
LIMA TAHUN KEMUDIAN...
*Di Amerika (Washington, Distrik Kolombia)*
Tekk... Tek...Terlihatlah seorang wanita berhijab panjang dengan disertai cadar warna hitamnya yang terpasang dan menyembunyikan wajah cantik nan bidadari dengan usianya yang kini telah berumur 23 tahun, kini sedang sibuk mengetik laptop didepannya.
Ceklek!
"Waktunya makan siang, Nona Uswah," Ucap seorang wanita berhijab panjang yang menghampiri nya.
"Iya, sebentar lagi," Isyarat tangan Uswah yang tidak mengalihkan pandangannya dari laptop didepannya.
"Udah, ayuk? Nanti bila kamu sakit aku juga yang kena marah umi Adiba!" Kesal Intan seraya menarik tangan Uswah.
"Iya,,iya," isyarat tangan Uswah seraya menutup laptopnya.
Tak.... Takk...
"Kita beli makan apa?" Isyarat tangan Uswah setelah keluar dari lift.
"Beli apa sajalah, yang penting halal," jawab Intan dengan pakaian formal nya.
"Jam tiga nanti kamu ada meeting dengan klien," ulang Intan saat melihat jadwal Uswah.
"Baiklah, siapkan saja semuanya," isyarat tangan Uswah seraya terus berjalan dengan elegan di depan para karyawan yang menunduk hormat kepadanya.
"Bukankah itu CEO wanita dari Indonesia," bisik para karyawan dengan bahasa Inggris.
"Iya, dia terlihat cantik! Walau ada penutup diwajahnya,". Bisik lainnya dengan bahasa Inggris.
"Selamat makan siang, nona." Sapa salah satu karyawan dengan bahasa Inggris.
Azizah hanya mengangguk.
"Dia cantik dan tidak sombong," Bisik para karyawan dengan bahasa Inggris.
"Angelina, nanti tolong taruh kopi saya dimeja saja," isyarat tangan Uswah saat melihat seorang OB wanita ingin mengantarkan kopi pesanan nya.
"Baik, Nona," jawab OB wanita itu dengan bahasa Inggris dan disana terdapat syarat untuk bisa masuk kerja yaitu 'Bisa bahasa isyarat'.
Datanglah sebuah mobil yang menghampiri mereka berdua di depan perusahaan.
"Selamat siang, nona," Ucap seorang supir di dalam mobil tersebut kepada Uswah.
"Siang, pak. kita segera ke restauran saja," Ucap Intan seraya masuk kedalam mobil bersama Uswah.
Sesampainya di****Restaurant....
"Jadi ingat saat dulu kita SMA," Ucap Intan yang sedang duduk menunggu makanan bersama Uswah.
"Hahaha...iya, dulu kamu kan saat melihat restoran pasti ngacaan di depan orang yang sedang makan," isyarat tangan Uswah.
"Hehehe...aku kan ga tau jika ada orang disana, karena kacanya yang gelap," Ucap Intan.
"Bagaimana dengan urusan tuan Andrew?" isyarat tangan Uswah seraya melihat minuman nya yang sudah datang terlebih dahulu.
__ADS_1
"Selamat dinikmati, Nona," Ucap seorang pelayan lelaki dengan bahasa Inggris.
Uswah mengangguk.
"Eemm..iya, Alhamdulillah itu sudah beres," jawab Intan setelah meminum minumannya.
"Apakah kalian orang Indonesia?" tanya sang pelayan itu saat mendengar bahasanya Intan.
"Iya, memang kenapa?" Tanya Intan.
"Saya juga dari Indonesia, mba," jawab sang pelayan lelaki itu seraya mengambil kursi untuk duduk didekat meja mereka.
Uswah merasa gak nyaman dengan lelaki itu yang duduk dekat dengan dirinya.
"Kalian ke Amerika ada urusan apa?" tanya sang pelayan dengan sedikit keakraban.
"Iya, kami bekerja disini," jawab Intan singkat seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Waahh... kalian bekerja apa disini?" Tanya pelayan itu.
"Kami bekerja di perusahaan," jawab Intan seraya memanggil seseorang.
"Ada apa, Nona?" tanya sang menejer restauran yang mengenal mereka dengan bahasa Inggris.
"Tolong buat dia pergi dari sini," isyarat tangan Uswah saat melihat menejer itu.
Menejer itu langsung paham, dan segera membawa pelayan lelaki itu pergi dari sana.
"Kamu berani sekali mendekati nona Uswah!" bisik menejer itu kepada pelayan lelaki itu.
"Maaf, tuan," jawab nya seraya kembali masuk ke dapur.
"Heem... iya, jadwal mu hari ini sangat padat! Setelah Nona bertemu klien, Tuan Andrew ingin bertemu dengan Nona," jawab Intan seraya.
