
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YAA...SOBAT😉😍☝️
***
Mereka telah kembali keluar dari are terlarang ke tempat perkumpulan dan melaporkan nya kepada panitia.
Sebagian panitia melakukan beberapa pencaharian mumpung masih siang keadaan belum begitu berbahaya.
"Azizah bagaimana ya?." Ucap Intan khawatir. Yang sedang berada di tenda nya.
"Udah Gpp, dia kan bersama dengan Rendi pasti di jagain." Ucap Viona.
"Ciihh...wanita itu berduaan dengan rendi di hutan lagi!." Batin Adel kesal.
Awan telah berubah gelap seperti mendung Azizah dan Rendi masih terus berjalan menelusuri hutan.
"Berapa lama lagi kita akan berjalan?." Keluh Rendi.
"Awan pun mulai mendung." keluh Rendi dengan melihat ke atas.
"Hhmmm...nih cowok sepanjang jalan dari tadi ngeluh saja kerajaan nya." Batin Azizah malas.
Tikk...Tikk...(hujan turun)
"Aakhh...si*l kenapa harus hujan sih?!." Ucap Rendi dengan langsung berteduh di bawah pohon bersama Azizah.
Walaupun pohon nya besar, namun Azizah dan Rendi tidak dapat terhindar dari derasnya air hujan dan itu membuat baju mereka basah sehingga lekuk-lekuk tubuh Azizah kembali terlihat.
"Astaga, kenapa indah sekali." Batin Rendi yang masih bisa mengendalikan nafsunya.
"Aduhh...ini bajunya." Batin Azizah malu dengan bajunya yang menempel ke tubuhnya memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh nya.
"Nih pakailah!." Uap Rendi yang langsung melemparkan jaket miknya ke arah Azizah.
"Gak sopan banget sih nih cowok! Main lempar-lempar aja!." Batin Azizah yang langsung memakai jaket itu.
"Dinginnya..." Batin Rendi, karena ia hanya memakai kaos dengan terus mengusap-usap tangannya.
Azizah berjongkok menunggu hujan berhenti dan juga mengusap-usap kedua telapak tangannya.
Hari mulai gelap dengan awan yang semula berwarna hitam itu berubah berwarna oranye.
Hujan telah berhenti.
Rendi yang dari tadi berdiri pun akhirnya terjatuh ke tanah entah kenapa.
Bruukk...
"Hah?! Dia kenapa?." Batin Azizah.
Kruukk...krukk..
Ternyata karena terlalu lamanya hujan membuat mereka harus menahan rasa lapar dari siang sampai sore.
"Apa dia gak kuat kalau tidak makan di satu waktu?." Batin Azizah heran. Sedangkan ia yang telah terbiasa puasa pun masih kuat.
"Lebih baik istirahat di sini saja, hari pun sudah mulai gelap ternyata." Batin Azizah.
Azizah hanya diam duduk di akar pohon besar itu dan tidak membenarkan tubuh Rendi yang terjatuh di atas tanah basah yang berlumpur.
"Aku harus mencari persediaan makanan." Batin Azizah sembari mencari makanan di sekeliling itu.
Ia menemukan buah jambu dan memetiknya lalu segera memakannya sebagai pengganjal lapar.
Ia juga menyisakan beberapa buah jambu untuk persediaan makan malamnya dengan Rendi.
"Malam hampir tiba, aku harus mencari ranting-ranting untuk membuat api unggun." Batin Azizah sembari mencari beberapa ranting pohon.
Rendi terbangun dari pingsan nya dan yang pertama ia lihat adalah Azizah yang sedang membuat api unggun dengan kedua batu yang di gesekan-gesekan ke arah kayu.
"Kenapa wajahnya gue terasa basah?." Batin Rendi yang ternyata mendapati setengah wajahnya terkena lumpur.
"Akkhh...kenapa ada lumpur di wajah tampan gue?!." Teriak Rendi yang membuat Azizah terkejut.
"Astaghfirullah! nih orang bikin kaget saja." batin Azizah yang menoleh kearahnya.
