Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
EPS 39


__ADS_3

"Dia..." Batin Viona karena pertama kali nya ia melihat Azizah marah.


"Kamu isyarat apa?" Ucap Mita gak ngerti.


"Dia bilang 'tidak usah ganggu aku terus!" Ucap Viona santai tanpa menoleh.


"Apa benar kamu bilang begitu Azizah?" Ucap Mita.


Azizah menatap Viona seraya mengangguk.


"Baiklah maaf, bila kami selalu menggangu mu," Ucap Mita seraya memperlihatkan wajah sendu nya.


"Hm...begitu ya?" ujar Bianca dengan pura-pura sedih seraya pergi bersama geng nya.


"Akhirnya mereka pergi," Batin Azizah lega.


kedua bola mata Viona menatap Azizah yang juga menatap nya.


Glek! "Tatapannya..." Batin Azizah ngeri.


secara perlahan sedikit demi sedikit Viona menarik kedua sudut bibir nya dan tersenyum lebar.


Azizah yang mendapatkan senyuman, akhirnya membalas senyuman itu dengan antusias.


"Maaf," isyarat tangan Azizah.


"Nanti aku akan kerumah mu, mau pulang bareng?" tanya Viona dengan senyuman di wajah cantiknya yang tidak pudar.


Azizah mengangguk dan tersenyum.


PULANG SEKOLAH....


mereka telah sampai di rumah megah bak istana yang berwarna biru muda itu dengan gerbang yang terbuka secara otomatis.


"Rumah kamu besar sekali!" Takjub Viona tanpa henti.


Azizah hanya tersenyum.


Pintu utama terbuka secara otomatis dan terlihat lah Puspa dan Haikal sedang bermain dengan tangga otomatis perpustakaan yang memang berada di lantai paling bawah.


"Dek, turun cepat!" Teriak Intan karena mereka sedang menekan-nekan tombol tangga otomatis dan membuat mereka naik-turun terus menerus di banyak nya rak-rak buku.


"Azizah," Batin Intan seraya menunduk hormat.


"Apa yang dia lakukan?!" Batin Azizah terkejut dan dengan cepat ia mengangkat bahu Intan.


"Jangan seperti itu!" isyarat tangan Azizah.


"Maaf, tetapi adikku..." Ucap Intan seraya menatap kedua adiknya yang bersenang-senang di atas sana dengan sangat gembira.


"Sudah, tidak apa-apa," isyarat tangan Azizah.


"Intann..." Ucap Viona seraya langsung memeluk tubuh Intan.


"Apa kabar?" Ujar Intan seraya membalas pelukannya dengan tersenyum.


"Pastinya baiklah aku, kamu apakah sudah membaik?" Ujar Viona seraya melepaskan pelukannya.


"Aku sudah sehat sekarang! In shaa Allah besok aku akan sekolah kembali," jawab Intan.


"Hahaha..." Tawa kedua adik Intan mengisi ruangan yang terasa sepi itu karena hanya ada beberapa pembantu saja disana yang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


"Maaf, adik ku," Ucap Intan merasa bersalah.


Azizah menggeleng seraya tersenyum.


"Aku senang melihat mereka tertawa dan menghiasi ruangan ini dengan suara lucu mereka," isyarat tangan Azizah.


Intan tersenyum.


"Nak, ada siapa?" Ucap Umi Adiba saat pintu lift terbuka.


"Kamu udah pulang nak?" Ucap Umi Adiba senang saat melihat Azizah.


Azizah menoleh dan berjalan menghampiri nya.


"Iya, umi," isyarat tangan Azizah kemudian mencium telapak tangan Umi nya.


"Tante," sapa Viona seraya mencium telapak tangan Umi Adiba.


"Anak cantik ini namanya siapa?" Ucap Umi Adiba.


"Viona, Tante," Ujar Viona malu seraya memperkenalkan diri.


"Nama yang cantik seperti wajahnya," Ucap Umi Adiba.

__ADS_1


"TERIMAKSIH, Tante," jawab Viona malu.


"Nak, ajaklah temanmu ke kamar mu," Ujar Umi Adiba.


Azizah mengangguk.


