Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
MENJENGUK INTAN


__ADS_3

hari Minggu.


Azizah dan Viona telah bersepakat bila mereka akan menjenguk Intan yang masih sakit dan bertemu di rumah Azizah.


Viona datang dengan pakaian tanpa lengan dan juga celana jeans ketat dengan rambut lurus nya yang tertata rapi.


"Ini rumah Azizah?." Gumam Viona saat ingin jemput Azizah di rumahnya.


Ia melihat tembok yang tinggi serta pohon tinggi nan lebat menutupi rumah mewah Azizah yang bertingkat 7, namun dari luar masih terlihat bagian paling atas rumah itu.


"Wahh...besar banget." Gumam Viona setelah keluar dari mobil dan menghampiri gerbang tinggi yang becat coklat.


"Permisi." Ucap nya saat berada di depan gerbang itu karena ia kira di dekat gerbang itu ada yang jaga.


Tiba-tiba gerbang terbuka secara otomatis dan membuat Viona kembali terpana saat melihat isi di balik gerbang tinggi itu.


"Bisa pingsan dah aku." Ucap Viona.


"Apa benar ini rumah Azizah, kaya banget!! Rumahnya lebih besar dari rumahku yang bertingkat 3." Gumam Viona.


Azizah yang melihat Viona di bawah dari jendela kamarnya terkejut.


"Dari mana ia tau rumahku? Kan aku belum memberitahu alamat nya." Batin Azizah yang langsung terburu-buru lari menuju lift rumahnya karena kamarnya berada di lantai 6.


"Wahh...sumpah bagus banget!!." Ucap Viona dengan mulut yang menganga melihat taman yang sangat-sangat luas dengan ada nya bunga mawar yang berbentuk love besar.


"Haduhh...capek, kapan sampai didepan rumah nya? Ini luas banget walau baru tamannya." Gumam Viona.


Setelah berjalan lumayan cukup jauh ia menemukan rumah yang bertingkat 7 itu bercat biru muda yang sangat indah di pandang.


"Menakjubkan sekali." Ucap Viona kagum dengan mulutnya yang masih setia menganga.


Pintu yang tak kalah tinggi dari gerbang itu terbuka secara otomatis dan terlihatlah seorang wanita cantik dengan pakaian muslim nya datang menghampiri Viona.


"Azizah? Itu benar Azizah kan?." Batin Viona.


"Azizah ini rumahmu?." Ucap Viona, di jawab anggukan oleh Azizah.

__ADS_1


"Penampilan nya sangat sederhana, namun rumahnya sangat mewah." Batin Viona yang sedang melamun.


Azizah menepuk-nepuk pelan bahu Viona yang membuat nya tersadar.


"Ayuk? kita jenguk Intan." Tulisan di buku diary baru Azizah.


"Ehh...iya." Ucap Viona.


"Apa kamu adalah anak pemilik perusahaan DERLABA GROUP?." Tanya Viona saat di perjalanan menuju rumah Intan karena ia tau tidak mungkin rumah sebesar itu pemiliknya selain perusahaan DERLABA GROUP Perusahaan yang terkenal kesuksesan nya dari pada perusahaan keluarga nya ALDIANO GROUP. Di jawab anggukan oleh Azizah.


"Mengapa kamu merahasiakan identitas mu di sekolah?." Ucap Viona.


"Karena aku takut nanti menjadi sasaran orang-orang jahat yang mau mengambil kekayaan keluarga ku." Tulisan di buku diary nya.


"apa kamu tidak takut, saat aku mengetahui nya?." Ucap Viona, Azizah menggeleng.


Viona menarik tipis kedua sudut bibirnya yang tidak di ketahui oleh Azizah.


"Kita sudah sampai." Ucap Viona dengan memberhentikan mobilnya.


Viona dan Azizah kembali harus berjalan di jalanan yang berlumur dan becek untuk sampai di rumah intan.


"Iya?." Ucap Puspa(adik perempuan intan.)


"Intan nya ada?." Ucap Viona.


"Ada kak, tunggu sebentar." Ucap Puspa dengan masuk kembali kedalam.


"Azizah, Viona?." Ucap Intan lemas saat keluar dari dalam rumahnya.


"Silakan masuk." Ucap Intan mempersilahkan masuk.


Azizah dengan sopan masuk kedalam sedangkan Viona yang merasa gak nyaman karena belum terbiasa.


"Maaf ya, rumahku memang kurang nyaman." Ucap intan yang tau kalau Viona tidak nyaman duduk di kursi kayu yang ada di ruang tamu.


"Tidak apa-apa kok, ini nyaman." Ucap Viona dengan berusaha menyamankan nya.

__ADS_1


Azizah tersenyum dan memberikan kepada Intan beberapa sembako yang telah ia siapkan tadi sebelum sampai.


"Terimakasih." Ucap Intan yang merasa berkurang beban nya.


"Apa kamu besok akan kembali ke sekolah?." Ucap Viona.


"Iya, bila panasku ini hilang." Ucap Intan.


"Semoga cepat sembuh ya?." Ucap Viona yang iba kepada Intan.


"Iya." Jawab Intan dengan tersenyum.


"Itu tadi adik kamu?." Ucap Viona.


"Iya, aku mempunyai dua adik perempuan sedangkan orang tua ku telah meninggal dunia." Rilih Intan.


"Innalilahi." Batin Azizah.


"Astaga, maaf aku ga tau." Ucap Viona yang melihat kesedihan di wajah Intan.


"Tidak apa-apa." Ucap Intan dengan berusaha tersenyum.


"Baiklah, kalau gitu kami pamit pulang dulu ya?." Ucap Viona di karena kan ia masih ada urusan.


"Iya, terimakasih telah datang berkunjung." Ucap Intan.


Di jawab anggukan oleh Azizah dan Viona, saat Viona telah kembali berjalan di jalanan lumpur. Azizah yang masih berada di depan rumah Intan memberikan sebuah amplop berisi uang kepada Intan.


"Terimakasih." Ucap Intan terharu karena Azizah yang tau keadaan nya sedang kesusahan.


Azizah hanya tersenyum sebagai balasannya dan mengikuti Viona menuju mobil.


"Alhamdulillah, ya Allah." Ucap Intan bersyukur.


"Dahh...sampai jumpa besok ya?." Ucap Viona di dalam mobil setelah sampai di depan gerbang rumah Azizah. Azizah mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


**teman yang pengertian adalah harta berharga😍


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YAA...KAWAN😍👇**


__ADS_2