
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YA...😍👆
Keesokan harinya....
Setelah kejadian kemarin kak Ahmad ingin menjemput Azizah setiap saat, namun karena ia masih mempunyai jadwal yang sangat padat yang membuat nya memperbolehkan Azizah kembali memakai sepeda.
Satu kata dari kak Ahmad yang selalu Azizah Ingat:
"Jangan pulang terlalu malam!! Seorang muslimah tidak baik keluar malam-malam apalagi saat tidak bersama mahram nya." Itulah yang selalu ibu dan Kaka nya bilang.
Di SMA sejara 1
Setelah Azizah memarkir kan sepeda nya ia melihat Viona yang sedang menangis di bangku taman sekolah nya.
"Hikss...hikkss..." Suara tangis Viona.
"Dia kenapa?." Batin Azizah sembari menghampiri nya dan duduk di sebelah nya.
Ia menepuk-nepuk bahu Viona yang membuat viona menoleh ke arahnya.
"Azizah...." Ucap Viona yang langsung memeluk tubuh Azizah dan menangis tersedu-sedu di dalam pelukannya.
Azizah yang merasa kasihan pun hanya bisa mengusap-usap lembut punggung Viona.
"Azizah, Dia mengkhianati ku...Hiks...hikss.." rilih Viona.
"Dia? Siapa?." Batin Azizah yang tidak mengerti arah pembicaraan Viona.
"Kamu kenapa?." Isyarat tangan Azizah yang tidak di mengerti oleh Viona setelah melepaskan pelukannya.
"Huaahh... Azizah, aku tidak mengerti apa yang kamu katakan." Ucap Viona yang masih menangis.
Azizah kembali melentangkan tangannya dan Viona kembali menyambut pelukannya.
"Hiks...hikss... Azizah aku telah berkorban banyak untuk nya, tapi....tapi dia malah membohongi ku..." Curhat Viona.
"Apa yang salah denganku? Aku kan cantik, pintar dan juga kaya. apakah aku masih mempunyai kekurangan?." Rilih Viona.
Azizah hanya tersenyum mendengar curhatan Viona itu.
"Iman, kamu kurang iman." Batin Azizah yang memang ingin bisa membuat temannya berada di jalan yang benar.
"Aku dengan Edward telah putus, hikss...Hiks.." rilih Viona dengan terus menangis tersedu-sedu.
"Ouh...ternyata begitu." Batin Azizah yang mulai mengerti arah pembicaraan Viona.
"Azizah lakukan sesuatu dong, Kasih tau aku bagaimana caranya agar move oun darinya." Rilih Viona yang membuat Azizah bingung.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku pun tidak berpengalaman dengan namanya 'pacaran'." Batin Azizah.
__ADS_1
"Dimana buku diary mu?." Ucap Viona yang melihat buku diary Azizah yang biasa nya tergantung di kantong rok nya, namun sekarang tidak ada.
"Aku pun tidak tau." Batin Azizah.
"Nih...kasih tau aku dong bagaimana caranya??." Ucap Viona dengan memberikan buku yang ia pegang serta pulpen kepada Azizah.
Azizah menulis sesuatu di buku itu.
"lebih dekatkan dirimu saja kepada Tuhan mu dan mencari aktivitas yang membuat mu melupakan nya."
"Apa benar akan berhasil?." Ucap Viona setelah menulis tulisan Azizah. Di jawab anggukan dan senyuman oleh Azizah.
"terimakasih....kau memang teman terbaik ku." Ucap Viona terharu.
"teman?." batin Azizah.
"Jangan menangis lagi nanti cantik mu akan hilang loh." Tulisan Azizah.
"Ihh... Azizah mah gitu, kan aku sudah cantik alami karena perawatan kulit yang kau ajarkan." Ucap Viona.
"Perawatan kulit?." Tulisan Azizah heran.
"Iya...yang itu loh, saat kita camping." Ucap Viona.
"Ouh itu...bisa di bilang begitu sih." Batin Azizah bingung.
"Yahh...kalau begitu jadilah teman sebangku ku?." Ucap Viona dengan memasang wajah memelasnya, di jawab anggukan oleh Azizah.
