
"Rencana ke dua apakah akan berhasil? Dan apakah ia akan menjadi milik ku seutuh nya?" Batin pria berkumis tersebut yang sudah merencakan sesuatu.
Malam hari nya...
"Pak Tono, sudah pulang, 'kah?" Tanya kak Aldi kepada Mba Lisa di perpustakaan rumahnya, ia tidak lagi melihat pak Tono, pria berkumis tersebut.
"Sepertinya... Iya," jawab Mba Lisa seraya mengemasi buku-buku yang berserakan bersama para pembantu.
"Padahal ingin di kasih bonus gajian. Namun, sepertinya besok saja," Gumam kak Aldi seraya pergi menuju lift.
Ekheem! Author ingatkan jika setelah ini ada sedikit adegan yang... Buat para jomblo/belum menikah, harap SKIP saja!! (Ga sadar diri author nya😂🤣)
Di dalam kamar seorang wanita bercadar yang kini telah melepas semua pakaian syar'i nya dan hanya meninggalkan handuk yang menutupi tubuh nya.
Ceklek!
"Rasanya, hari ini sangat gerah," Batin Uswah seraya masuk kedalam kamar mandi.
Syurr!
Ceklek!
Terlihat seorang lelaki yang baru saja memasuki kamar Uswah. Lalu, berjalan perlahan mendekati segelas air putih yang tergeletak di atas meja nakas.
"Sepertinya dia sedang berada didalam kamar mandi," Gumam lelaki tersebut, ia langsung menaburkan sesuatu kedalam gelas tersebut. Lalu, ia segera bersembunyi di balik tirai saat mendengar suara pintu terbuka.
__ADS_1
Ceklek!
"Sungguh segar, dan melegakan," Batin Uswah setelah mandi rasanya seluruh tubuhnya kembali segar.
Pria berkumis itulah yang bersembunyi di balik tirai dengan kesusahan menelan Saliva nya saat memperhatikan rambut Uswah yang tergerai indah di pandangan nya dan dapat menggoyahkan sesuatu di bawah.
"Aku haus!" Batin nya kembali. Lalu, dengan segera ia meminum air putih yang tersedia di atas meja nakas seraya menduduki sisi ranjang.
"Bismillah," Batin nya seraya meneguk air tersebut hingga tandas.
Glek!
Glek!
"Sangat segar! Rasanya aku ingin segera tidur," Batin nya lagi. Seraya melentangkan tubuhnya di atas ranjang. Lalu, memejamkan kan matanya.
"Huuftt! Kenapa sekarang terasa panas?" Batin nya saat merasakan seluruh tubuhnya berkeringat di balik baju tidur nya.
Ia mengambil remot AC. Lalu, menurunkan suhu menjadi dingin.
Ciit..
Ia kembali mencoba tidur menyamping tanpa selimut.
"Gerah! Kenapa sangat gerah?!" Batin nya kembali seraya melihat remot AC yang terlihat sudah maksimal suhu dinginnya.
__ADS_1
Ia merasakan tubuhnya berkeringat dingin dengan ada sesuatu menggelikan pada bagian bawah nya.
Srekk!
"Aku sudah tidak tahan!" Jerit Uswah dalam hati. Ia menoleh kearah sumber suara dengan buram.
"Tolong akuu..." Tatapan Uswah yang di lihat pris berkumis tersebut bagaikan mengisyaratkan itu
."Aku akan menolong mu," ujar pria berkumis tersebut yang tak lain adalah Rendi dengan membuka kumis palsu nya dan ia menghampiri Uswah yang sudah membuka satu demi satu pakaiannya.
Brekk!
Tanpa berfikir panjang, Rendi langsung menyerang tubuh Uswah dengan sangat agresif nan lincah.
"Maafkan, Aku," Gumam Rendi tepat di dekat telinga Uswah yang sedang meringis kesakitan saat merasakan ada sesuatu benda besar menerobos pertahanan nya.
"Sakit!!" Batin Uswah seraya meremas sekencang-kencang nya sprei di kedua sisinya. Lalu, menangis tanpa suara.
"Akan ada benih ku yang akan tumbuh di rahim mu dan akan mempersatukan kita kembali," Lirih Rendi saat melihat bulir-bulir air bening jatuh dari kedua bola mata indah nan lentik Uswah.
Selang beberapa jam lamanya...
"Aku terpaksa melakukan nya, agar dirimu menjadi milikku!" Gumam Rendi seraya memberhentikan aksi nya dengan di akhiri kecupan lembut menyentuh dahi Uswah yang telah terpejam.
Cup...
__ADS_1
"Maafkan aku, sayang. Aku akan kembali menjemput mu bila waktunya telah tiba," ujar Rendi seraya menutupi tubuh polos Uswah dengan selimut. Lalu, memakai kembali pakaian miliknya yang telah berserakan di lantai.