"Ayuk?" isyarat tangan Azizah kepada Viona dan Intan.


Kedua bola mata Viona tak pernah bosan melihat semua isi rumah Azizah yang selalu membuatnya takjub dan iri.


"Bagus banget!" Sorak Viona saat melihat kamar milik Azizah yang bercat putih hijau dan ada kasur besar dengan sprei berwarna ungu tua yang berhiasan bunga.


"Masuklah, Aku akan segera kembali," isyarat tangan Azizah seraya berjalan keluar dari kamarnya.


"Wahh..." takjub Intan karena ini pertama kali nya ia ke lantai atas dan memasuki kamar Azizah.


"Kamu baru tau?" Ucap Viona.


"Iya, karena aku hanya ingin di lantai bawah," ujar Intan.


"Kenapa? apakah...." Ucap Viona terpotong karena Azizah yang baru saja masuk sembari membawakan beberapa makanan lezat beserta minuman hangat nya.


"Apa kalian ingin ke lantai paling atas?" isyarat tangan Azizah setelah menaruh makanan itu di atas meja.


"Iya!" jawab Viona antusias.


"Baiklah, Ayuk?" isyarat tangan Azizah seraya mengajak mereka masuk kembali kedalam lift.


Ceklek!


"OMG!! ini sangat fantastis!" Teriak Viona takjub.


Disana terdapat sebuah ruangan besar yang saat pertama mereka injak setelah memasuki nya adalah salju dan ada perosotan serta berbagai macam mainan lainnya yang gak kalah seru yaitu rollercoaster.


"Waww..." Teriak Intan yang tak kalah kencang nya dengan Viona.


"Dingin..." Ucap Viona seraya melipat kedua tangan di dada.


Azizah memberikan jaket tebal berbulu kepada mereka berdua dan setelah memakainya mereka langsung bersenang-senang dengan permainan yang mereka inginkan.


"Hahaha...awas Intan!" ucap Viona seraya melemparkan bola-bola salju kepada Intan yang sedang membuat manusia salju.


"Yaahh...Hancur," Lesuh Intan seraya tersenyum kecil kearah Viona.


"Rasakan ini!" Ucap Intan seraya melemparkan bola-bola salju yang ia bikin.


"Punya pelindung ternyata," Gumam Intan seraya terus membuat bola-bola salju.


Azizah tersenyum melihat kedua nya yang tertawa gembira.


"Aku ingin minum," Batin Azizah seraya berjalan keluar dari ruangan.


Ceklek!


"Kakak...." Teriak Haikal karena kali ini ia sedang di kejar oleh robot Derli yang terlihat mengeluarkan asap pada kepala belakangnya.


Bbrukk.... Azizah tertabrak dan terjatuh bersama dengan Haikal.


"Aduhh..." rintih Haikal.


"Bib,bib..." Ucap Robot Derli.


"Kenapa dia terlihat aneh?" Batin Azizah seraya berjalan mendekati Derli.


"Aakhh..." Batin Azizah karena tangannya yang terpukul oleh Robot Derli yang telah tidak terkendali.


"Bib...musuh,musuh!" Ucap Robot Derli dengan kedua matanya yang tadinya berwarna hijau menjadi merah.


"Musuh?" Batin Azizah.


"Musuh, harus, segera, di musnahkan!" Ucap Robot Derli seraya memutarkan tubuhnya dengan tangan melentang bagaikan kincir angin.


"Astagfirullah! ada apa dengannya??!" Batin Azizah khawatir seraya menggendong tubuh Haikal berlari menghindar dari robot itu.


Bruukk.... Robot Derli terus mengejar mereka hingga ingin memasuki lift.


"Musuh, tidak boleh, lepas!" Ucap Derli seraya mengencangkan rodanya dan meluncur dengan sangat cepat menuju lift.


"Astagfirullah! cepatlah!" Batin Azizah seraya menekan-nekan tombol.


Lift Tertutup.


Brrukk...


"Aakkhh...kak, aku takut," Ucap Haikal dengan memeluk tubuh Azizah.

__ADS_1


" Kita sudah turun," Batin Azizah seraya mengelus pucuk kepala Haikal.


