
"UNTUNG SAJA!" Batin Uswah seraya meringkuk dipojokan tembok untuk berjaga-jaga.
"Sekarang sudah pagi,, aku sangat lapar,," Batin Uswah yang meringkuk lemas di lantai yang dingin.
Jam telah menunjukkan pukul 09:00 WIB.
Kedua bola mata Rendi seketika terbuka secara perlahan-lahan menoleh sekeliling nya yang terlihat buram.
"Kepalaku,, sakit!" Gumam Rendi dengan menyentuh kepalanya yang terasa pusing.
"Dia,, kenapa meringkuk disana?" Batin Rendi saat kedua bola matanya tertuju kepada seorang wanita berpakaian mukena sedang meringkuk dipojokan tembok dengan mata tertutup dan tanpa cadar.
Ceklek!
"Tuan,," ujar seorang pelayan lelaki datang membawakan minuman yang dapat meredakan rasa nyeri.
"Ada lelaki!" Batin Rendi seraya dengan cepat langsung menghampiri Uswah yang masih tertidur itu lalu menutupi wajah Uswah dengan selimut.
"Tuan?" Ujar pelayan lelaki itu setelah menaruh minuman itu di meja nakas, dan ia melihat ada setumpuk gunung selimut di pojokan tembok.
"Kau! Cepat, kau pergi dari sini! Dan panggil semua pelayan wanita!" Tegas Rendi yang menatap tajam kearah pelayan itu karena telah memasuki kamarnya tanpa izin.
"Maaf tuan,, saya permisi,," Ujar pelayan itu seraya pergi dari kamar Rendi.
"Uhh... Ada apa ini??" Batin Uswah karena tidak bisa bernafas dibalik selimut tebal itu,, akhirnya ia membukanya.
Deg! "Kenapa dia dekat sekali denganku?" Batin Uswah mengerutkan dahi saat melihatnya sedang menoleh kearah pintu.
Deg! "Dia sudah bangun!" Batin Rendi seraya berjalan menjauh saat melihat Uswah terlihat ketakutan.
Ceklek!
__ADS_1
"Cepatlah!" Tegas Rendi kepada para pelayan wanita yang baru saja datang.
"Baik,, tuan," Ujar para pelayan wanita seraya membantu Uswah untuk berdiri dan membawanya kekamar mandi di dalam kamar itu.
"Eehh.. apa ini?" Batin Uswah saat telah sampai didalam kamar mandi, ia ditemani para pelayan wanita itu.
"Biar kami bantu, Nona,," Ujar salah satu pelayan itu.
Uswah menggeleng.
"Tolong,, kalian pergi dulu,," Isyarat tangan Uswah yang dapat dimengerti oleh para pelayan itu, lalu mereka keluar dari kamar mandi.
"Siapkan, Makanan untuknya!" Tegas Rendi saat melihat para pelayan wanita itu keluar dari kamar mandi, ia mengerti jika Uswah tidak ingin ditemani.
"Baik! Tuan,," jawab mereka serentak seraya pergi menuju meja makan.
Ddrtt...
"Hemm..." Ujar Rendi setelah mengangkat telfon dari Daniel.
Tuutt...
"Ck! Aku sangat tidak suka orang yang berbuat masalah!" Gumam Rendi setelah mematikan telfon, ia segera mengganti baju dan jas berwarna hitamnya lalu pergi dari rumah.
Bruum...
Baru saja setelah Rendi keluar bersama mobil nya dari perkarangan rumah, Isma kembali datang karena dua hari yang lalu ia mengunjugi pamannya yang sedang sakit.
"Kenapa mobil nya tidak ada? Apa dia sudah pergi?" Gumam Isma seraya masuk ke dalam rumah dengan membawa barang belanjaan yang sempat ia beli tadi.
"Maaf nona, Anda tidak di izinkan masuk!" Ujar salah satu pelayan wanita yang berjaga dipintu dapur yang luas itu.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa saya tidak boleh masuk??" Tanya Isma keheranan.
"Maaf nona,, itu adalah perintah dari tuan Rendi!" Ujar salah satu pelayan wanita itu.
"Tetapi, saya ingin menaruh keperluan dapur,," Ujar Isma.
"Biar saya saja yang menaruhnya, silahkan nona beristirahat saja,," Ujar salah satu pelayan wanita itu dengan mengambil barang belanjaan yang dibawa oleh Isma.
"Baiklah,," jawab Isma walaupun keheranan namun, karena itu perintah dari Rendi maka ia pun menuruti nya.
"Memangnya didapur ada apa?" Batin Isma saat berjalan menuju kamar Rendi dan terlihat pula ada dua pelayan wanita yang berjaga disana.
"Maaf nona, nona tidak di izinkan masuk!" Ujar kedua pelayan wanita itu yang kembali membuat Isma keheranan.
"Memang ada apa sih?! Di dapur tidak boleh,, dikamar tidak boleh,," Batin Isma walaupun kesal namun, ia tetap kembali berjalan ke kamar miliknya.
"Hhm... Kenapa sekarang menjadi lebih banyak penjaga?" Batin Isma saat melihat satu persatu penjaga yang sedang berjaga di setiap sudut ruangan.
Ceklek!
"Huuftt... Aku lelah!" Gumam Isma seraya merebahkan tubuhnya ke kasur.
"Memang ada apa? Membuatku penasaran saja,," Gumam Isma seraya terbangun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***JALAN-JALAN PERGI KE AMBON.
JANGAN LUPA DENGAN MENAIKI KERETA.
JANGAN LUPA PULA TINGGALKAN JEJAK KALIAN.
__ADS_1
DENGAN LIKE AND KOMENNYA😉
TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😊***