Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
PERNIKAHAN YANG SEBENARNYA.


__ADS_3

"Re-Rendi tak ada di rumah nya? Lalu, di mana ia berada sekarang??!" Gumam Uswah terkejut dengan telapak tangan nya kembali menutupi mulutnya.


Dua bulan telah berlalu ...


Kini, Uswah dan Andrew telah resmi melangsungkan pernikahan mereka pada sebulan yang lalu dan sedang menanti sang buah hati lahir ke dunia.


"Dia bergerak!" Ujar Andrew antusias saat dirinya mengelus lembut perut buncit sang istri.


"Kamu. mau anak kita cewek atau cowok, Sayang?" Tanya Uswah dengan tersenyum menatap sang suami yang sedang berlutut didepan nya untuk menci*mi perut buncit nya yang berbalut gamis.


"Cowok ataupun cewek. Aku tidak peduli, yang penting kamu dan bayi kita selalu ada di sisiku.." Lirih Andrew seraya menyelipkan gamis panjang Uswah dan terus mengulangi kecupan itu.


"Sayang, berangkat lah kerja. Nanti terlambat!" Ujar Uswah saat melihat jam dinding telah menunjukkan kearah pukul 07:00 WIB.


"Aku mau sekarang! Baru, setelah itu. aku akan berangkat.." Rengek Andrew dengan memelas.


"Kamu itu bos nya lohh.. masa iya, jadi contoh yang tak baik untuk para karyawan mu??" Ujar Uswah.


"Itu adalah kewajiban seorang istri yang harus kamu turuti!" Ujar Andrew seraya menggendong tubuh Uswah yang telah berisi menuju kamar.


Brukk.. "Tapi, Pelan-pelan. Ya, mas?" Tanya Uswah khawatir terjadi sesuatu pada bayi yang di kandung nya.


"Hheemm.."

__ADS_1


Dan pada akhirnya! Mereka tenggelam kedalam lautan kenikmatan tiada tara atas cinta yang halal.


Begitulah indah nya menikah! semua yang dilakukan adalah ibadah dan in Shaa Allah akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT.


Ustadz Handy Bonny pernah berkata. "Menikah itu enak nya hanya 5%. 95% Nya.. ENAK BANGETT!"


"****... *Rendi!" Lirih Uswah tanpa sengaja saat dirinya berada di puncak kenikmatan.


"Rendi? Siapa Rendi?" Batin Andrew yang merasa kesal saat Uswah mengingat lelaki lain di saat dirinya bermain.


Brukk.. "Siapa lelaki itu?!" Tanya Andrew setelah dirinya menjatuhkan tubuh ke samping Uswah.


"Astagfirullah! Aku lupa jika dia bukan Rendi!" Batin Uswah yang merasa khawatir jika Andrew marah.


"Apakah pria itu yang dulunya kamu cintai sebelum diriku?"


Uswah tak berani menjawab, Ia hanya melihat wajah tampan Andrew di sebelah nya yang sangat dekat.


"Tampan ku.. jangan marah, Yah?" Ujar lembut Uswah seraya mengelus lembut pipi kiri Andrew.


Plakk! Andrew menepis tangan Uswah dari pipi nya seraya turun dari kasur.


"Yahh! Bagaimana nih? Apakah dia marah?" Batin Uswah yang melihat nya memakan pakaian.

__ADS_1


Sebelum Andrew keluar dari kamar, Uswah lebih dahulu memeluk nya dari belakang dengan erat.


"Jangan pergi.. sebelum kamu memaafkan ku.." Lirih Uswah.


Andrew merasa geli dengan perlakuan Uswah karena perut buncit nya yang menempel nan terasa pada punggung belakang nya.


"Jangan pergi.." Lirih Uswah dengan menenggelamkan wajahnya pada punggung tegap Andrew.


Selang beberapa menit, setelah Andrew merasa lebih tenang. Ia mulai menyentuh lembut tangan halus sang istri yang melingkar di perut nya seraya menarik pelan tubuh Uswah kedepan nya.


"Aku memaafkan mu.. Jadi, sekarang aku boleh pergi??" Tanya Andrew lembut.


Uswah tersenyum seraya menarik tangan sang suami dan langsung mengecup punggung tangan Andrew.


"Abi, berangkat kerja dulu. Yah?" Ujar Andrew seraya berlutut dan mengec*p lembut perut buncit sang istri.


Trangg! Terdengar suara kaca yang pecah akibat sesuatu terlempar dari luar kamar hingga mengenai Vas bunga di meja nakas.


"Suara apa itu?!" Kejut kedua nya seraya Andrew mulai mendekati sesuatu tersebut yang berada di lantai.


"Seperti kertas," Gumam Andrew seraya semakin mendekati sesuatu yang menggumpal nan lecek itu.


"Hati-Hati, Mas!" Ujar Uswah khawatir.

__ADS_1


"Astagfirullah hal'azim!" Kejut Andrew setelah membuka kertas misterius tersebut.


__ADS_2