Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
MENDEKATI AZIZAH


__ADS_3

DI SMA SEJARA 1


Tepat di perpustakaan.


Azizah sedang membaca buku Favoritnya yang berjudul "Motivasi hijrah muslimah."


Selang beberapa menit, Grup R4 datang dengan gaya mempesona nya dan menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di sana terutama siswi-siswi.


"Astaga, tampan banget! ."


"Sangat elegan."


"Sangat mempesona."


Rendi berjalan kearah rak buku bagian kanan, dekat dengan kursi yang Azizah duduki.


"Ternyata dia, sangat rajin datang kesini." Batin Rendi sembari memperhatikan Azizah yang fokus membaca buku.


"Reno, mengapa kau jadi sering mengajak ke perpustakaan?." ucap Rafi heran yang ia tau tadinya Reno hanya pergi ke perpustakaan seminggu sekali, tetapi tidak dengan sekarang yang menjadi setiap hari.


"Tidak apa-apa." Ucap Reno singkat.


"sepertinya, dia sedang berbohong." batin Rafi.


Sesampainya di perpustakaan Reno melihat Azizah yang sedang membaca membuat hatinya berbunga-bunga.


"Dia, ada disini." Batin Reno senang dengan senyuman tipis terlintas di bibirnya.


"hah?! sejak kapan, dia mulai belajar tersenyum?." Batin Rafi saat melihat senyuman tipis Reno.


Setelah mendapatkan satu buku yang entah judul nya apa, Rendi duduk di sebelah kanan kursi Azizah.


Prakk...


Ia melempar buku itu ke atas meja membuat semua orang terkejut termaksud Azizah.


"Astaghfirullah." Batin Azizah dengan menoleh kearah Rendi.


Rendi hanya duduk diam membaca bukunya dengan santai walau menyadari tatapan aneh dari Azizah.


"mengapa ia duduk di situ? kan masih banyak bangku kosong." Batin Azizah saat merasa ga nyaman dan menggeser sedikit kursi nya mendekati Intan yang berada di sebelah kirinya.


Sseett..(suara kursi bergeser)


"Ehh...ada apa, Azizah?." Ucap Intan saat menyadari Azizah sangat dekat dengannya.


"Kamu kenapa, Azizah?." Ucap Viona yang juga heran saat belum mengetahui keberadaan Rendi.


Azizah terdiam yang membuat Intan menoleh kearah sebelah kanan Azizah yang ternyata ada Rendi.


"kenapa dia duduk disitu?." Batin Intan heran.

__ADS_1


"Intan, ada apa?." bisik Viona yang melihat ekspresi wajah Intan dan masih belum menyadari keberadaan Rendi.


"Ada, Rendi." bisik Intan membuat Viona menoleh kearah samping kanan Azizah.


"Kita kembali kekelas saja yuk?." Ucap Viona dengan berdiri dari duduknya.


Breekk...


"Iya." jawab Intan dan Azizah hanya mengangguk.


Saat Intan juga telah berdiri dari duduknya, tinggal giliran Azizah yang juga ingin berdiri, namun secara tiba-tiba kakinya di injak oleh sesuatu membuat nya kembali terduduk.


"Ada apa?." Ucap Viona saat melihat Azizah duduk kembali.


Azizah hanya menggeleng dan terus mencoba melepaskan kakinya yang telah di injak oleh Rendi.


"iiss....apa yang di inginkan cowok ini?!." Batin Azizah kesal yang masih menarik kakinya berkali-kali.


Buukk...


kaki sebelah kiri Azizah dengan keras menginjak kaki Rendi yang telah menginjak nya.


"Akkhh..." rintih Rendi tanpa sengaja saat merasakan kakinya terasa sakit setelah di injak oleh Azizah.


Karena kaki kanan Azizah yang masih di injak oleh Rendi, membuat keseimbangan tubuhnya menjadi oleng dan pada akhirnya....


Brruukkk...


Degg...


Deggg...


jantung mereka berdebar-debar dengan kedua bola mata mereka yang bertemu sangat dekat hanya berjarak 5 sentimeter.


"Astaghfirullah?!." Ucap Intan terkejut sembari tangannya menutup mulutnya.


"Astaga!! ." Ucap Viona terkejut.


"OMG?!!." Teriak para siswi-siswi yang terkejut melihat posisi Azizah dan Rendi yang sangat dekat.


"Ssttt....ini perpustakaan!!." Ucap penjaga perpustakaan.


Semua orang menjadi diam saat mendengar teguran dari penjaga perpustakaan.


"Astagfirullah!! Senyuman apa itu?!." batin Azizah saat melihat senyuman miring Rendi yang mengarah kepadanya.


"Dia berutung sekali."


"Pertama kali gue melihat Rendi dekat dengan wanita."


"Kenapa gadis bisu itu terus sih?! ."

__ADS_1


"Ciihh...caper."


"Azizah, apa kamu baik-baik saja?." ucap Intan khawatir sembari membantu Azizah kembali berdiri dari pangkuan Rendi.


"Aauww...kaki ku!! " batin Azizah yang merasakan kakinya terkilir.


"Apa kamu baik-baik saja?." ucap Viona saat melihat ekspresi wajah Azizah yang seperti sedang menahan sakit.


Azizah mengangguk dan berjalan dengan pincang.


"Apa kaki mu terluka?." ucap Reno saat tanpa sengaja berpapasan dengan Azizah berjalan pincang di dekat rak buku yang dekat dengan pintu keluar.


Azizah menggeleng.


"Hmm...Tapi aku bisa apa bila peduli padanya, sedangkan dalam islam dilarang seorang wanita dan laki-laki bukan mahram untuk bersentuhan." batin Reno.


Azizah kembali berjalan bersama teman-temannya.


"Ck. Sok perhatian." batin Rendi kesal saat melihat Reno.


Puukk...


"Hey...ada apa?." ucap Reyfano dengan menepuk pundak Rendi dan tidak mengetahui kejadian tadi karena terlalu fokus dalam mencari buku.


"Tidak apa-apa, kita kembali keatap saja! ." ucap Rendi.


"Azizah, ke UKS ya?." ucap Intan khawatir.


Azizah menggeleng.


"Apakah tidak terasa sakit banget??." ucap Viona kembali membuat Azizah menggeleng.


Di lain tempat, saat Rendi bersama teman-teman berjalan kearah pintu keluar perpustakaan mereka berpapasan dengan Reno.


"Ck." Batin Rendi dengan kedua bola matanya menatap tajam kearah Reno yang masih mematung di tempat.


Breegg...


Rendi menabrak bahu Reno dengan keras, hingga membuat tubuh Reno hampir oleng, namun dengan sigap ia mempertahankan keseimbangan nya.


tepat berada di samping Reno, Kedua bola mata Rendi menatap sinis kepada Reno.


"Ada apa dengan nya?." Batin Reno heran saat melihat tatapan Rendi kepada nya.


"Kau, cukup berani!." gumam Rendi yang hanya di dengar oleh Reno.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TERIMAKASIH TELAH MAMPIR🤗


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA😍👇

__ADS_1


__ADS_2