Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
TERKEJUT


__ADS_3

Syurr...


"Kenapa nama wanita itu terus mengusik fikiran ku!" Gumam Rendi setelah menutup kedua bola matanya dan merendam kan tubuhnya di bathub.


"Azizah!" Gumam Rendi seraya menjambak rambutnya dan menenggelamkan kepalanya.


Syuur... "Wanita itu! aku tidak akan mencarinya lagi!" Teriak Rendi menggema keseluruh sudut toilet itu.


"Ada apa, sayang?!" kejut Wanita itu yang terbangun mendengar teriakan Rendi.


"Kita, lanjutin disini!" tegas Rendi yang membuat bulu kuduk wanita itu menegang.


"Baiklah," jawab Wanita itu tanpa mempedulikan tatapan tajam Rendi padanya.


Syurr.... Rendi mulai melakukan nya lagi dengan kasar di dalam bathub itu.


"Pelan,,pelan!" jerit Wanita itu yang merasakan Rendi sangat kasar melakukannya.


"Wanita ini! sama hal nya dengan wanita itu!" batin Rendi marah seraya terus melanjutkan nya walau di iringi dengan rintihan wanita itu, namun ia tetap tidak mempedulikannya.


Selang beberapa jam, Wanita itu pingsan di dalam bathub dan itu tidak membuat Rendi panik.


"Dia pasti tidak akan hamil kan?" Gumam Rendi.


"Aku sudah memakai pengaman, semoga saja berhasil!" Gumam Rendi seraya keluar dari toilet untuk memakai baju kembali.


"Rendi, kamu dari mana saja?!" kesal Reyhan yang kini nama nya diganti menjadi Danial.


"Apa yang kamu lakukan di ruangan ku?!" kejut Rendi yang melihat Daniel mengetik laptop miliknya.


Tek... Teekk.... "Cepatlah pakai baju mu kembali!" kesal Daniel seraya terus fokus menatap layar laptop di depannya.


Rendi yang menyadari dirinya tanpa busana, menjadi terkejut seraya terburu-buru untuk memakai kembali bajunya yang telah berserakan dimana-mana.


"Ada masalah! Cepat kamu kesini!" tegas Daniel yang masih fokus.


Setelah memakai baju serta jas nya kembali, Rendi mendekati Daniel dan melihat ke arah layar laptop itu.


"Ada yang mengambil uang perusahaan!" kejut Rendi seraya menatap tajam kepada orang yang di tayangkan di layar laptop.


"Penghianat!" gertak Rendi seraya berjalan dengan langkah kaki lebar menuju tempat administrasi.


"Apa kamu tau kesalahanmu?!" bentak Rendi seraya menatap tajam kearah karyawan lelaki berumur di depannya.


"I-iya, tuan. Maafkan saya!" ujar karyawan itu yang berumur 40 tahun dan lebih tua darinya.


"Saya tidak suka penghianat! Kamu saya pecat sekarang juga!!" tegas Rendi seraya berjalan kembali ke ruangan nya dengan perasaan marah.


Takk... Ta- 'Bapak itu menghalangi jalannya.'


"Saya mohon, tuan! maafkan saya! Saya memakai uang itu untuk berobat istri saya tuan!" Ucap bapak itu seraya berdiri menunduk di depan Rendi.

__ADS_1


"Saya tidak suka orang yang menghalangi jalan saya!" tegas Rendi seraya menatap tajam kepada bapak itu.


"Maafkan saya tuan, saya mohon jangan pecat saya!" Ucap bapak itu dengan memelas dan terus menghadang Rendi yang ingin kembali berjalan.


"Sudah saya putuskan, kamu di pecat!" tegas Rendi yang membuat semua karyawan terkejut karena suaranya yang menggema keseluruh ruangan.


"Tapi, tuan!" ngelak bapak itu yang mengkhawatirkan istrinya yang kini sedang berada di rumah sakit.


"Daniel!" Ucap tajam Rendi yang langsung di pahami oleh Daniel.


"Pak, tolong!" tegas Daniel yang membawa bapak itu untuk keluar dari perusahaan.


"Nggak! istri saya masih membutuhkan biaya rumah sakit, Bagaimana caranya saya membayar? jika tidak berkerja disini?!" Ngelak bapak itu yang memberontak karena Perusahaan LANCARJAYA yang kini menjadi milik Rendi adalah perusahaan dengan gaji karyawan terbesar hingga bisa ratusan juta.


"Satpam!" tegas Daniel yang membuat para satpam di dekat resepsionis dengan segera membawa bapak itu.


