?" Gumam Intan keheranan saat melihat Viona tidak menyapanya.


"Apakah kita punya salah?" Gumam Intan seraya di dengar oleh Viona yang berjalan melewati mereka dengan memalingkan wajahnya.


"Akulah yang mempunyai salah, Intan.." lirih Viona tanpa di dengar oleh orang lain.


"Ayuk? Intan," isyarat tangan Azizah seraya menarik tangan Intan karena ia sudah tidak tahan.


Brukk... terjatuh tabrakan antara mereka dan dua lelaki yang membuat semuanya terjatuh.


"Aauww..." rintih Intan.


"Akhh..." rintih kedua lelaki itu.


"Maaf, saya gak sengaja," isyarat tangan Azizah setelah bangun.


Degg... "Azizah? sudah lama aku tidak melihatnya," Batin Reno setelah bangun karena akhir-akhir ini ia di sibukkan oleh dirinya yang ingin pindah sekolah.


"Siapa wanita cantik berjerawat itu?" Batin Rafi saat melihat Intan di depannya yang masih terduduk dengan mengusap-ngusap tangan nya yang sedikit sakit.


"Ini, untukmu..." Ucap Reno dengan memberikan secarik kertas untuk nya.


"Kertas apa itu?" batin Azizah seraya mengambil secarik kertas itu.


"Aku akan pindah sekolah, terimakasih..." ucapnya seraya berlari meninggalkan Azizah yang masih kebingungan.


"Terimakasih untuk apa?" batin Azizah.


Kedua orang yang masih terduduk di lantai itu, hanya bisa melihat drama mereka berdua.


"Pertama kali nya, aku melihatnya malu," batin Rafi gak menyangka seraya terbangun dan langsung mengejar Reno.


"Siapakah siswa itu?" Batin Intan terpana melihatnya.


"Intan, kamu Gpp?" isyarat tangan Azizah seraya membantu tubuh Intan berdiri.


"Gpp, cowok tadi siapa?" Tanya Intan seraya melihat kearah Rafi yang masih terlihat dari pandangannya.


"Entahlah, aku juga ngga tau," isyarat tangan Azizah yang memang tidak mengetahui nya.


"Surat apa yang dia berikan kepadamu?" Tanya Intan yang melihat secarik kertas itu di masukkan oleh Azizah kedalam kantong rok nya.


"Ayuk? aku gak tahan nih!" isyarat tangan Azizah yang sudah tidak tahan seraya menarik tangan Intan.


"I-iya," jawab Intan yang masih melihat kearah belakang.


Deg... "Dia melihatku?" batin Rafi tanpa sengaja ia pun menoleh kearah belakang.


"Eeh... Astagfirullah," Batin Intan istighfar seraya kembali melihat kedepan dengan berlari.


Setelah melihat Azizah sudah menjauh, Reno menghentikan langkahnya.


"Terimakasih... karena telah membuat ku, merasakan cinta kembali," Gumam Reno.


"Cinta? kau, menyukai nya?" tanya Rafi yang telah berada di belakang nya.


Reno terdiam karena malu.


"Apa benar?" Tanya Rafi seraya menoleh kearah wajah Reno yang berwarna merah.


"Puuftt... Apa kau malu?" Tanya Rafi senang.


"Udahlah, Ayuk kita lanjutkan jalannya?!" Ucap Reno seraya kembali berjalan.


"Hahaha... ternyata kamu, bisa jatuh cinta juga," Ucap Rafi dengan terus menggoda Reno.


"Diam!" kesal Reno seraya mempercepat langkahnya.


"Bukankah kata siswa yang memberikan mu secarik kertas itu, ia akan pindah sekolah?" Tanya Intan setelah melihat Azizah keluar dari toilet.


Azizah mengangguk.

__ADS_1


"Apa kamu menyukai nya?"goda Intan.


Azizah menggeleng dengan malu.


"Hanya kagum," Batin Azizah.


"Udah, ngaku aja! kamu suka, 'kan?" goda Intan.


