Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
MEMAKSA


__ADS_3

*Tekk...


Teek*...


Hari ini Uswah kembali disibukkan oleh pekerjaan kak Aldi yang kini ia tangani.


Sedangkan, tugas milik nya yang berada Di perusahaan ayah nya yang berada di Amerika ia percayakan semua nya kepada Intan sahabat nya.


"Ternyata banyak sekali!" Batin Uswah yang kewalahan dengan tugas yang kak Aldi tinggalkan untunya.


Ceklek!


Seorang asisten wanita masuk dengan pakaian yang sopan menghampiri Uswah yang sedang sibuk dengan layar tipis didepannya.


"Mohon maaf nona Uswah, ada seorang pria yang ingin bertemu dengan Anda di lobi,," ujar wanita berhijab pendek itu.


"Seorang pria? Siapa?" Isyarat tangan Uswah seraya menoleh kearah wanita berhijab pendek itu.


"Saya tidak tau Nona, namun ia terus bersikeras untuk bisa menemui nona,," jelas Asisten wanita itu.


"Tolong sampaikan kepadanya, jika saya tidak bisa menerima tamu saat ini,," isyarat tangan Uswah yang di anggukan oleh asisten wanita itu seraya berjalan kearah pintu.


Bbrukk... "Astagfirullah!" Ujar asisten wanita itu terkejut saat melihat ada seorang pria datang mendobrak pintu.


"Dia?!" Batin Uswah terkejut.


"Kau, pergilah!" Ujar pria itu dengan tegas.

__ADS_1


Asisten wanita itu dengan gugup berjalan keluar dari ruangan.


Bruuk... Asisten itu terdiam setelah mendengar suara tangan Uswah yang membentur meja, dan ia mengerti jika itu maksudnya adalah 'jangan pergi'.


"Kenapa kau belum pergi?!" Bentak Rendi kepada asisten itu.


"A-anu tuan, nona tidak mengizinkan nya,," jelas Asisten itu gugup.


"Ck! Ternyata benturan itu, maksud nya itu!" Batin Rendi yang menyadari itu.


"Baiklah! Jika kau tidak pergi dari sini,, Tutuplah telinga dan mata mu!" Tegas Rendi yang membuat asisten itu menuruti nya dengan sigap.


"Apa urusanmu?!" Isyarat tangan Uswah seraya menatap tajam kepada Rendi.


"Cukup seram, tatapan nya,," Batin Rendi.


"Kau tidak berhak melakukan itu! Dasar lelaki serakah!" Isyarat tangan Uswah yang membuat Rendi marah seraya mendekati nya.


"Jangan mendekat! Diam disitu!" Isyarat tangan Uswah saat melihat Rendi semakin dekat dengan dirinya yang masih terduduk di kursi.


"Aku tidak akan berhenti,, sebelum kau melepaskan lahan itu dan menjualnya kepadaku!" Tegas Rendi dengan tubuh sedikit menunduk, hingga membuat wajah mereka sejajar satu sama lain.


Srett... Uswah mendong kursi itu kearah belakang dengan kedua kaki nya.


Srett... Namun, Rendi kembali menarik kursi nya dengan kasar.


Deg! "Jangan lagi!!" Jerit Uswah dalam hati saat ia melihat wajahnya semakin dekat dengan wajah Rendi akibat kursi itu ketarik terlalu kencang.

__ADS_1


"Apa? Ada apa didahi ku??" Batin Uswah karena kedua bola matanya yang ia tutup.


Tuuk! "Aauww!" Rintih Uswah seraya membuka kedua bola matanya.


Ternyata Rendi menyentil dahi nya agar menjauh dari wajah tampan milik nya.


"Aku tidak Sudi bibirku men*ium dahi mu!" Ketus Rendi yang membuat Uswah kesal.


"Siapa juga yang ingin di *ium olehmu!" Decak Uswah dalam hati.


"Aku akan membeli lahan itu dengan harga selangit mengapa kau tidak mau?!" Ujar Rendi.


"Huuh! Kalau kamu tau juga, kamu tidak akan peduli,," Batin Uswah seraya mengalihkan pandangannya.


"Aku sedang bicara dengan mu!" Bentak Rendi yang membuat Uswah kembali menatap dirinya.


"Aku memberimu waktu seminggu untuk menjual lahan itu,, atau tidak! Lahan itu akan ku rebut secara paksa dan kau akan menikah dengan ku!!" Tegas Rendi seraya berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Mengapa ia selalu mengancam untuk menikah dengan ku?!" Batin Uswah kesal seraya menatap punggung tegak Rendi telah menghilang dari pandangannya.


"Apakah sudah selesai?" Batin Asisten itu dengan memberanikan diri membuka kedua bola matanya.


"Astagfirullah!" kejut Asisten itu yang melihat pintu rusak akibat di dobrak oleh Rendi tadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😊 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK READERS😉

__ADS_1


__ADS_2