
Pagi hari yang tidak biasa
Sinar matahari yang tertutup awan hitam
Gemuruh angin yang meniup
Daun-daun yang bergoyang
Dedaunan hijau yang tersayup-sayup
Awan hitam yang bergelombang
Langit biru yang tertutup
Cahaya terang yang tertutup
Suara hewan yang beriringan
Burung yang berterbangan di awan hitam
Dedaunan yang hijau tak terlihat
Gunung yang biru terhalangi awan
SATU TAHUN KEMUDIAN...
Tanpa terasa tiga tahun telah mereka lewati disekolah menengah atas, dengan banyak nya kawan-kawan yang bermacam karakter. menghias suasana masa-masa SMA, canda dan tawa mereka lewati bersama hingga menangis pun bersama-sama.
Aku akan pergi...
kawanku... jangan lupakan aku...
aku harap kita dapat berjumpa lagi...
Dengan cita-cita yang telah kita raih...
Hari ini adalah hari wisuda bagi mereka yang telah belajar dengan sungguh-sungguh. Namun, bagi lainnya ini adalah hari perpisahan.
"Azizah..." Girang Intan saat melihat Azizah baru saja datang dengan pakaian kebaya berwarna ungu serta kerudung panjangnya yang berwarna senada.
Azizah tersenyum seraya memeluk Intan.
"Yahh... kita akan berpisah.." lirih Intan sedih setelah melepaskan pelukannya.
"Tidak apa-apa, kita tetap sahabat," isyarat tangan Azizah.
Terdengar suara mice dari atas panggung, jika acara wisuda akan segera mulai.
Satu persatu, siswa atau siswi yang berprestasi naik kearah panggung untuk mengambil piala penghargaan.
"Cantik sekali!" Gumam Rendi tanpa sadar saat melihat Azizah juga naik keatas panggung.
"Cewek itu?" Batin Rafi yang melihat Intan juga berjalan naik keatas panggung.
"Ternyata benar..." batin Reyfano yang duduk di sebelah Rendi dan mendengar gumam Rendi.
Setelah semua murid berprestasi itu mengambil piala serta Salim kepada para pemimpin sekolah, mereka kembali turun dari atas panggung.
"Selamat!" girang Intan seraya memeluk kembali tubuh Azizah.
Azizah tersenyum seraya menyambut pelukannya.
"Jika saja, kedua orang tua ku masih ada. mereka pasti sangat bangga padaku..." lirih Intan.
__ADS_1
Azizah mengusap lembut punggung Intan.
"Tetapi, tidak apa-apa! yang penting hari ini aku bisa mencapai cita-cita mereka. yang menjadikan ku anak berprestasi!" Ucap Intan dengan penuh semangat seraya melepaskan pelukannya.
"Iya!"isyarat tangan Azizah senang.
"Ouh ya, Azizah. Viona dimana?" tanya Intan yang tidak melihat Viona dari banyak nya siswa siswi disana.
"Ngga tau, aku juga dari tadi tidak melihatnya," isyarat tangan Azizah seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling nya.
"Hhmm...sudah beberapa hari lalu, dia juga gak masuk sekolah," Ucap Intan.
Di lain tempat, ada seorang wanita berhijab sebahu yang menatap langit malam lekat-lekat lewat jendela pesawat.
"Semoga kita bisa bertemu lagi, sahabat ku..." lirih Viona seraya menatap foto mereka bertiga di hp nya.
SETELAH ACARA SELESAI...
"Selamat yaa..." Ucap para siswa siswi disana yang menghampiri mereka.
"Terimakasih.." jawab Intan terharu seraya menerima salaman dari mereka yang menenggelamkan nya dari pandangan Azizah.
"Selamat!" Ucap Rendi yang memberanikan diri seraya mengulurkan tangannya.
"Terimakasih..." isyarat tangan Azizah seraya mengatupkan kedua telapak tangannya.
Rendi kembali menarik tangannya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Gue harus menyatakannya!" Batin Rendi seraya memegang pergelangan tangan Azizah yang ingin pergi darinya.
"Azizah..." lirih Rendi yang membuat Azizah menoleh kearah belakang.
"Apa yang dia lakukan?!" Batin Azizah terkejut saat melihat Rendi berlutut di depannya.
"Azizah, Sebenarnya... aku suka padamu," ujar Rendi seraya memberikan sebuah kotak berisi cincin dari kantung jas nya.
