Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
EPS 73


__ADS_3

"Awas!" tegas pria berkumis tersebut, saat melihat satu kaki Uswah yang terpleset dan alhasil mengakibatkan tubuh nya tak seimbang.


Bruuk!!


Deg!


Deg!


Pria berkumis tersebut dengan sigap langsung menangkap tubuh Uswah yang hampir terjatuh terjungkal kebelakang.


Bila musim berganti..


Sampai waktu terhenti..


Walau dunia membenci..


Ku kan tetap disini!..


Nyanyian tersebut, bagaikan mengutarakan isi hati pria berkumis tersebut yang sedang kesepian mencari istri nya yang hilang.


Deg!


Degg!

__ADS_1


Suara detakan jantung yang sedang memompa darah dengan cepat, terdengar merdu oleh pendengaran kedua insan yang sedang terdiam menatap dengan insten satu sama lain.


"Siapa lelaki ini? Mengapa kedua bola matanya sangat mirip dengan nya??" Batin Uswah saat memandang kedua bola mata pria berkumis tersebut di balik kaca mata.


"Ciee.. Cieee... Disini ada anak kecil, lohh!" Ujar para anak-anak nya kak Aldi yang tertawa melihat kemesraan mereka berdua.


"Astagfirullah!" Kejut Diana seraya kedua tangan nya menutupi kedua matanya.


"Eeehh.. Lain kali, hati-hati. Nona," ujar pria berkumis tersebut seraya melepaskan pelukan nya dan menjauh dari tatapan curiga Uswah kepadanya.


"Dek, Uswah!" Ujar Mba Lisa.


"Lelaki itu sepertinya..." Batin Uswah curiga seraya memalingkan pandangan nya kearah Mba Lisa yang terlihat sibuk dengan membawa barang belanjaan.


Uswah melihat nya dengan khawatir seraya menghampiri Mba Lisa. Lalu, mengisyaratkan nya "Astagfirullah, Mba! Mengapa mba membawa barang sebanyak itu? Sini! Biar ku bantu,"


Uswah mengangguk seraya mengikuti Mba Lisa masuk kedalam rumah.


"Paman, Ayuk kita berenang!" Ajak Diana seraya menarik tangan pria berkumis tersebut untuk nyebur kedalam kolam renang.


Byurr!!


Tubuh pria berkumis tersebut telah tercebur kedalam air dengan kumis nya yang hampir terlepas.

__ADS_1


Ia langsung membenarkan kumis kembali. Lalu, bergumam, "Untung saja tidak ada yang mengetahui nya,"


Beberapa Minggu telah berlalu, pria berkumis tersebut masih bertahan menjadi pengurus para anak-anak angkat Kak Aldi.


"Lelaki itu masih bertahan?" Batin Uswah saat memperhatikan pria berkumis tersebut yang mulai menyukai anak kecil dan bermain dengan riya bersama anak-anak nya kak Aldi.


"Ternyata, merawat anak kecil sangatlah enak!" Gumam pria berkumis tersebut saat dengan gembira nya ia bermain dengan anak-anak di ruangan perpustakaan besar tersebut.


Meoongg!


Terlihat kucing berbulu putih-lembut nan lebat, menghampiri Uswah dengan manja.


"Kitten!" Girang Uswah dalam hati saat melihat sang kucing telah terbangun dari tidur siang nya. Ia langsung mengusap lembut kepala Kitten.


Meoongg!


"Ihhh! Ada kucing!" Girang salah satu anak nya kak Aldi yang bernama Nayla, pecinta kucing.


Ia menghampiri Kitten yang berada di dekat Uswah dan di iringi bergantian anak-anak lainnya pun ikut berhamburan ingin mengelus Kitten yang sedang berguling-guling manja.


"Hahah! Isss.. awas! Nanti di cakar, 'loh!" Ujar Nayla saat melihat saudara nya ingin menyentuh perut Kitten.


Uswah memperhatikan mereka dengan tersenyum dibalik cadarnya. Lalu, ikut bermain bersama Kitten dan anak-anak kak Aldi.

__ADS_1


"Andai saja, jika mereka adalah anak-anak kita. Aku pasti akan sangat senang bermain dengan darah daging ku sendiri," Lirih pria berkumis tersebut terdiam memperhatikan mereka.


"Rencana ke dua apakah akan berhasil? Dan apakah ia akan menjadi milik ku seutuh nya?" Batin pria berkumis tersebut yang sudah merencakan sesuatu.


__ADS_2