
"Tetapi..." Ujar Rendi, yang sedang berkacak pinggang di depan cermin.
"Tetapi, ternyata aku semakin terlihat tampan dengan adanya kaca mata ini," Gumam nya kembali.
Pelayan lelaki itu hanya bisa tersenyum seraya pergi begitu saja dari sana karena ia sudah tidak ada urusan.
Seketika kedua bola matanya tertuju kearah foto yang terpajang di atas meja nakas, terdapat seorang gadis cantik berhijab panjang saat dirinya melihat di balik pantulan kaca.
"Aku harus secepatnya menemukan nya!" Gumam nya seraya tersenyum merencanakan sesuatu.
KEESOKAN HARINYA...
*Tingg! Nong!!
Terdengar suara bel berbunyi nyaring di gerbang utama, membuat kak Aldi yang ingin berangkat ke kantor menjadi bingung.
"Siapa yang datang?" Gumam nya seraya menekan tombol gerbang tinggi tersebut.
Krekk! (Gerbang terbuka*)
"Assalamu'alakum, Tuan," ujar seorang pria berkumis tipis-berkaca mata serta berpakaian seperti karyawan OB di perusahaan nya.
"Wa'alaikumussalam," jawab singkat kak Aldi yang menatap keheranan kepada pria tersebut.
"Kalau boleh saya tau, apakah disini masih membutuhkan seorang pekerja? Saya bisa membersihkan dengan rapi kok, Pak!" Ujar pria berkumis tersebut.
"Kami tidak membutuhkan seorang pembersih, kami hanya membutuhkan seseorang yang bisa mengurusi anak-anak kecil kami dengan baik," jawab kak Aldi.
"Ouh! sudah tentu! saya pun bisa menjaga anak kecil, pak!" ujar pria berkumis tersebut.
"Bapak Sudah menikah?" tanya kak Aldi.
"Sudah, pak! Namun, kami belum memiliki anak. Walau begitu, saya pernah bekerja menjadi pengurus panti asuhan," ujar pria berkumis tersebut.
"Panti asuhan? seperti nya cocok untuk menjadi pengurus anak-anak," Batin kak Aldi.
"Baiklah, apa kamu bisa mulai bekerja sekarang?" tanya kak Aldi yang di jawab anggukan oleh pria berkumis tersebut.
"Apa saya boleh masuk, Pak?" tanya pria berkumis tersebut dengan sopan.
__ADS_1
"Iya, lurus saja! dan nanti bilang saja bila kamu adalah pekerja yang baru saja saya terima menjadi pengurus anak-anak kami," Ujar kak Aldi.
"Baik, Pak! Terimakasih!" ujar pria berkumis tersebut seraya menyalami tangan kak Aldi. Lalu, berjalan sumringah melewati taman yang sangat luas itu.
"Mungkin dia memang yang terbaik untuk anak-anak," Batin kak Aldi tanpa rasa curiga, ia kembali masuk kedalam mobil dan meninggalkan pekarangan rumah.
Krekk! (Gerbang tertutup kembali)
"Rencana pertama berhasil!" gumam pria berkumis tersebut, ia melihat seorang gadis bercadar yang sedang bermain kejar-kejaran bersama Diana setelah permasalahan kemarin telah terselesaikan.
"Alhamdulillah! aku tidak di kurung terus. Namun, tetap saja aku harus tetap di pekarangan rumah tanpa keluar!" Batin Uswah saat mengingat perintah sang kakak.
"Wanita itu... Itu dia!" Kejut Pria berkumis tersebut seraya berlari sekencang-kencangnya berhamburan memeluk Uswah dari belakang.
Bugg!!
"Aku rindu dirimu..." Gumam pria berkumis tersebut yang membuat Uswah seketika berhenti mengejar Diana dan terdiam merasakan ada seseorang yang memeluk dirinya serta bergumam tepat di dekat telinga nya yang berbalut hijab hitam miliknya.
Deg!
