
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YAA... SOBAT😍☝️
"laailahaillah." Batin Azizah tegang dengan memeluk tubuh kekar Rendi.
"Nafas gue sesak." Batin Rendi yang merasakan pelukan yang sangat erat.
Ia berusaha naik kembali menggunakan ranting pohon itu, namun ranting itu sangat kecil yang akhirnya patah.
Mereka berguling-guling ke dalam jurang dan kepala Azizah terbentur batu hingga pingsan sedangkan Rendi ia melindungi kepala nya dengan kedua tangannya.
BRUKKK...
"Aakhh..." Batin Azizah yang langsung tidak sadarkan diri.
"Aakkhh..." Rilih Rendi merasakan tubuhnya sedikit sakit.
Rendi kembali berdiri dan melihat keatas.
"Ternyata lumayan dalam juga jurang ini." Ucap Rendi.
Ia melihat ke arah Azizah yang wajahnya berpaling darinya.
"Heeyy..berdiri!." Ucap Rendi, namun tak ada pergerakan dari tubuh Azizah.
"Kenapa dia diam saja?!." Batin Rendi.
"Heeyy..." Ucap Rendi yang langsung menggoyangkan tubuh Azizah dan terlihatlah wajah Azizah dengan dahinya yang telah berdarah.
"astaga." Kejut Rendi.
"Heyy...bangun." ucap Rendi yang lagi-lagi menggoyangkan tubuh Azizah yang tetap diam.
"Apa gue harus menggendongnya??." Batin Rendi.
Akhirnya tanpa berpikir panjang Rendi langsung menggendong tubuh Azizah di belakang punggung nya dan mulai berjalan mencari jalan keluar.
**
"Azizah kam- "ucap Intan terhenti yang menoleh kearah belakang.
"Azizah kemana?." Ucap Intan bingung.
"Hah?! Azizah hilang?." Ucap Viona.
"Rendi juga kemana??." Ucap Reyhan yang melihat sekeliling.
"Rendi juga hilang?!." Kejut Adel.
"Aduhh...gimana ini?." Ucap Viona.
"Apa jangan-jangan mereka di makan hewan buas?!." Ucap Reyhan.
"Jangan ngawur lu, mana ada hewan buas disini." Ucap Rifki.
"Bisa saja, kan ini di hutan." Ucap Reyhan yang terus mendekati tubuhnya dengan Rifki.
"Ihh...elu jangan dekat-dekat sama gue Napa?!." Ucap Rifki kesal.
"Biarin lah, kan nanti bila ada hewan buas datang, elu yang akan duluan di makan." Ucap Reyhan.
"Kenapa bisa begitu?!." Ucap Rifki.
__ADS_1
"Yaa...karena nanti kalau ada hewan buas gue akan tinggal mendorong elu." Ucap Reyhan.
"Apah?! Dasar bang**t." Ucap Rifki marah dan langsung menjauhkan tubuhnya.
"Sudah, ini bagaimana dengan mereka?." Ucap Viona.
"Kita kembali ke tempat kumpul teman-teman saja dan nanti tinggal kita melapor ke panitia." Ucap Adel.
"Bagus juga itu ide, dari pada kita nambah tersesat lebih baik cepat kembali dan biar mereka yang mencari Azizah serta Rendi." Ucap Rifki.
"Baiklah." Ucap semua nya yang sama-sama setuju.
***
"Berat Banget ini cewek." Batin Rendi.
Azizah perlahan mulai membuka matanya.
"Ini....aku dimana.?" Batin Azizah heran dan ia melihat kearah samping wajah Rendi.
"Astaghfirullah, kenapa aku bisa di dalam gendongannya?." Batin Azizah.
"Kalau udah tau nih cewek ngerepotin lebih baik gue mengabaikan nya saja saat memasang tali sepatu." Keluh Rendi tanpa ia sadari Azizah yang telah terbangun.
"Apa gue tinggalin dia disini saja ya? Biar di makan hewan buas, dari pada pinggang ku yang encok." Ucap Rendi yang berniat menurunkan tubuh Azizah.
"Idihh...hewan buas juga akan tunduk padaku nanti nya." Batin Azizah percaya diri.
Rendi menurun Azizah secara di tanah secara perlahan, tetapi Azizah langsung berdiri.
"Astaga! Ternyata kau sudah sadar?!." Kejut Rendi.
Azizah hanya diam sembari mencari sesuatu seperti daun.
Azizah mengulek daun itu yang akhirnya mengeluarkan air hijau dan ia langsung menempelkan nya ke dahinya yang berdarah.
"Nih, cewek pintar juga mengobati luka dengan alat seadanya." Batin Rendi.
