Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
ADA APA DENGANKU?


__ADS_3

"Ada apa denganku? apa, aku lelah?" Batin Uswah dengan penglihatan yang semakin lama semakin kecil nan buram melihat wajah tampan Rendi yang sangat dekat dengan wajah nya.


Kedua bola mata indah nan lentik itu akhirnya terpejam dengan tubuhnya yang di tahan oleh Rendi.


"Uswah! Ada apa dengan mu?!" Cemas Rendi seraya melihat ada beberapa mobil ambulance menuju tempat kejadian dan ia segera membawa tubuh wanita yang ia cintai masuk kedalam salah satu mobil ambulance.


"Pak! istri saya pingsan." Ujar Rendi kepada perawat.


"Baiklah, pak. mari ikutlah bersama kami sebagai wakil dari pasien," jawab perawat tersebut seraya berjalan menuju kursi pengemudi.


Di saat mobil ambulance yang ia tumpangi melaju, ia melihat dari balik kaca mobil. Terlihat Andrew dengan tubuh berlumuran darah nan pucat itu sedang di bawa memasuki mobil ambulance lainnya.


"Apakah dia baik-baik saja?" Batin nya.


Whiuu..


Suara ambulance terdengar nyaring di setiap pengendara lalu lintas yang tengah menghadapai kemacetan akibat adanya pembaruan jalan menuju rumah sakit selara.


Whiuu..


Perawat tersebut terus saja membunyikan suara tanda peringatan kepada para pengguna jalan disana. namun, tidak ada satupun yang mau mengalah.


"Ck! Sudah tau ada yang sedang gawat! Mengapa mereka semua pada tidak mau minggir?" Gumam Rendi seraya keluar dengan tegas menelusuri di setiap jalanan yang di penuhi kendaraan beroda empat tersebut.

__ADS_1


"Hey! Minggir kalian semua! Ada yang sedang membutuhkan pertolongan!" Teriak Rendi kepada para pengendara yang sedang gursam akibat kemacetan yang telah memakan waktu 5 jam tersebut.


"Woy! Emang enak menunggu kemacetan ini selama 5 jam?! Kami juga tidak tau cara memberi mereka jalan!" Teriak seorang bapak berjenggot tipis dengan kepala gundul yang memunculkan kepala nya dari kaca mobil.


Setelah mendengarnya, Rendi langsung berjalan cepat kearah dirinya dan tanpa aba-aba langsung melayangkan sebuah tinjauan kearah bapak tersebut.


Bughh!


"Apa maksud mu?!!" Bentak bapak tersebut tidak tahan seraya keluar dari mobil dan berhadapan langsung dengan tubuh tegap nan tinggi Rendi.


"Saya sudah bilang, Minggir kan mobil mu! Tuan tua yang pendek." Ejek Rendi dengan membungkukkan tubuhnya saat melihat tinggi tubuh bapak tersebut lebih rendah dari perkiraan nya.


"Uhhh... Anak muda zaman sekarang, tidak tau sopan santun!" Gertak bapak tersebut seraya mengangkat tangan nya yang ingin menampar pipi kiri Rendi.


Dengan sigap Rendi dapat menahan nya, dan ingin mendorong nya. Namun, seketika suara seorang pria menyadarkan dirinya.


"Ada jalan pintas menuju rumah sakit Selara!" Teriak seorang pria yang mengeluarkan tubuh nya dari balik kaca mobil.


Rendi menoleh kearah nya dengan tatapan tajam dan bertanya dengan suara kencang. "Dimana?!"


"Saya akan memberitahu ka-." Belum sempat pria tersebut mengatakan nya, Rendi sudah lebih dulu menarik kerah baju nya dan mengeluarkan tubuhnya hingga tersungkur ke tanah.


Brukk!

__ADS_1


"Cepat katakan!" Bentak Rendi yang tidak mempedulikan sepasang mata menatap aneh kepada nya dengan lalu lintas yang terus saja tidak berjalan sedetik pun.


"Ada disa-" Ujar pria tersebut kembali terpotong tatkala Rendi sudah menyeret tubuh nya menuju ambulance.


Srekk!


Pria tersebut tidak melawan karena ia tau siapa Rendi sebenarnya, ia memegang telapak tangan Rendi dan berkata, "Maaf tuan, sebaiknya saya jalan sendiri karena ada banyak orang melihat hal ini,"


Rendi menoleh seraya melepaskan tangan nya dari kerah belakang baju pria tersebut, dan berjalan dengan langkah lebar masuk kedalam mobil ambulance yang sedang membawa istri nya.


"Lakukan pertolongan pertama!" Tegas seorang perawat yang sedang mengeluarkan beberapa alat medis yang telah tersedia di sana, disaat Rendi kembali masuk kedalam.


Chitt


"Ada apa dengan nya?!" Kejut Rendi dengan jantung berdegup kencang saat melihat perawat tersebut memasangkan alat Inhaler.


Degg!


Inhaler merupakan alat medis yang sering digunakan untuk menangani asma. Inhaler memudahkan obat untuk masuk ke paru-paru.


"Pasien juga mengalami asma! kita harus segera sampai ke rumah sakit!" Tegas perawat tersebut kepada perawat lainnya yang duduk di kursi pengemudi.


"Asma??" Batin Rendi tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2