"Siapa?" Batin Uswah terkejut karena suaranya yang terdengar serak seperti seorang pria.
Bugh!
"Astaga! Sakit!!" Jerit Rendi dalam hati seraya mengusap pelan perut yang yang terasa sakit.
"Saya tidak mengenal mu! siapa kamu?!" isyarat tangan Uswah seraya memeluk Diana untuk melindungi nya.
"Ma-maaf, Nona. Saya salah memeluk orang, karena pakaian nona yang sangat mirip dengan pakaian istri saya," Jelas pria berkumis tersebut.
"Hmm..." Batin Uswah seraya melihat nya dengan penuh selidik nan tajam.
"Aahh! Nona, jangan melihat saya dengan tatapan tajam lah. Serem tau!" ujar pria berkumis tersebut.
Seketika Uswah menundukkan pandangan nya.
"Siapa kamu? dan ada urusan apa kamu kesini?" isyarat tangan Uswah.
"Saya pekerja baru disini yang di beri izin oleh tuan Aldi untuk menjadi pengurus anak-anak disini," jelas pria berkumis tersebut.
__ADS_1
"Kak Aldi? mempekerjakan dia?" batin Uswah tak percaya. Namun, mempersilahkan nya untuk masuk.
"Hahaha!!" Kembali terdengar suara tawa nyaring anak-anak yatim-piatu yang sedang beramai-ramai bermain bersama di ruangan perpustakaan tersebut.
"Berisik sekali!" Gumam pria berkumis tersebut yang tidak suka dengan suara bising tersebut.
"Apa mas nya yakin, bisa menjadi pengurus mereka?" isyarat tangan Uswah saat dirinya mendengar gumaman pria berkumis itu.
"In shaa Allah, bisa Nona." Jawab pria berkumis tersebut. Ia berjalan perlahan menghampiri anak-anak yatim-piatu yang berpakaian kotor + keringat yang memenuhi tubuh mereka.
"Astaga! mereka mandi atau tidak?!" Batin pria berkumis tersebut saat mencium bau menyengat dari anak-anak itu.
"Anak-anak! kita berenang bersama, 'yuk?!" Teriak Mba Lisa yang membuat mereka seketika terdiam lalu mengangguk.
"Baik, Bunda!" jawab mereka serentak seraya berlarian keluar rumah menuju kolam renang yang berada di dekat taman pekarangan rumah yang sangat luas tersebut.
"Siapa dia?" tanya Mba Lisa saat melihat pria berkumis yang berdiri tak jauh dari nya.
"Pekerja baru, Mba," isyarat tangan Uswah.
"Eem.. Uswah, tolong jagain anak-anak ku berenang, ya?" Tanya Mba Lisa saat melihat ada salah satu anak-anak nya yang salto.
Uswah mengangguk, seraya menatap tajam kearah pria berkumis tersebut sebagai isyarat jika itu juga adalah tanggung jawab nya.
Pria berkumis tersebut mengerti. lalu, berjalan mengikuti Uswah bersama Diana kearah kolam renang dekat dengan taman bunga berbentuk love.
"Anak-anak, jangan salto! bahaya!" Isyarat tangan Uswah yang tidak di mengerti oleh para anak yatim-piatu yang masih asik menjalankan aksi salto nya.
Byurr!
"Astagfirullah!" batin Uswah terkejut saat baju nya bawah terkena cipratan air akibat salto yang di lakukan salah satu anak yatim disana.
"Aduh, kak. Maaf kan aku.." lirih salah satu nya dengan sopan melihat baju Uswah yang basah kuyup setelah dirinya terjun kedalam air.
Uswah tersenyum di balik cadarnya, seraya berjalan menjauh dari lantai sisi kolam renang yang licin.
Srett!
"Awas!" tegas pria berkumis tersebut, saat melihat satu kaki Uswah yang terpleset dan alhasil mengakibatkan tubuh nya tak seimbang.
__ADS_1
Bruuk!!
Deg!