Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
EPS 75


__ADS_3

"Maafkan aku, sayang. Aku akan kembali menjemput mu bila waktunya telah tiba," ujar Rendi seraya menutupi tubuh polos Uswah dengan selimut. Lalu, memakai kembali pakaian miliknya yang telah berserakan di lantai.


Chuit...


Chuuit..


Suara kicauan burung terus terdengar nyaring di kedua telinga seorang wanita cantik yang masih tenggelam di alam mimpi.


Secara perlahan wanita tersebut mulai membuka kedua bola matanya yang terasa bengkak nan sembap akibat dirinya yang terus menangis kesakitan tadi malam.


"Mengapa mata ku terasa sembap?" Batin Uswah seraya mengusap lembut kedua bola mata indah nya. Lalu, terdiam.


"Dan mengapa aku merasa..." Batin nya seraya menoleh kearah tubuh polos dirinya tanpa sehelai benang sedikitpun.


Deg!


"Astagfirullah! Apa yang terjadi?!!" Batin nya dengan detak jantung nya berdetak kencang dan nafas terengah-engah. Ia melihat ada bercak darah di sprei miliknya.


"Mengapa? Mengapa ada yang tega mengambil mahkota ku, tanpa aku sadari?!!" Jerit Uswah di dalam hati, saat merasakan bagian bawahnya terasa sakit terutama pada selakangan kakinya.


Deg!


Degg!


"Siapa? Siapa yang telah menodai diriku??!!" Jerit nya kembali di dalam hati dengan air bening kembali lolos terjatuh begitu saja.

__ADS_1


Bughh!


Buugh!!


"Kotor! Tubuhku kotor!" Batin Uswah seraya memukuli tubuhnya yang terlihat ada tanda-tanda merah yang membekas jelas di sana.


"Kumis? Apakah pria berkumis itu yang melakukan nua?!!" Batin Uswah saat tanpa sengaja kedua bola mata nya tertuju kepada kumis palsu yang tergeletak di atas lantai di dekat baju miliknya yang berserakan dimana-mana.


...Mengapa? Mengapa kau tega?...


...Menodai diriku?...


...Pria berkumis itu.....


...Apakah dia?...


...Kau, harus bertanggung jawab!...


...Kau, telah menghina diriku.....


...Aku akan mencari mu!...


"Aku harus segera menemui nya!" Batin nya kembali seraya secara perlahan turun dari ranjang dengan selimut yang ia gunakan untuk menutupi tubuh polos nya.


"Aakhh!!" Rintih nya dalam hati saat merasakan bagian bawah nya terasa sangat sakit, saat berjalan perlahan menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Pria itu... Berani sekali dia merebut mahkota ku!" Batin Uswah yang merasa sangat membenci pria berkumis tersebut yang tak lain adalah Rendi, Suami nya.


Selang beberapa menit, setelah dirinya mencuci semua pakaian serta sprei milik nya yang terdapat bercak darah. Ia perlahan berjalan keluar lift dengan tatapan tajam mencari keberadaan Pak Tono.


"Dimana dia?!" Batin Uswah saat rasa sakit bagian bawah nya sudah mulai terasa mereda akibat dirinya yang merendam kan seluruh tubuhnya di dalam bathub yang berisi air hangat.


"Dek! Uswah!" Panggil Mba Lisa saat melihat Uswah berjalan dengan cepat menuju keluar rumah.


"Mba Lisa, dimana Pak Tono?" Isyarat tangan Uswah dengan tatapan tajam.


"Mba juga ga tau, katanya Mas Aldi sepertinya Pak Tono sudah mengundurkan dirinya," Jawab Mba Lisa.


Setalah mendengarnya, Uswah berlari keluar rumah dengan merasakan bagian bawahnya yang kembali terasa sakit.


"Ada apa dengan nya?" Batin Mba Lisa keheranan.


"Hikss... Hikkss... Tidak ada guna nya! Semua sudah terjadi! Bagaimana jika ada benih yang tumbuh di rahim ku??" Batin Uswah tak berdaya saat tubuh lemas dan terjatuh di pekarangan rumah nya yang terdapat taman yang sangat luas.


"Ya Allah, Bantu lah hamba mu yang lemah ini..." Dirinya tak tahu harus mencari pria berkumis tersebut dimana.


"Dek, ada apa?" Tanya Mba Lisa yang menghampiri Uswah.


Uswah menoleh. Lalu, memeluk nya dengan menangis tanpa suara.


"Mba! Diriku kotor! Ternodai.." Ingin rasanya ia Teriak seperti itu kepada Mba Lisa. Namun, ia hanya memendam nya.

__ADS_1


"Ada apa? Ceritakan sama Mba," ujar Mba Lisa lembut seraya melepaskan pelukannya dan menatap kedua bola mata Indah Uswah yang terlihat berbinar dengan cadar nya yang telah basah.


__ADS_2