Azizah menggeleng seraya pergi meninggalkan.


"Azizah, tunggu!" ngambek Intan seraya mengejar nya.


Di lain tempat, ada dua lelaki yang menjadi pesaing dalam hal cinta sedang berhadapan satu sama lain.


"Maaf, bila saya ada salah padamu," Ucap Reno yang sedang berhadapan dengan Rendi di atap sekolah.


"Kenapa, kau menjadi berubah?" Sinis Rendi.


"Saya akan pindah sekolah, dan tolong jagalah Azizah.." Ucap Reno.


"Sudah pasti! kau, akan pindah kemana?" tanya Rendi.


"Kedua orang tua ku, menyuruhku untuk bersekolah di Arab Saudi. tempat Paman ku berada," jelas Reno.


"Baguslah! jika dia akan ke luar negeri," Batin Rendi dengan penuh kemenangan.


"Saya mengalah..." Lirih Reno.


Tanpa menjawab, Rendi langsung memeluk nya dengan erat.


"Pergilah... jangan mengkhawatir kan, Azizah." Ucap Rendi di dalam pelukannya.


"Terimakasih..." lirih Reno seraya membalas pelukannya.


"Yess! akhirnya gak ada lagi yang menghalangi antara gue dengan Azizah," Batin Rendi penuh kemenangan.


"Saat kembali, jangan lupa untuk membawakan oleh-oleh nya yaa..." Seru Reyhan cengengesan.


"Baik!" jawab Reno terharu.


"Terimakasih karena telah menjadi pesaing terhebatku.." Ucap Reno setelah Rendi melepaskan pelukannya.


"Hahaha... Suatu hari nanti, jadilah pesaing yang tidak akan menyerah sepeti ini!" Ucap Rendi dengan sedikit akrab.


"Kapan, kau akan pergi?" tanya Rendi yang tidak sabaran.


"Malam ini," jawab Reno.


"Gue akan menemani mu pergi..." ucap Rendi.


"Tidak usah!" ucap Reno tidak enak hati.


"Tidak apa-apa! kita sekarang teman, jadi kalian menjadi anggota kami. Yaitu Grup R6!" sorak Rendi seraya merangkul Reno dengan gembira.


"Mari kita rayakan kepergian nya!" sorak Rendi tanpa sadar.


Reno menatap Rendi dengan keheranan.


"Eehh...Enggak! maksudnya... mari kita rayakan anggota baru ini!" sorak Rendi salah tingkah akibat ucapannya barusan.


"Iya!" jawab semua nya kecuali Rifki.


"Hey! kenapa, kau diam saja?" Tanya Reyhan.


"Mm-hmm... iya," jawab Rifki seraya tersenyum pertama kali nya.


Di lain tempat, tepatnya di kelas Azizah.


"Azizah... ka-" Ucap pelan Bianca di depan Azizah yang sedang duduk di kursi.


"Azizah! kami minta maaf!" Ucap Mita seraya menunduk rukuk di depan Azizah, di ikuti semua anggota geng girlsl beautiful.


"Ada apa ini??!" isyarat tangan Azizah dengan mengangkat bahu mereka satu persatu.


"Kami telah melakukan banyak kejahatan padamu, maka dari itu. MAAFKAN KAMI!" Ucap Bianca berusaha keras bersuara lancar seraya kembali menunduk rukuk.


Azizah kembali mengangkat kedua bahu Bianca seraya mengangguk.


"Terimakasih.." lirih Bianca terharu dengan kebaikan Azizah seraya memeluk nya.


"Hikss..Hikss...maafkan, kami..." lirih semua anggota geng girlsl beautiful yang menangis terisak-isak.

__ADS_1


Semua siswa dan siswi terdiam melihatnya, terutama Viona yang menjadi patung saat datang dan melihat kejadian itu.


"Mereka meminta maaf?" Batin Viona termenung.


"Akuu...? Batin Viona bimbang.


