
"Siapa wanita itu?" Batin Isma saat tanpa sengaja ia melihat ada seorang wanita bercadar sedang memandikan Sherly dengan seorang pelayan disamping nya.
...****************...
KEESOKAN HARINYA... Di kamar bernuasan hijau.
Rendi tidak pulang kembali, ia lebih memilih untuk bersama dengan wanita itu berdua disebuah hotel untuk melakukan 'Itu' agar lebih nikmat.
"Kenapa dia tidak pulang?" batin Uswah saat dirinya terdiam di kamar milik Rendi yang membuatnya curiga dengan ruangan terkunci didalam kamar itu.
"Mengapa ruangan ini terus terkunci?" Batin Uswah dengan mendekati pintu ruangan itu.
"Apakah ada sesuatu? Rahasia?" batin Uswah seraya berusaha membuka ruangan itu.
*Bruuk... "Hufftt... gak penting juga sih!" Batin nya.
"Aku ingin bertemu Umi,, Umi aku rindu..." Batin nya sedih.
"Apakah aku bisa kabur dari sini?? tetapi, kenapa harus banyak penjaga yang menjaga sih?! kan aku jadi tidak bisa keluar dari rumah lebar ini,," Batin Uswah kesal saat dirinya keluar dari kamar dan berjalan menelusuri disetiap sudut ruangan yang ada penjaga nya.
"Mana semuanya lelaki garang lagi?! tampangnya saja menyeramkan seperti itu,, Ihh.. seremlah!" Batin Uswah berdecik ngeri saat melihat ekspresi wajah para penjaga lelaki didepan gerbang.
"Tetapi,, kalau belum mencoba,, kan tidak akan tau!" Batin Uswah yang merencanakan sesuatu.
Uswah melihat ada satu tangga kayu yang terpasang didekat tembok rumah Rendi yang tidak terlalu tinggi, ia mulai menaiki telapak kakinya menginjak satu persatu bambu itu.
Krekk... "Aduh! kerudung ku!" jerit Uswah dalam hati saat ujung kerudungnya robek akibat tanpa sengaja terinjak oleh kakinya, namun tetap *tidak membuka auratnya.
"Sepertinya ada yang ingin manjat,," Ujar salah satu penjaga yang mendengarnya*.
Namun, itu semua juga dapat didengar oleh para penjaga gerbang, dan mereka mulai mendekati arah suara itu.
Brruk... "Aahh... Akhirnya sudah keluar sebelum para penjaga tau,," Batin Uswah setelah melompat keluar lewat tembok.
__ADS_1
"Ternyata hanya tangga jatuh,," Gumam para penjaga yang melihat tangga bambu itu terjatuh ke tanah.
"Aku harus kabur!" Batin Uswah seraya berlari menjauh dari rumah itu.
"Tetapi, tunggu,, bukankah ini kerudung nona Uswah?" Gumam salah satu penjaga yang melihat robekan ujung hijab Uswah dan ia tau karena warna robekan kain itu berwarna hitam, favorit Uswah.
Glek!
"Sepertinya Nona Uswah, kabur!" Kejut penjaga itu yang membuat semua penjaga menelan ludah jikalau Rendi mengetahuinya.
"Cepat! Kita harus cari Nona Uswah!" Tegas lainnya seraya menjalankan tugasnya untuk mencari Uswah diluar rumah.
Di sebuah mobil mewah terdapat seorang lelaki yang sedang menyetir dengan senang dapat merasakan 'itu' dengan yang masih perawan.
"Ternyata dia masih perawan,, sungguh nikmat!" Gumam Rendi seketika kedua bola matanya tertuju kearah seorang gadis bercadar sedang berlari dipinggir jalan saat ia ingin kembali kerumahnya.
"Bukankah,, itu,," Ujar Rendi mengernyitkan dahinya.
Chiitt...
Deg! "Dia!" Batin Uswah.
"Aku hanya ingin bertemu Umi ku,," isyarat tangan Uswah dengan mata yang telah berkaca-kaca dengan wajah memelas dibalik cadarnya.
Rendi terdiam menatap Uswah yang memelas didepannya, seketika ia pun melihat ujung hijab Uswah yang robek.
"Ternyata benar,, dia kabur," Batin Rendi seraya kembali menatap kearah Uswah.
"Tidak sekarang!" Tegas Rendi yang membuat Uswah semakin kesal dibuatnya.
"Tetapi,, aku ingin sekarang! Aku rindu umii,," Batin Uswah seraya berlari melewati Rendi.
Krekk... "Aku bilang 'Tidak sekarang!' " Tegas Rendi dengan menarik belakang ujung hijab Uswah.
__ADS_1
Uswah terdiam ditempat dengan kepala yang sedikit dongak keatas akibat tarikan Rendi.
Krekk... Uswah berjalan mundur saat Rendi kembali menarik hijab nya, karena hampir saja hijabnya akan lepas dalam menutupi perhiasan nya.
Rendi serta Uswah saling memandang satu sama lain saat tubuh mereka telah dekat bersebelahan.
Srekk...
Satu tangan Rendi membuka ikatan cadar Uswah dengan kasar, alhasil cadar nya lepas dari menutupi wajah putih nan mulus nya.
"Apa yang dia lakukan?!" Kejut Uswah saat takut bila ada orang lain melihatnya.
"Biarlah, perhiasan mu bisa dilihat oleh orang lain!" Ujar Rendi yang membuat Uswah takut.
"Apa maksudnya? Ya Allah! Hamba takut,," Batin Uswah dengan bulir-bulir air mata telah lolos terjatuh dari mata indah nan lentik nya.
"Nggak!" Ngelak Uswah didalam hati saat kedua tangan Rendi membuka secara paksa hijabnya.
"Disini tidak ada orang,," Batin Rendi saat melihat sekeliling nya yang sepi tanpa ada kendaraan yang berlalu lalang.
Srekk... Hijab Uswah telah lepas dari kepalanya lalu memperlihatkan rambut hitam pekat nan lebat yang sangat menawan yang akan membuat orang melihatnya terpana sekaligus candu untuk terus menatap perhiasan yang sangat indah itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pasti si Rendi terpana nihh...🤣😆" Ujar author yang mengomentari karya sendiri🤣🤣🤣
TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😆
JALAN-JALAN PERGI KE AMBON.
JANGAN LUPA MENAIKI KERETA.
JANGAN LUPA PULA TINGGALAKAN JEJAK KALIAN.
__ADS_1
DENGAN LIKE AND KOMENNYA.😆