Rendi mengelap wajahnya menggunakan baju kaosnya yang membuat perut kotak-kotak berotot nya terlihat oleh Azizah.
"Astaghfirullah." Batin Azizah dengan langsung memalingkan pandangannya.
__ADS_1
Ceklekk...(api unggun nyala)
Azizah memberikan buah jambu yang telah ia petik tadi kepada Rendi.
"Terimakasih." Ucap Rendi.
Mereka berdua duduk berdua di pinggir api unggun dengan jarak yang sangat jauh.
***
Karena hari mulai gelap dan pencaharian belum ada hasil akhirnya panitia memberhentikan sementara pencaharian nya dan di lanjutkan besok pagi.
"Ya Allah lindungilah selalu Azizah." batin Intan.
"Apakah mereka akan baik-baik saja di dalam hutan berdua??." Batin Reyfano.
"Ciihh... Azizah pasti caper terus sama Rendi di sana." Batin Adel.
"Semua kembali kedalam tenda masing-masing karena hari telah mulai gelap." Ucap panitia.
Jam telah menunjukkan pukul 21:00 WIB.
"Hangat sekali." Batin Azizah yang bersenderan ke pohon besar dengan memejamkan matanya.
"Apa ia tidak kedinginan?." Batin Azizah yang langsung melek dan melihat tubuh Rendi menggigil.
Ia segera memberikan jaket nya kembali dan menyelimuti tubuh Rendi yang sudah tertidur pulas di senderan pohon. Dan kembali tertidur dengan pulas.
Matahari telah terbit memancarkan sinarnya yang sangat terang menyilaukan mata yang memandang.
Setelah Azizah selesai sholat subuh tepat pada pukul 06:00 mereka kembali berjalan dengan membawa persediaan makanan yang sangat sedikit.
"Maa syaa Allah, indah sekali. " Batin Azizah yang melihat ternyata terdapat air terjun di hutan itu, namun mereka tidak berhenti sejenak karena mereka sudah terlalu lama di hutan itu tidaklah baik apalagi berdua.
Kruukk... Kruuk...
"Dia lapar?. " Batin Azizah, ia segera memberikan jambu yang ada di kantong nya di berikan kepada Rendi yang langsung melahap nya.
"Ini kenapa belum sampai ya?. " Batin Azizah heran.
"Sudahlah yang penting terus berjalan ke arah Barat saja. " Batin Azizah.
Bruukk..
"Aauww.. " Batin Azizah.
Azizah tersandung sesuatu dan membuat kakinya ke seleo.
"Apa kau baik-baik saja?. " Ucap Rendi khawatir. Di jawab anggukan oleh Azizah.
Azizah kembali berjalan dengan pincang karena tidak mau di bantu oleh Rendi (bukan mahram)
"Kakinya apa baik-baik saja?. " Batin Rendi.
Huaagrhh....
Tiba-tiba ada harimau yang menghalangi jalan mereka berdua.
"Astaga." Ucap Rendi terkejut.
"Astaghfirullah." Batin Azizah yang juga terkejut.
"Kamu berlindung lah di belakang ku. " Ucap Rendi. Tanpa fikir panjang Azizah langsung berlindung di belakang rendi dengan santai tanpa rasa takut.
"Gawat bagaimana nih?. " Batin Rendi.
Rendi maju selangkah demi selangkah mendekati harimau itu untuk menjinakkan nya.
Degg... Degg... Deg...
Dengan jantung yang berdebar-debar ia berjalan perlahan.
harimau berjalan selangkah mendekati nya.
Sedetik kemudian....
"Kabur... " Teriak Rendi dengan langsung berbalik arah dengan berlari dan menggandeng tangan Azizah.
"Ini apa-apaan?!. " Batin Azizah yang melihat kearah tangannya yang di gandeng oleh nya.
__ADS_1
Azizah berusaha melepaskan genggaman itu, namun Rendi sangat kencang menggenggam nya dan itu membuat pergelangan tangan Azizah sakit.
"Diam! Kamu mau di makan oleh nya?!. " Bentak Rendi tanpa sengaja karena harimau itu masih mengejar mereka.