Azizah menjadi bingung dengan tangis mereka yang semakin lama, semakin menjadi-jadi.


"Azizah, aku ingin bicara denganmu!" ketus Viona seraya kembali keluar dari kelas.


"Dia mau bicara apa?" batin Azizah seraya menoleh kearah Intan dari kejauhan.


"Tolong urus mereka..." isyarat mata Azizah yang di mengerti oleh Intan.


Intan mengangguk dengan tersenyum seraya membantunya lepas dari geng girls beautiful.


"Apa yang ingin di bicarakan?" isyarat tangan Azizah setelah sampai di lorong bawah tangga.


"Aku... Minta maaf!" Ucap Viona seraya bersujud di depan Azizah.


"Dia juga melakukannya?!" batin Azizah yang benar-benar bingung kali ini seraya dengan cepat ia terduduk dan mengangkat bahu Viona.


"Maaff...Hiks.." Ucap Viona menangis tersedu.


Azizah tersenyum seraya memeluk tubuh Viona.


"Maafkan, aku. Azizah...Hiks," Isak tangis Viona di dalam pelukannya semakin keras.


Azizah mengelus lembut punggung Viona dan membiarkan nya mengeluarkan semua keluh kesah nya.


"Hikss... Aku melakukan itu karena perintah papah ku," lirih Viona😭😭.


"Sudah, tidak apa-apa," Batin Azizah seraya melepaskan pelukannya dan mengusap lembut air mata Viona.


"Tidak apa-apa," isyarat tangan Azizah seraya tersenyum.


"Huaahh...Azizah," lirih Viona dengan terus menangis.


MALAM HARINYA...


Rendi melihat pesawat yang di tumpangi Reno telah meluncur.


"Dia pergi!! Huuhh!!" Teriak Rendi dengan penuh kelegaan seraya melompat dengan gembira.


"Ada apa dengan pria itu?" bisik orang-orang yang melihatnya.


Rendi tersadar jika saat ini ia mendapatkan tatapan dari orang-orang di sekitar nya.


"Astaga! kenapa gue kayak orang tidak waras?!" rutuk nya dalam hati seraya pergi dari bandara.


Di sebuah rumah besar nan tingkat, tepatnya di kamar Azizah.


Ia sedang membuka secarik kertas yang di berikan oleh Reno tadi yang membuatnya penasaran.


"Ini maksudnya apa?" Batin Azizah keheranan saat melihat kertas itu kosong, sama sekali tidak ada tulisan.


Ia mengambil gelas yang berisi air putih dan meminumnya.


Glek... Glekk... "Apa arti dari secarik kertas itu?" batin Azizah seraya tanpa sengaja ia menumpahkan air ke kertas itu.


Tiba-tiba muncul secara perlahan sebuah tulisan disana.


"Ada tulisan!" Batin Azizah seraya memperhatikan kertas itu yang sudah basah sempurna.


"**Assalamu'alaikum, Azizah."


Semoga kamu selalu di lindungi Allah serta selalu bahagia. Aku akan pindah, terimakasih karena telah membuat ku merasakan sebuah cinta.


^^^Dari Reno**.^^^


"Cinta...?" Batin Azizah termenung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**DI BACA DONG! JANGAN CUMA LIKE DOANG😒 BERCANDA😂😂


TERIMAKSIH TELAH MAMPIR😘


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA DAN KOMEN AGAR AUTHOR TAU JIKA KALIAN BENAR-BENAR MEMBACA NYA HINGGA AKHIR...😚🤗🤗


MULAI DARI EPISODE INI DAN SETERUS NYA, IN SHAA ALLAH AKAN SANGAT SERU..😚😘 AUTHOR SENDIRI SAJA GREGET SAAT INGIN MENCERITAKANNYA KEPADA KALIAN DI EPISODE SELANJUTNYA, MASA KALIAN NGGAK SIH?!🤣🤣😣😣

__ADS_1


PANTAU TERUS YAA... CHAPTER SELANJUTNYA😣**


__ADS_2