Kring...KRING...( Bela masuk berbunyi)
"Ayuk kita masuk." Ucap Viona dengan menarik tangan Azizah menuju kelas.
"Selamat pagi." Ucap Bu Lela.
"Pagi Bu." Ucap semua siswa-siswi serentak.
"Dia, kenapa pindah tempat duduk?." Batin Rendi yang melihat Azizah duduk bersama Viona di depan.
"Apa karena kemarin? Dia tidak mau duduk bersama ku?." Batin Rendi.
Azizah yang fokus dengan penjelasan Bu guru Lela, jadi tidak mengetahui kalau Rendi terus menatapnya.
"Cihh! kenapa aku terus melihat nya sih?!." Batin Rendi yang langsung memalingkan wajahnya.
Jam istirahat....
"Azizah kamu ingin ke perpustakaan ya?." Ucap Viona di jawab anggukan oleh Azizah.
"Boleh tolong temani aku ke kantin dulu ga? Soalnya aku ingin membeli sesuatu." Ucap Viona kembali di jawab kembali anggukan oleh Azizah.
__ADS_1
"Ayuk?." Ucap Viona dengan menarik tangan Azizah.
Di tengah jalan menuju kantin mereka bertemu dengan geng girls beautiful.
"Ciihh...ternyata dia punya teman baru." Batin Bianca.
"Masih ada yang mau menjadi temannya ternyata." Batin Raya.
"Viona? Bukannya dia itu anak perusahaan ALDIANO GROUP. salah satu perusahaan yang terbesar di Indonesia dari ketiga perusahaan yang tersukses di Indonesia. dan juga pesaing besar perusahaan DERLABA GROUP?." Batin Laura yang kenal dengan Viona.
"Sangat tidak mungkin bila ia mau berteman dengan azizah." Batin Mita(Anggota geng girls beautiful)
Viona yang merasa di perhatikan terus-menerus oleh siswa-siswi. hanya diam dan terus menggandeng tangan Azizah.
"Bi, saya pesan bakso ikan nya dua ya?." Ucap Viona saat sudah sampai di kantin.
"Iya non, mohon untuk tunggu sebentar." Ucap bi Ina.
"Azizah kamu mau es krim ga?." Ucap Viona yang ngiler Melihat ada penjual es krim di kantin. Dijawab anggukan oleh Azizah.
Akhirnya setelah mereka memesan dan melahap dua es krim dan bakso ikannya, mereka langsung berjalan kembali ke perpustakaan.
"Buku apa yang biasa nya kamu baca disini?." Tanya Viona yang sibuk mencari buku di rak.
"Yang ini." Isyarat tangan Azizah dengan menunjuk kearah buku panduan menulis novel.
"Wahh...apa cita-cita mu ingin menjadi penulis?." Ucap Viona kagum di jawab anggukan oleh Azizah.
"setelah pulang sekolah apa kamu mau datang ke rumahku? Aku mempunyai kakak perempuan yang juga seorang penulis hebat, ia selalu menjuarai berbagai macam perlombaan dan pernah mendapat kan medali emas." Ucap Viona.
Azizah yang mengetahui nya pun antusias langsung mengangguk senang.
"Baiklah, nanti akan ku ajak kamu kerumah ku yang mewah." Ucap Viona sedikit sombong.
Azizah hanya tersenyum dan mengangguk.
Pukul 16:00 WIB.
"Azizah kamu kerumah ku nya bareng dengan ku dan menggunakan mobil ku ya?." Ucap Viona.
"Dan nanti akan ada yang mengambil sepeda mu membawanya ke rumah ku." Lanjut Viona yang membuat Azizah kembali mengangguk karena ia pun sudah menelpon umi Adiba untuk pulang sebelum magrib tiba dan mendapatkan izin.
Beberapa menit telah berlalu, sampailah mereka di rumah mewah yang terdapat air mancur di tengah-tengah tamannya yang luas.
"Ini rumahku, Ayuk masuk?." Ajak Viona saat ingin keluar dari mobil nya dengan adanya banyak penjaga yang menyambut nya.
"Selamat datang nona." Ucap penjaga yang membukakan pintu mobil dengan terus membungkuk hormat.
"Terimakasih." Isyarat tangan Azizah.
__ADS_1