"Enggah lah, tapi kan ini tidak baik dengan kau menyentuhku!!. " Batin Azizah marah, namun kan tidak terdengar oleh Rendi.
Bruukkk...
Azizah terjatuh karena kakinya yang masih keseleo itu membuat Rendi kembali menggendong dan membuat Azizah kembali memberontak.
"Lepaskan!!. " Batin Azizah dengan memberontak.
"Diamlah! Dia masih mengejar kita. " Ucap Rendi dengan nafas ngos-ngosan.
Degg.... Degg... Deggg....
Azizah bisa merasakan detak jantung Rendi yang tepat berada di telinga kanan nya yang saat ini berada di gendongan depan Rendi.
Rendi terus berlari dengan kencang hingga membuat Azizah diam karena bagaimanapun ini juga hal yang gawat.
"Coba dia menurunkan ku, pasti kan aku bisa menjinakkan harimau itu." Batin Azizah kesal, namun saat ia melihat kearah atas wajah rendi yang mangarahkan pandangannya lurus ke depan.
Terlihat seperti seorang ayah yang menyelamatkan Putri kecilnya.
"Ayah..." Batin Azizah yang teringat akan ayahnya, tanpa terasa bulir-bulir air mata nya lolos begitu saja mengenai kedua pipi mulusnya.
"Huhh...huhh... seperti nya harimau itu telah pergi." Ucap Rendi ngos-ngosan yang sedang bersembunyi di balik pohon besar.
Dan ia melihat kearah wajah Azizah yang ternyata ada tetesan air yang membasahi pipi nya.
"Apa dia menangis?." Batin Rendi terdiam.
"Kenapa dia tidak menurunkan ku bila harimau itu sudah pergi." Batin Azizah tanpa sengaja ia pun melihat ke arah rendi.
Kedua bola mata mereka bertemu lama membuat mereka bagikan patung.
Degg...
"Astaghfirullah." Batin Azizah tersadar.
Azizah memberontak kembali membuat Rendi menurunkan nya.
Setelah mengecek harimau itu benar-benar sudah pergi mereka melanjutkan perjalanan.
"Heeyy....itu mereka." Teriak Salah satu panitia camping yang menemukan mereka sedang berjalan.
"Akhirnya." Batin Azizah.
Rendi tidak menghiraukan teriakan panitia itu, namun ia terus memperhatikan wajah cantik azizah yang selalu membuat nya terpesona.
"Hhmm...kenapa dia melihat kearah ku terus sih?!." Batin Azizah yang merasa ga nyaman.
Mereka akhirnya kembali ke tempat tenda.
"Azizah...." Ucap Intan yang langsung memeluk tubuh Azizah dengan erat.
Azizah tersenyum melihat temannya yang terlihat khawatir padanya dan ia pun membalas pelukannya.
"Rendi apa kau Baik-baik saja?." Ucap salah satu siswi yang langsung mendekati tubuh Rendi.
siswi lainnya pun tidak mau kalah mereka juga mendekati tubuh Rendi dan memeriksanya.
"apa kau tidak terluka?."
"apa kau lapar?."
"uuhh...Rendi ku sayang kenapa kau bisa sampai tersesat."
siswi-siswi semua mendekati tubuh Rendi dan menyentuhnya, namun tak di hiraukan olehnya.
"Apa kau baik-baik saja bro?." Ucap Reyfano.
"Iya." Ucap Rendi singkat.
"Azizah kamu Gpp kan?." Ucap Intan khawatir setelah melepaskan pelukannya. Di jawab anggukan oleh Azizah.
"Alhamdulillah, kalau kamu baik-baik saja." Ucap Intan lega.
"Setelah pencaharian selesai dan telah di temukan, kami sebagai panitia mohon maaf sebesar-besarnya setelah kejadian ini kegiatan camping hari ini dibatalkan, semua mari kita pulang." Ucap Panitia.
__ADS_1
Mereka sudah Bersiap-siap untuk pulang dan berjalan keluar hutan menuju tempat parkir bus nya.