Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
KAU, KENAPA?


__ADS_3

"Kau, kenapa? Aku tidak ingin kehilangan mu.."


"Sejak kapan ia menderita penyakit asma?!"


Whiuu..


Salah satu ambulance telah datang dengan lampu darurat yang menyala-nyala, dan para perawat wanita maupun lelaki sudah bersiap di depan lobi.


Di saat pintu belakang mobil ambulance di buka, Pandangan Rendi seketika menoleh kearah Uswah yang masih belum memakai cadarnya di balik telapak tangan nya yang terus menghalangi pandangan pria yang menunjukkan jalan pintas tadi.


"Aku tidak ingin wajah cantik nya menjadi tontonan lelaki di luaran sana!" Batin Rendi seraya menutupi wajah Uswah yang masih terpasang inhaler dengan kain cadar yang sebelum nya di lepaskan oleh perawat wanita.


Perawat wanita yang melihat hal itu hanya diam saja saat mengerti dari perlakuan Rendi kepada wanita yang terbaring tidak sadarkan diri.


Beberapa perawat wanita maupun lelaki mulai mendorong brankar tersebut menuju suatu ruangan dengan Rendi yang terus berada di samping istri nya.


Deg!

__ADS_1


Keringat dingin terus bercucuran dengan detak jantung yang berdegup kencang tiada henti nya. Dengan menatap wajah wanita yang ia cintai, terlihat pucat nan pasi dengan nafas nya yang masih terlihat terengah-engah.


"Bertahanlah.." Lirih Rendi seraya memegang telapak tangan Uswah yang terasa dingin sembari berjalan cepat mengikuti brankar tersebut yang terus di dorong oleh para perawat.


"Hanya dokter dan perawat wanita saja yang boleh merawat istri saya!" Tegas Rendi kepada perawat pria yang ingin masuk kedalam suatu ruangan yang bertuliskan UGD.


"Baiklah, pak. mohon untuk tunggu diluar!" Ujar seorang perawat wanita dengan menutup pintu ruangan tersebut. Dan perawat pria itu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


"Bagaimana ini?! Mengapa kamu bisa seperti ini??" Gumam Rendi dengan gelisah ia terus berjalan bolak-balik di depan ruangan tersebut.


Beberapa ambulance kembali datang membawa para pasien gawat darurat yang baru saja mengalami kecelakaan dengan banyak nya luka nan berlumuran darah, Andrew yang sedang di bawa oleh para perawat dengan brankar itu menuju kearah UGD yang di tempati oleh Uswah.


"Maaf tuan, karena rumah sakit ini mengalami banyaknya pasien gawat darurat. Tidak memungkin untuk pasien ini mendapatkan ruangan UGD lainnya," Jelas salah satu perawat yang mengisyaratkan perawat lainnya untuk kembali mendorong brankar tersebut.


"Tidak! Sya tidak menerima nya!" Tegas Rendi sembari terus menghalangi nya.


Sehingga, datanglah para perawat pria yang menarik tubuhnya dan mengunci nya dengan paksa.

__ADS_1


"Mohon untuk diam tuan! Pasien sangat membutuhkan pertolongan secepatnya!" Tegas perawat pria tersebut.


"Tidak! Saya tidak menerima nya!" Tegas Rendi dengan memberontak saat melihat Andrew secara tiba-tiba bernafas dengan terengah-engah.


Brankar kembali berjalan memasuki ruangan UDG tersebut dan para perawat pria itu kembali melepaskan tubuh Rendi.


"Ck! Berikan ruangan VIP untuk istri saya! Setelah pemeriksaan selesai, segera pindahkan dia!" Tegas Rendi dengan menatap tajam kearah perawat pria tersebut yang mengangguk sembari pergi.


"Dengan keluarga pasien?" Tanya seorang perawat wanita yang mendekati Rendi yang tengah gersang.


"Iya!"


"Di mohon untuk ke meja resepsionis untuk membayar dan memberikan indentitas pasien," Ujar perawat tersebut seraya mempersilahkan nya.


"Baiklah..." Lirih Rendi seraya berjalan menuju resepsionis.


Di saat dirinya sedang menulis identitas Uswah, terlihat ada seorang wanita berparas cantik keturunan Korea-Indonesia berambut coklat nan keriting pendek yang baru saja masuk kedalam rumah sakit dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Hufftt... Tiret! (Capek!)" Lirih wanita tersebut dengan berhenti tepat di belakang punggung Rendi.


"Dih- Dihmana?? Dia?!"


__ADS_2