Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
BERANTEM LAGI?!


__ADS_3

"Ada apa denganmu?! Dia sampai terluka parah seperti itu". Bentak Reyhan yang tidak mengerti.


"Sudahlah, yang penting sudah selesai". Jelas Reyfano dengan memapah tubuh Rendi menuju kursi.


"Aakhh... Sakit!". Lirih Rendi karena banyak luka lebam pada wajahnya.


"Ck. Kalau tidak mau sakit, gausah berantem!". Ketus Rifki.


Reyfano mengambil beberapa obat dari dalam tas nya dan memberikannya kepada Rendi.


"Gue akan memberi nya pelajaran jika berani lagi mendekati Azizah!". Lirih Rendi seraya mengoleskan obat pada luka lebam nya.


"Kenapa dia sangat peduli pada Azizah?". Batin Reyfano.


"Ck. Karena gadis bisu itu kau menjadi seperti ini? Ada apa denganmu?!". Ucap Rifki keheranan.


"Aku menyukai nya". Jelas Rendi.


Degg...


"Jadi ternyata selama ini, dia juga?".Batin Reyfano.


"Apah?! Lu suka sama gadis bisu itu?!". Kejut Reyhan.


"Iya!". Kesal Rendi.


"Astaga! Kau memang sudah Gil*". Ucap Rifki.


"Ck. Nggak! Gue gak Gil*". Ujar Rendi.


"Ck.Ck. bisa-bisa nya gadis bisu itu membuat Rendi, cowok yang terkenal dingin dan tidak suka dengan perempuan. Menjadi klepek-klepek padanya??". Gumam Reyhan gak percaya.


"Kau menyukai gadis bisu yang berpakaian sederhana seperti itu?!". Ketus Rifki.


"Hebat! Sungguh hebat, gadis bisu itu". Batin Rifki.


"Jangan kau hina dia!". Ujar Rendi tajam.


Rifki tidak peduli dan pergi menuju tangga.


Di lain tempat, ada seorang lelaki yang masih setia memakai sarung itu terkapar tidak berdaya di lantai tangga.


"Dia kenapa?!". Batin Azizah terkejut karena melihat wajah Reno banyak memar dan keluar darah dari mulut nya.


"Astagfirullah! Aku harus gimana??". Batin Azizah bimbang dengan menoleh kearah kanan kiri.


"Azizah, kamu kenapa berhenti?". Ucap Viona seraya berhenti di sebelah Azizah.


"Astaga! Dia kenapa?". Kejut Viona.

__ADS_1


Azizah mengangkat kedua bahu nya dengan wajah panik.


"Sebentar, aku belikan obat dulu". Ucap Viona dengan berlari kencang menuju kantin.


Azizah bimbang harus melakukan apa, saat menunggu Viona.


"Aakhh..." Lirih Reno seraya tersadar kembali dengan penglihatan samar-samar.


"Dia sadar?". Batin Azizah senang.


"Rina?". Lirih Reno seraya menyipitkan kedua matanya.


"Rina? Siapa Rina?". Batin Azizah.


"Rinaa....". Ujar Reno dengan segera memeluk tubuh Azizah yang tadi terduduk di depannya.


"A-apa yang dia lakukan?!". Batin Azizah gak nyaman.


Cekrek!


"Rina...jangan tinggalkan Abang". Lirih Reno sembari menangis dalam pelukannya.


"Abang? Apakah Rina adiknya?". Batin Azizah dengan mendorong secara perlahan tubuh Reno agar menjauh.


"Maafkan, Abang...Hikss...". Lirih Reno yang makin mengencangkan pelukannya.


"Azizah?". Ucap Viona setelah datang dan melihat mereka berpelukan.


"Azizah?". Batin Reno seraya mengedipkan matanya agar penglihatan nya kembali normal.


"Apa tadi yang aku peluk, Azizah?". Batin Reno seraya mengelap air mata nya.


"Nih, obatilah luka mu". Ujar Viona seraya memberikan obat yang ia beli tadi.


"Terimakasih, dan maaf telah...". Ucap Reno seraya mengambil obat itu dan menoleh kearah Azizah.


Azizah mengangguk sembari pamit bersama Viona.


"Cepat sebarkan!". Perintah Bianca kepada geng nya di bawah tangga.


Tiitt....


"Kau akan terus menderita, Azizah!". Batin Bianca.


"Hahaha...yuk? Geys, kita letsgo!". Ucap Bianca seraya berjalan ke arah kelas.


"Mereka!". Batin Reno saat mendengar suara Bianca tadi.


"Aku harus cepat, Akkhh...". Lirih Reno seraya kembali berjalan dengan tangannya yang terus menyentuh tembok.

__ADS_1


SEPULANG SEKOLAH....


Grup R4 berjalan kearah mobil mereka masing-masing dengan gagah.


"Ren..kau, bisa nyetir?". Ucap Reyhan.


"Iya". Ucap singkat Rendi seraya masuk kedalam mobil nya dan menjalankan nya dengan kecepatan sedang.


Breemm...


Breem...


Satu persatu mobil mereka telah pergi dari parkiran menuju rumah masing-masing.


Drrtt...


"Halo?". Ucap Rendi seraya terus menyetir.


"Kau, lihatlah di sosial media Bianca!". Ucap Rifki.


"Cih! Buat apa?!". Ucap Rendi malas dan ingin mematikan telepon nya.


"Tentang Azizah!". Ucap Rifki yang dapat membuat Rendi terdiam.


"Ada apa dengannya?". Ucap Rendi.


"Seperti yang Gue bilang tadi!". Kesal Rifki karena harus mengulang ucapan nya.


Tuutt...


Setelah telepon mati, Rendi memberhentikan mobilnya di tepi jalan dan melihat ke sosial media Bianca yang kali ini bukan hanya sekolah yang dapat melihat nya. Namun, seluruh dunia dapat mengetahui nya.


"Berani sekali dia melakukannya!!". Gumam Rendi marah dengan memukul setir mobil.


Tiba-tiba, ia menoleh kearah motor Reno yang berjalan di sebelah mobil nya.


"Kebetulan sekali!". Batin Rendi senang dengan menancap gas mobilnya kembali.


Breemm...


"Bukankah itu mobil Rendi?". Batin Reno saat melihat sepion motor nya.


Rendi terus mencoba mengejar nya dengan kecepatan tinggi dan membuat nya hampir saja terjatuh akibat senggolan Rendi.


"Apa mau mu?!". Teriak Reno setelah berhenti karena motor nya yang di jegat oleh mobil Rendi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA UNTUKKU😋😉

__ADS_1


TERIMAKSIH TELAH MAMPIR😍😘


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA...😋👇**


__ADS_2