
"Dan siapa lelaki itu?" Batin Mba Lisa keheranan melihat drama mereka berdua sebelumnya.
Takk!
"TU-TUNGGU! Hufftt..." Batin Uswah dengan nafas ngos-ngosan berhenti mengejar tubuh Rendi yang telah mendekati mobil nya.
"Tuan! Anda tidak boleh menyetir dengan keadaan marah!" gertak sang sopir nya yang di perintahkan oleh Rendi untuk keluar dari mobil.
"Keluar! dan diamlah!" Tegas Rendi seraya menarik tubuh sang sopir hingga terjatuh ke tanah. lalu, ia masuk dan menutup pintu dengan kencang.
Bumm!
"TU-TUNGGU!" Batin Uswah seraya mengarahkan tangannya menuju mobil Rendi yang kini telah melaju dengan kecepatan tinggi.
Setelah mendengarnya, supir taksi tersebut. menambah laju kecepatan mobilnya semaksimal mungkin.
Brumm!!
Bughh!
"Ck! Mengapa dia selalu di dekati oleh lelaki lain?! Sejak SMA sampai sekarang masih saja ada rintangan diantara kita berdua!" Gertak Rendi yang memukul setir mobilnya.
Chiitt!
__ADS_1
"Astagfirullah!" Batin Uswah yang terkejut saat jalanan seketika menjadi curam dan ia berhasil berbelok secara sempurna.
"Hampir saja... Mengapa dia melajukan mobil ketempat yang ada tikungan curam seperti ini?" Batin Uswah yang keheranan dan kembali melajukan mobilnya.
Brumm!
"Mengapa ku merasa seperti ada yang mengikuti?" Gumam Rendi seraya menoleh ke arah kaca spion mobil nya.
"Bukankah itu, mobil nya... Uswah!" Gumam Rendi terbelakak terkejut saat melihat cara Uswah melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
"Bod*h! Tidak perlu melajukan mobil secepat itu, itu bisa saja membahayakan dirinya," Gerutu Rendi yang menghentikan mobil nya dengan terus melihat kearah spion mobilnya.
Srett!!
Duarrg!
"Astaga!!" Kejut Rendi saat ia melihat ada satu mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak pembatas besi di pinggir jalan hingga menerobos masuk kedalam pepohonan rindang, tepat di tikungan curam tersebut.
"Astagfirullah! Bukankah itu mobil taksi? mengalami kecelakaan!!" Batin Uswah seraya keluar dari mobil nya untuk mengecek siapa yang terluka disana.
Para pengendara kendaraan berhenti saat melihat terjadi nya kecelakaan di tikungan curam nan tajam tersebut.
"Astaga! Tragis sekali kecelakaan nya!"
__ADS_1
"Apakah orang didalam mobil itu baik-baik saja?!"
"Sudah! mengapa kalian hanya diam saja?! Cepat, tolong korban!" tegas seorang pria paruh baya yang sedang berjalan melewati tikungan tersebut dan melihat kecelakaan. Malah, para warga hanya membisik-bisikkannya.
"Neng! Apakah korban nya baik-baik saja?" Tanya Kakek tersebut saat melihat Uswah mengintip di balik kaca mobil yang gelap itu.
"Tu-tuan Andrew?!!" Batin Uswah terkejut saat melihat Andrew berada di dalam. Dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri dengan banyak nya darah dan terlihat pula bila kaki nya terjepit oleh pintu mobil yang tadi sempat terbuka pasca tabrakan.
"Cepat! Panggil ambulance!" tegas Kakek tersebut yang membuat Uswah mengangguk. lalu, menelpon rumah sakit untuk mendatangkan ambulance ketempat kejadian tersebut.
"Mengapa ia terlihat sangat khawatir? Sepertinya ada yang terluka parah?!" gumam Rendi seraya keluar dari mobil dan melihat wajah gelisah Uswah yang sangat terlihat jelas dari wajah cantik nan putihnya.
"Rendi..." Lirih Uswah dengan menatap lemas kearah Rendi yang sedang berjalan menghampiri dirinya. Ia merasakan jika kepalanya pusing tidak karuan dan pada akhirnya...
Bruukk
Hp keluarkan terbaru itu terlempar dengan keras mengenai tanah, tubuh sang empu tergoyah hingga hampir terjatuh.
Buggh
"Uswah! Uswah!" Sayup-sayup suara Rendi terdengar sangat kecil hingga hilang begitu saja.
"Ada apa dengan ku? Apa, aku lelah?"
__ADS_1