"Andrew? untuk apa dia ingin bertemu denganku?" Batin Uswah.
"Uswah!" panggil Seorang lelaki bertubuh tinggi dan tegak menghampirinya.
"Tuan Andrew?" kejut Intan seraya mempersilahkan nya untuk duduk di kursi miliknya.
"Terimakasih," jawab Andrew yang memang lancar berbahasa Indonesia.
Sedikit infomasi:
Andrew Kusuma adalah seorang CEO pemilik perusahaan ternama di Amerika.
Memliki postur tubuh yang sangat atletis dengan rambut hitam pekat nan tebal yang sentiasa menghiasi wajah tampannya dan ia sering di sebut 'Oppa tampan' karena keturunan dari ibunya*.
"Kenapa cepat sekali datangnya?!" isyarat tangan Uswah terkejut karena ia dengar Andrew baru saja menyelesaikan bisnis nya di Belanda.
"Sudahlah! tidak usah di bahas! Sekarang mari kita bahasa tentang kerja sama kita," ujar Andrew dengan nada serius.
Azizah mengangguk.
Selang beberapa menit, akhirnya pembicaraan mereka telah selesai.
"Apakah kamu sibuk akhir-akhir ini?" Tanya Andrew.
Azizah menggeleng seraya memakan makanan yang telah tersedia dan membuka sedikit cadarnya, namun tidak dapat terlihat oleh siapapun.
__ADS_1
"Aku tau di balik cadar itu, tersembunyi wajah yang amat cantik!" Batin Andrew seraya menatap lekat mata Uswah yang sedang sibuk makan.
Uswah yang menyadari tatapan Andrew menjadi terdiam.
"Apakah ada yang salah?" isyarat tangan Uswah saat melihat Andrew terdiam memperhatikannya.
"Aahh... tidak ada yang salah!" jawab Andrew terkejut.
"Karena urusan kita telah selesai, saya akan pergi," ujar Andrew seraya bangun dari duduk nya.
"Terimakasih atas kerja samanya, In shaa Allah kami tidak akan mengecewakan tuan Andrew ," isyarat tangan Uswah.
"Saya percaya kepadamu," ujarnya seraya pergi dari Restauran.
"Nona, setelah ini Anda harus kembali ke perusahaan! karena banyaknya berkas yang harus di tanda tangani!" Ucap Intan memberitahu.
"Astagfirullah! iya, juga! masih banyak berkas-berkas yang belum ku selesaikan," Batin Uswah terkejut seraya berjalan pergi dari Restauran setelah menghabiskan makanan nya serta membayar.
Di lain tempat, ada seorang pria dewasa sedang duduk fokus menatap layar laptop di kursi kebesarannya serta ada seorang wanita berpakaian minim bermanja-manja di dekatnya.
Tek... Teekk...
"Ayuklah, sayang! kita kembali ke hotel!" kesal wanita itu dengan terus menggoda Rendi.
"Sabar, sayang. Sebentar lagi!" Ucap Rendi yang masih fokus kepada Laptop.
"Iisshhh... yaudah, aku pulang saja!" Ucap wanita itu kesal seraya beranjak pergi dari sana.
Tiba-tiba, ada satu tangan yang menarik tubuhnya.
"Jangan pergi, sayang!" Ucap Rendi seraya memeluk tubuh wanita itu dari belakang.
Cupp... "Tetap lah disini," lirih Rendi setelah mengecup sekilas tengkuk leher wanita itu.
"Aku mau lagi!" pinta wanita itu bermanja-manja.
Cupp... Cup... Cuup "Kita lanjutkan di sana saja!" ujar Rendi yang menggendong wanita itu untuk masuk kedalam ruangan yang memang sebagai tempat istirahatnya.
Hanya terdapat satu buah kasur besar yang ada di dalam ruangan itu dan juga ada sebuah sofa di dekat kasur itu.
Brukk... Rendi menjatuhkan perlahan tubuh wanita itu dan langsung menyerang nya.
Selang beberapa jam, mereka telah usai bermain dan kini tertidur di dalam pelukan satu sama lain.
Cupp... "Aku mencintaimu," ujar wanita itu setelah sekilas mengecup dada bidang Rendi.
Rendi hanya tersenyum melihatnya yang kembali tertidur di pelukannya.
"Wanita ini sangatlah murahan!" Batin Rendi yang menatap tajam kearah wajah wanita itu yang kini terlihat kelelahan akibat ulah nya.
"Ck. Aku sangat membenci wanita!" Gumam Rendi seraya perlahan-lahan turun dari kasur menuju kamar mandi yang ada disana.
Syurr...
"Kenapa nama wanita itu terus mengusik pikiran ku!" Gumam Rendi setelah menutup kedua bola matanya dan merendam kan tubuhnya di bathub.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu up dong...😆😆 Dengan Like and komennya😆😆😆😉
__ADS_1