"Maukah kamu menjadi pacarku?" tanya Rendi penuh harap.
"Pacarnya?! Wahh.." bisik para siswi yang merasa cemburu.
"Maaf..." isyarat tangan Azizah seraya pergi dari hadapannya.
Degg...
"Ada apa? apakah dia menerimanya?" bisik para siswi yang tidak mengerti bahasa isyarat.
"Seperti nya dia di tolak, lihatlah! Azizah pergi.." bisik lainnya.
Rendi yang tidak ingin merasakan kembali rasanya sakit hati, akhirnya ia mengejar Azizah.
"Wahh.. dia mengejar nya?!!" Teriak para siswi seraya mengikuti Rendi.
Takk... Takk... "Azizah! Tunggu!!" Teriak Rendi.
"Itu dilarang dalam Islam!" jerit Azizah dalam hati dengan bulir-bulir air mata kembali terjatuh dari mata lentiknya.
Jegger... suara petir bergerumuh diatas awan dengan turun nya hujan setetes demi setetes memberikan harapan baru yang di nanti setiap orang.
"Azizah! berikan aku penjelasan..." lirih Rendi yang menghentikan lari nya.
Azizah terhenti saat mendengarnya yang bersuara lirih, namun masih sangat terdengar jelas di telinganya.
Bughh... belum sempat Azizah menoleh kebelakang,
__ADS_1
Rendi sudah lebih dulu memeluknya dari belakang.
"Aku tidak akan melepaskan mu!" ucap Rendi tepat di dekat telinga Azizah yang tertutup hijab dengan wajah kedua nya yang kini telah basah terkena hujan.
"Apa yang dia lakukan?!" batin Azizah seraya memberontak. namun, bukannya Rendi melepaskan malah mengencangkan pelukannya dan mengunci tubuh Azizah agar tidak bisa bergerak.
"Diamlah..." lirih Rendi seraya membalikkan tubuh Azizah seraya langsung mengecup bibir ranum Azizah yang selalu menggoda nya.
"Nggak! Ini tidak boleh!" jerit Azizah di dalam hati seraya terus menolak perlakuan Rendi terhadapnya.
Rendi terus melanjutkan aksinya di depan para siswi yang tadi mengikutinya.
"Astaga?! dia men*ium nya?" bisik para siswi itu.
Bbremm... terdengar suara mobil mewah yang menghampiri mereka, namun Rendi tidak menghiraukannya dan terus melanjutkan aksinya.
"Eemm!" Batin Azizah yang merasakan nafasnya sesak seraya menggigit bibir bawah Rendi.
"Aakkhh..." rintih Rendi seraya melepaskan ci*mannya.
Azizah yang memilik kesempatan, ia dengan cepat melepas dari pelukan Rendi dan menjauhi nya.
"Alasan ku, karena aku tidak menyukaimu!!" isyarat tangan Azizah dengan butiran bening yang terus turun membasahi pipinya.
Degg...
"Apa yang barusan kau lakukan?!" Teriak kak Aldi seraya turun dari mobil dengan kemarahan yang telah membara di dada.
"Kakak..." Batin Azizah seraya berlari memeluk kak Aldi.
"Kakak ada disini," ucap lembut kak Aldi seraya mengelus lembut kepala Azizah.
"Kakak..." isyarat tangan Azizah setelah melepaskan pelukannya dan menoleh kearah belakang.
"Aku tidak akan menyerah!" isyarat tangan Rendi yang hanya dilihat oleh Azizah.
"Masuklah!" Ucap Kak Aldi yang membuat Azizah masuk kedalam mobil.
Bughh... satu pukulan terkana tepat di perut Rendi.
"Aakhh..." rintih Rendi dengan tubuh membungkuk menahan sakit di perutnya.
"Ini belum ada apa-apanya dengan yang kau lakukan pada adikku!" titah kak Aldi seraya berjalan masuk kedalam mobil.
"Aku tidak akan menyerah, Azizah!" isyarat tangan Rendi yang kembali di lihat oleh Azizah yang berada di dalam mobil.
..."Apa yang akan terjadi?" batin Azizah....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hujan tiada henti²nya
sementara petir terus menggelegar kilat diikuti guntur yang amat menakutkan
hujan mengapa engkau tak berhenti?
jika kau tak berhenti, akan terjadi banjir
hujan, berhentilah sebelum terjadi banjir
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YA...🤗👇
AND SALAM DARI PENULIS UNTUK PARA READERS.😘
__ADS_1