"Saya bersumpah! agar kamu sangat sulit mendapatkan seorang istri dan tidak akan mempunyai keluarga yang bahagia!!" Teriak bapak itu yang bersumpah untuk Rendi.


"Omong kosong!" Gumam Rendi seraya kembali berjalan dengan elegan menuju ke ruangannya.


Ceklek!


"Apa dia masih belum sadar?" Batin Rendi yang kini telah masuk kedalam ruangannya seorang diri.


"Hhmm... kenapa akhir-akhir ini aku terus mengingatnya?!" lirih Rendi seraya melentangkan tubuhnya di kasur.


"Sudah lima tahun lamanya, sejak ia pergi..." Gumam nya seraya menutup kedua bola matanya.


Cuitt... Cuitt...


"Hikss...hikkss..." Terdengar suara tangisan seorang lelaki di tengah-tengah taman yang sepi dan terdengar pula suara kicauan burung yang menghiasi suara tangisan itu.


"Aku lelah!" Lirihnya pasrah seraya terduduk lemas di kursi yang telah tersedia di sana.


Seperti kata sang ustadz Handy Bonny "Lelaki akan menjadi seperti wanita(Lemah) ketika dia di uji dalam masalah cinta,"


Rendi melihat kearah kedua burung yang terus mengeluarkan suara kicauan bagaikan sedang bahagia bersama di ranting pohon.


"Mereka terlihat bahagia," Gumam Rendi.


"Bukankah? lelaki itu,, lelaki yang waktu itu?" Batin seorang wanita berpakaian minim seraya menghampiri nya.


Pukk... "Hey! kenapa kamu bengong?" Ucapnya setelah menepuk pundak Rendi.


"Astaga!" kejut Rendi seraya menatap wanita itu.


"Hah?! kamu menangis?!" kejut Isma gak percaya.


"Aahh...Enggak!" ngelak Rendi seraya mengusap air matanya.


"Saya tau kamu masih muda, pasti masalah cinta ya?" Ucap Isma seraya menduduki bo*ong nya duduk di kursi sebelah Rendi.

__ADS_1


"Hmm..."


"Sudahlah kamu tuh masih muda! gausah mikirin cinta,,cintaan Mulu! lebih baik kamu ikut denganku," Ujar Isma seraya menarik tangan Rendi sesuatu tempat.


"Ini dia!" ucap Isma yang membawa Rendi ke danau yang luas dan ada satu perahu di sisi danau.



(Anggap saja pendayung nya kayu😅)


"Naiklah!" ujar Isma setelah menaiki perahu itu.


Rendi yang masih sedih, hanya berjalan lemas duduk di depan Isma yang sedang mendorong perahu agar berjalan ke tengah danau menggunakan kayu.


"Pemandangannya sangat indah!" Teriak Isma yang berdiri di perahu dan melepaskan semua masalah yang selama ini ia pendam.


"Astaga!" kejut Rendi yang melihat hal itu lagi.


"Aahh... maaf,," ujar Isma yang menyadari nya dan segera duduk kembali.


"Apa kamu sudah tidak sedih, setelah melihat pemandangan?" tanya Isma yang melihat Rendi terus melihat lesuh kearah air danau yang berwarna hijau.


"Iya,," jawab Rendi tanpa menoleh.


Syurr... "Hahaha... kena!" ujar Isma setelah mencipratkan air kearah Rendi.


Rendi yang sedang terbengong menjadi terkejut oleh nya.


"Basah!" Ucap Rendi kesal seraya kembali membalasnya.


Syuur... "Haha... gak kena!" Ledek Isma yang dapat menghindari nya.


Ssyur... Syuur... "Syukurlah anak muda ini kembali ceria," Batin Isma yang memang telah berumur 28 tahun dan sudah mengetahui sekejam apa dunia ini.


"Sudah sore, lebih baik kita kembali,," ujar Isma seraya mencari kayu tadi yang ia pergunakan untuk mendorong perahu.


"Dimana kayu nya?!" kejut Isma yang melihat di setiap sisi perahu.


"Tadi kau menjatuhkannya," ujar Rendi saat melihat kayu itu terjatuh saat mereka bermain air.


"Gawat! Disini kan ada buaya!" ujar Isma yang membuat Rendi panik.


"Yang bener?!" kejut Rendi yang mulai takut.


"Iya, benar,, kita harus cepat!" Ucap Isma seraya mendayung perahu menggunakan kedua tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gimana nih? apakah kalian akan selamat?!😨


BANTU UP DONG... DENGAN LIKE AND KOMENNYA😄😊

__ADS_1


__ADS_2