"Nak, kamu baik-baik saja?!" Ucap Umi Adiba khawatir saat melihat pintu lift terbuka dan ada Azizah serta Haikal disana.


"Robot nya kenapa nak?" Ucap Umi Adiba yang tidak mengetahui nya.


"Tadi Haikal tidak sengaja menekan tombol di bagian punggung nya," jujur Haikal.


"Tombol di punggung nya...kan untuk pemusnahan musuh," Batin Azizah, ia mengetahui jika memang Kak Aldi lah yang memasangkan itu saat dulu untuk berjaga-jaga.


Flashblack On.


Kedua bola mata Haikal melihat kearah Azizah, Intan dan juga Viona yang memasuki lift.


"Wahh...sepertinya itu lebih seru," Batin Haikal seraya turun dari tangga otomatis itu.


"Hahaha...Seru sekali!" Sorak Puspa tanpa menyadari Haikal yang telah turun dan berjalan kearah lift sedangkan, Umi Adiba kembali menggunakan lift lainnya menuju lantai dua.


"Tadi, kak Azizah menekan tombol ini," Gumam Haikal seraya menekan tombol naik dan membuat lift kembali terbuka.


"Terus mencet apa lagi?" Batin Haikal setelah masuk dan melihat ada banyak tombol disana.


"Aku tekan yang ini saja," Batin Haikal seraya menekan tombol angka 7 dan Lift berjalan naik keatas.


Lift terbuka.


Ia melihat Robot Derli yang sedang mengisap debu dengan lincah.


"Ada Robot," Girang Haikal seraya mendekati Derli.


"Jika ingin di mainkan, tekan tombol mana?" Batin Haikal seraya menekan tombol bagian bahu.


Tiit... Robot Derli menari-nari dengan sangat lentur dan lincah.


"Hahah...lucu sekali robot ini!" Sorak Haikal seraya ikut menari.


Titt... Tanpa sengaja ia menekan tombol di bagian punggung dan Robot Derli berhenti.


"Ada apa dengan Robotnya?" Batin Haikal.


"Musuh!" Ucap Derli dengan kepala yang berputar sempurna kebelakang.


"Kenapa?" Batin Haikal yang mulai takut.


"Musuh!" Ualng Derli seraya mencengkram kuat tangan Haikal.


"Aakhh...Sakit!" Rintih Haikal seraya menarik-narik tangannya.


"Hikss...Hikss...sakit!" Teriak Haikal dengan menangis dan terus mencoba melepaskan tangannya.


Haikal melihat ada gelas beling berisikan air di atas meja dekat dengannya dan tanpa lama-lama, ia langsung menyiramkannya ke arah Robot Derli.


Byuur... Robot Derli terkena air yang membuat beberapa sistem nya rusak dan tak terkendali.


"Rusak, Rusak, Musuh!" Ucap Robot Derli seraya melepaskan tangan Haikal.


Setelah tangannya lepas, Haikal langsung berlari dan melihat ada Azizah yang baru saja keluar dari suatu ruangan dengan pintu yang sangat tinggi.


"Kakak...." Teriak Haikal dengan berlari.


Flashblack of.


Bbruuk... Robot Derli ternyata pintar dan ia sekarang turun menggunakan tangga alternatif menuju lantai bawah.


"Suara apa itu?!" Batin Azizah seraya menoleh kearah pintu yang memang adalah tempat tangga alternatif.


"Nak, suara apa itu," Ucap Umi Adiba khawatir.


Cek!


Azizah segera berlari dan dengan cepat mengunci pintu itu.


Brukk... Robot Derli terus menobrak-nobrak pintu itu.


"Kak," Lirih Haikal memeluk Azizah dengan tubuh gemetar.


"Bagaimana ini??" Batin Azizah bingung


Bbrukk... Bughh... Pintu itu rusak dan terlihatlah Robot Derli yang kedua bola matanya masih berwarna merah.


"Astagfirullah!" kejut Umi Adiba.


"Musuh!" Ucap Robot Derli seraya meluncur cepat kearah Azizah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


**TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😘😍


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA..😎**


__ADS_2