Azizah kembali melihat ke sekeliling hutan tanpa menghiraukan tatapan aneh Rendi.
"Apa yang harus aku lakukan?." Batin Azizah.
Azizah berjalan ke arah barat dengan di ikuti oleh Rendi terus-menerus.
"Cewek ini jutek banget, tapi.... Sangat menarik." Batin Rendi dengan tersenyum tipis yang tidak di sadari Azizah.
"Aku lapar." Batin Azizah.
Ia memetik buah entah buah apa yang berwarna ungu dan langsung memakannya.
"Itu buahnya racun." Ucap Rendi cuek sembari mencari buah yang sehat dari pohon.
"Apah?!." Batin Azizah, ia langsung memuntahkan buah yang telah ia makan tadi ke tanah.
"Dasar ceroboh." Ucap Rendi.
"Huhh...dia bilang aku ceroboh?!." Batin Azizah kesal.
"Nih." Ucap Rendi yang langsung melemparkan satu buah apel besar ke arah Azizah, refleks Azizah langsung mengambil nya dan memakan nya.
Rendi melihat ada ulat bulu yang terjatuh dari atas pohon dan mengenai hijab panjang Azizah.
__ADS_1
"Ituu....ada ulat." Ucap Rendi yang tau pasti semua wanita takut pada ulat hingga berteriak histeris.
Azizah menoleh ke samping dan melihat ada ulat bulu yang sedang berjalan-jalan di pundaknya.
"Lucu banget." Batin Azizah dengan tersenyum.
"Diaa...bahkan tidak menampakkan ekspresi takut melainkan malah tersenyum, aneh." Batin Rendi.
Azizah dengan santai langsung menepis ulat bulu itu dengan tangan kiri nya dan melanjutkan makannya dengan berjongkok.
"Sangat berbeda dengan yang lain." Batin Rendi.
Setelah makan Azizah mencari sebuah kayu kecil yang ia goreskan di pohon-pohon yang ia dan Rendi telah lewati agar tidak tersesat.
Mereka berdua berjalan hingga 6 jam lamanya tanpa henti dan seharusnya ini sudah pukul 12:00 WIB yang membuat hutan kembali terkena sedikit cahaya matahari.
"Kenapa hutan ini luas sekali." Keluh Rendi yang telah lelah.
"Apa dia tidak cepak?!." Batin Rendi yang melihat Azizah hanya diam dan terus berjalan.
"Kaki gue pegal." Batin Rendi yang langsung duduk.
"Hey.... tunggu." Ucap Rendi membuat Azizah menoleh ke arahnya.
"Hadeh...jadi cowok lemah banget." Batin Azizah.
Azizah melihat sekeliling dan mencari air sungai, terdengar derasnya air sungai di seberang pohon tinggi.
"Seperti nya disana ada sungai." Batin Azizah yang langsung berjalan ke arah sana.
"Diaa....mau kemana?." Batin Rendi sembari kembali berjalan mengikuti nya.
"Apa dia ingin mandi?." Batin Rendi dengan pikiran yang telah traveling kemana-mana sembari bersembunyi di balik pohon.
Azizah langsung mengambil air wudhu dengan sangat tertib.
"Cantik sekali, bak bidadari." Batin Rendi terpesona saat melihat Azizah yang mencuci mukanya.
Setelah selesai Azizah kembali mencari beberapa daun dan segera melaksanakan sholat zhuhur.
Rendi masih terus memperhatikan Azizah hingga selesai sholat.
"Ya Allah beri hamba kemudahan dalam mencari jalan keluar dari hutan ini." Batin Azizah yang sedang mengadahkan kedua tangannya.
Azizah kembali berdiri, namun tiba-tiba ia merasa kepala nya sedikit pusing hampir saja ia terjatuh, tetapi Rendi dengan sigap telah memapahnya.
"Hati-hati, luka mu belum sembuh total." Ucap Rendi.
"Kenapa orang ini tiba-tiba perhatian? ."batin Azizah polos.
Azizah langsung menjauhkan dirinya dan kembali berjalan dengan di ikuti Rendi di belakangnya.
Sswuuhh....( Angin berhembus kencang)
Membuat lekuk-lekuk tubuh Azizah terlihat oleh Rendi.
"Astaga." Batin Rendi terkejut yang melihat ke indahan yang ada di depannya.
Azizah yang tau pun akhirnya terdiam dan berjalan kearah belakang Rendi.
"Ada apa?." Ucap Rendi heran.
__ADS_1
Azizah menggunakan tangannya untuk memberitahukan Rendi agar berjalan di depan.
Rendi yang tau maksudnya pun langsung berjalan kembali di depan.